Tampilkan postingan dengan label Lele Masamo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lele Masamo. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 2)

Lanjutan dari bahasan tentang Bahan Herbal dan Bahan Organik yang biasa digunakan dalam Budidaya Ikan Lele.

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1) 

14. Nanas (Ananas comusus Merr)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,




Cara Penggunaan: Tanam nanas di tanggul kolam
Target patogen: Hama dan predator kepiting yang sering merusak tanggul kolam
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, vitA, vitC, kalsium, fosfor, sukrosa, enzim bromelin, kalsium, natrium, delestrosa, magnesium besi.
Dosis efektif: Nanas dicacah lembut dan di campur tanah kolam dan diletakkan pada radius 0,5 m di sekitar lubang kepiting

15. Orang-aring (Eclipta alba)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis), bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah, Edward siella tarda penyebab bisul dan luka-luka pada kulit.
Kandungan aktif: Isoflavon oid, phytosterol, briterpenoid saponins (nicoline, ecliptine, α-terthienyl, α- terthienyl methanol, α-formyl, α-therthienyl thiophene, wedeloluctone, tanin.
Dosis Efektif: Daun dan batang dicacah dan dicampur air, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Dosis belum diketahui.

17. Pegagan (Centela asiatica)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target Patogen: Bakteri Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah dan borok.
Kandungan aktif: asiaticos ide, thankunside, madecassoside, brqahmocide, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tanin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.
Dosis Efektif: Konsentrasi larutan pegagan dengan dosis sampai 10 mg dalam 10 ml air dengan cara perendaman dapat meningkatkan respon ketahanan tubuh ikan terutama sel darah putih Dosis untuk penyakit bercak merah adalah 250 mg dari ekstrak daun pegagan dalam 1 liter

18. Petai cina, Kemlandingan, Lamtoro (Fam. mimesacea)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan.
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis) pada catfish (lele dan patin)
Dosis Efektif: 2 g daun dicacah untuk diberikan per 1 kg ikan

19. Pisang (Musa paradisiaca)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Ditebarkan ke dalam kolam Target patogen: Menurunkan pH kolam Kandungan aktif:Saponan, alkaloid, tanin, polifenol Dosis efektif :30 kg batang pisang dicacah dan ditebarkan pada kolam ukuran 24 m2 Untuk menurunkan pH air, batang dan bonggol pisang dicacah ukuran 1-2 cm, ditebarkan ke kolam selama 24 jam - Dapat sebagai media pakan alami, dengan dipotong ukuran agak besar dan dimasukkan ke kolam sehingga akan tumbuh jasad renik/cacing untuk pakan ikan

20. Sente (Alocasia macrorrhiza schott)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan Target patogen: Sebagai imunostimulan pertumbuhan, meningkatkan fekunditas telur hingga 12,5%
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, alocasin, tripsin, kemotripsin
Dosis efektif: Bonggol sente sumber protein pakan, bonggol dicacah diberi ragi tempe, setelah 3 hari proses fermentasi diberikan ke ikan secara teratur Diberikan 30% bobot badan diberikan 3 kali sehari

21. Sirih (Piper betle L.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: daun sirih mengandung minyak atsiri
Dosis Efektif: 2 g ekstrak daun dalam 60 ml air untuk perendaman ikan yang sakit. Perendaman untuk ichthyopht thirius multifilis selama 12 jam

22. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk obat luar atau perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: Phenol demetoksikurkum in, kurkumin, minyak atsiri xanthorrhizol, trimeron
Dosis Efektif: Rimpang segar direbus, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Untuk obat luar, rimpang segar diparut, dioleskan pada luka atau borok.

23. Ubi Jalar (Ipomoea batatas poir)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen : Sebagai imunostimulan dan mencegah stres selama transportasi
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol
Dosis efektif: 30 kg daun diremas-remas untuk mengangkut total 100 kg bobot ikan Sebagai pakan ikan dan pencegah stres selama transportasi, di dalam jerigen untuk 300 ekor benih, masukkan 20 lembar daun diremas. jika memakai kantong plastik, ambil cairan berwarna hijau dan berlendir dimasukkan ke air dalam kantong plastik.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 01 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1)

Bahan Hebal atau bahan Organik memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit yang ringan, sampai berbagai penyakit berat. Namun Bahan Bahan Hebal atau bahan Organik memerlukan ketekunan dan kesabaran dalam menggunakannya, karena biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Namun Bahan Hebal atau bahan Organik tentu lebih sehat dan aman untuk digunakan. selain itu, Bahan Hebal atau bahan Organik tersedia dilingkungan kita dan mudah untuk menggunakannya dengan harga yang relatif lebih murah.

Berikut Bahan Hebal atau bahan Organik yang bisa dan biasa digunakan dalam Budidaya Lele baik lele Sangkuriang Maupun Lele jenis lainnya.

1. Mengkudu

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat mengkudu bagi lele adalah dapat mengobati penyakit/gangguan yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophila. Mengkudu juga dapat mengurangi Kanibalisme pada Lele.
Caranya: Siapkan 1-2 buah mengkudu matang, 15 lembar daun pahit-pahitan, dan antibiotik enroflox acin sebanyak 1/3 sendok teh. Tumbuk buah mengkudu sampai halus kemudian rebuslah daun pahit- pahitan sampai mendidih, lalu ambil airnya. Campurlah bahan tersebut ke dalam 3 kg pakan, kemudian aduk hingga rata sekitar 3-5 menit. Herbal mengkudu siap diberikan pada lele yang sakit.

2. Daun Pepaya

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Stamina "sikumis" kerap menurun saat terkena air hujan yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan lele jadi malas makan dan malas bergerak. Untuk menghindari hal itu, berikan campuran 60 g garam dan cacahan 2-3 lembar daun pepaya setelah hujan turun.
Cara membuatnya, aduklah kedua bahan diatas pada 5 liter air, kemudian tuangkan ke kolam. Dengan cara seperti itu, stamina lele selalu prima.

3. Jahe

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Bibit lele yang berumur 3-4 minggu sering mendongak tanda terserang kembung, terutama saat musim hujan. Penyakit sering kali menjadi masalah yang cukup serius bagi pembenih karena dapat mengakibatkan kematian masal pada bibit hingga 80%. Nah, ekstrak jahe dapat diberikan kepada bibit lele agar bibit lele terhindar dari penyakit kembung.
Cara membuatnya, parut jahe sebanyak 10 gram dan campur dengan air. Lalu, tebarkan larutan di pada kolam seluas 1-2 m2. Dengan cara itu, bibit lele lebih tahan penyakit dan kematian pun dapat ditekan persentasenya.

4. Bawang Putih

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat bawang putih untuk lele adalah meningkatkan nafsu makan pada lele. Penggunaannya cukup mudah. Cukup siapkan 1 bonggol bawang putih. Kemudian bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu diambil airnya. Penggunaannya, cukup percikan air bawang putih tersebut ke kolam. Satu bonggol bawang putih bisa dipakai untuk kolam dengan luas 8 m2.

5. Ciplukan (Physalis angulata L)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Bakteri penyebab radang, kemerahan atau borok dan bengkak. 
Kandungan aktif: elaidic acid, Asam klorogenat, physalin
Dosis Efektif: Daun dan buah Ciplukan basah sebanyak (15-30 g) direbus dalam 100 ml air atau Ciplukan kering sebanyak (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu bisa digunakan untuk perendaman

6. Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan, jika populasi tanaman sudah padat.
Target patogen : Berfungsi untuk memperbaiki kualitas air.
Kandungan aktif : kalium, natrium, Si02, kalsium, magnesium, klorida, copper, mangan, carotene, polifenol, zat besi, saponin, delph inidin-diglucoside
Dosis efektif : Masukkan tanaman ini dengan populasi 20-25% bagian dari kolam

7. Gamal, Liridiyah (Glyriceridia sephium) atau kayu hujan

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Daun segar yang digunakan diremas dicampur air, disaring dan hasil saringannya yang dimasukkan ke kolam
Target patogen: Hama dan predator : ikan liar, ular, burung, kepiting, katak
Kandungan aktif: Saponin, flavonid, polifenol
Dosis efektif: 6 kg daun dicacah, kemudian dicampur dengan air, nah hasil saringannya kemudian dimasukkan ke kolam untuk luas 100m2, 2 hari kemudian bangkai predator mengapung, air dibuang dan air diganti 2-3 kali hingga air tidak terasa pahit lagi

8. Jambu Biji (Psidium guajava)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen: Bakteri : Aeromona shydrophila penyebab penyakit bercak merah
Kandungan aktif :Daun jambu biji kaya akan tanin, tripenoid, guaijavolic, oleanolic, asam ursolic, asam psidiolic dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol yang bersifat minyak esensial yang bekerja dengan menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas antioksidan.
Dosis Efektif : 4-5 g daun dicacah halus dicampur air 1 liter, dan selanjutnya dicampur dengan pakan. Dan 1-2 g daun dicacah halus dicampur air sebanyak 5 liter, digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam

9. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen :Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan Streptococcus agalactiae penyakit dengan gejala berenang tak beraturan, mata menonjol, badan kehitaman
Kandungan aktif :minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1
Dosis Efektif :5 g daun dicacah halus dicampur air 100 ml, hasil saringannya dicampur air digunakan untuk perendaman.

10. Ketapang (Temmalia cattapa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman Daun ketapang dijemur selama 6 jam lalu masukkan ke kolam selama 2-3 hari untuk menurunkan pH air sebelum ikan dimasukkan ke kolam. PH air yang terlalu tinggi (8-9) akibat penumpukan bahan organik.
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan untuk menurunkan PH.
Kandungan aktif: Tanin bersifat astringen
Dosis Efektif: Sebanyak 60 g daun dicacah halus dicampur dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman

11. Kunyit, Kunir Turmeric (Curcuma longa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan yang diberikan selama beberapa hari pada ikan yang sakit
Target patogen: Bakteri : Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah (borok)
Kandungan aktif: Curcomin, curcuminoid, desmethoxycurcu min, bidesmethoxycur cumin,pati, tanin, damar, sesgnitepen alkohol, borneol, phellandrene, turmerone, zingiberene, artormeroner Dosis Efektif : 1.0 g kunyit dihaluskan atau dibuat bubuk dan dicampurkan dalam 1 kg pakan

12. Lidah Buaya (Aloe vera)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perend aman menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwana putih
Target patogen: Bakteri penyebab borok/luka, keradangan, bengkak dan kemerahan
Kandungan aktif : Alkaloid Dosis Efektif:Daging daun yang berwarna putih dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman. Dosis belum diketahui

13. Meniran (Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria Linn.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman selama 5 jam
Target patogen:Bakteri Aeromonas hydrophila, penyakit bercak merah dan borok, Edwarsiella tarda penyakit bisul dan luka pada kulit
Kandungan aktif:filantin, hipofilantin, hipotetralin, nirantin, nir tetrakin
Dosis Efektif : 5 g daun yang sudah dibuat bubuk dicampur air 1 liter untuk perendaman selama 5 jam Jika dicampur pakan dibutuhkan 20 g daun dicacah halus dan dicampur dalam 1 kg pakan

Sumber: Solusi Petani Organik (Facebook Group)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Jumat, 21 Maret 2014

Kiat Budidaya Lele di Kolam Tanah

Budidaya lele di kolam tanah? Kenapa tidak, salah satu keunggulan kolam tanah adalah karena tanah dengan mikroorganisme yang ada di tanah dalam batas-batas tertentu mampu mendaur ulang bahanbahan organik sehingga tidak menjadi ammonia dan tentunya tidak diperlukan treatment air sebagaimana jika itu dilakukan di kolam terpal.

Artikel, Fakta dan Data, Kolam Lele, Kolam Tanah, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Management Air, Panduan, Tips dan Trik,
Google Images
Syarat Tanah : mampu menahan massa air dan tidak bocor.
Bentuk kolam : Persegi empat dengan kemiringan 35% dan bila memungkinkan dilengkapi dengan pintu air.
Persiapan kolam :
  • Kedalaman kolam 115 cm
  • Pengeringan 57 hari
  • Pengapuran dengan kapur pertanian (dolomite) 100gr /m2 fungsinya untuk memperbaiki PH tanah.
  • Dapat juga dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang 200gr/m2
  • Masukkan air 510 cm biarkan 3 hari agar ada proses mineralisasi (proses pembentukan mineral)
  • Tambahkan air sampai 40cm, diamkan 35 hari sampai fitoplanton tumbuh yang ditandai warna air yang menjadi kehijauan.

PENEBARAN BENIH
  • Seperti biasa pilih benih yang unggul dan berkualitas serta sehat
  • Lakukan aklimatisasi (upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi ke lingkungan baru yang akan dimasukinya) dengan memasukkan benih beserta kantong plastiknya sekitar 30 menit  1 jam. Setelah itu benih bisa ditebar.
  • Padat tebar : air statis : 200 ekor/m2 jika ada aliran air (kecil) kepadatan dapat ditambah hingga 300400 ekor/m2
  • Ketinggian air ditambah seiring dengan pertumbuhan lele sampai mencapai 11,5m

PEMAKAIAN JARING & SORTIR
Pemakaian jaring kotak ukuran kecil di sisi kolam tanah disarankan untuk penebaran benih. Ini untuk memudahkan pemberian pakan dan proses sortasi. Jika lele sudah cukup kuat dan daya jelajahnya sudah jauh, jaring dapat diangkat dan benih ditebar di kolam. Proses sortir tidak perlu dilakukan lagi di kolam tanah apalagi kolamnya luas (susah dan makan tenaga/waktu).

PAKAN
Pakan : beri pakan yang berkualitas 34 kali sehari untuk benih sampai sangkal. 2 x sehari untuk lele remaja – panen (pagi dan sore/petang) 3% secara bertahap turun ke 2,5% dari bobot massa lele. Pemberian pakan 80% dari daya kenyang lele. Hindari overfeeding atau pakan alternatif yang dapat merusak kualitas air.

KOLAM AIR STATIS
Untuk kolam statis, termasuk yang sumber airnya dari air buangan rumah tangga, bila kolam mulai berbau buang air dasar kolam 2030% dan tambahkan air baru. Bisa menggunakan pompa air.
Sistem RWS (Red Water System) dapat juga diterapkan.

SUMBER AIR
Jika sumber air dari sungai kecil/saluran irigasi, metode penggantian air secara berkala dapat diterapkan (baca postingan : BUDIDAYA LELE MEMANFAATKAN POTENSI ALAM)
Jika kolam tanah yang mempunyai sumber mata air sendiri atau di rawa/situ yang biasanya posisinya rendah dimana kita tidak bisa memanfaatkan gaya gravitasi, maka pengeringan dll diatas tentu tidak bisa dilakukan. Pemakaian jaring kecil untuk benih dan jaring lebar untuk pembesaran bisa dilakukan.

Kalau dikelola dengan baik, banyak pembudidaya di Boyolali yang sukses dengan budidaya lele di kolam tanah. Biaya murah hasil memadai.

Semoga bermanfaat.... mohon koreksi.

Sumber:
  • https://www.facebook.com/upr.progomandiri
  • https://www.facebook.com/groups/komunitaslelesangkuriang

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 05 Februari 2014

Resep - Cara Membuat Kerupuk Rambak Lele

Resep - Cara Membuat Kerupuk Rambak Lele

Kita sering sibuk mengurusi bagaimana cara budidaya lele, namun dari segi pengolahan masih minim sekali bagai mana cara mengolah ikan lele menjadi sebuah olahan yang menarik.

Lele, Dumbo, Lokal, Masamo, Phyton, Sangkuriang, Olahan, Panduan, Panen, Pascapanen, Pemasaran, Tips dan Trik, Resep, kerupuk
Nah Resep Cara Membuat Kerupuk Rambak Ikan Lele ini mungkin dapat membantu anda untuk mengkreasikan jenis olahan lele, dan menjadikan sebagai ide peluang usaha baru.

Bahan:
  1. 1 kg Kulit lele
  2. 250 gr Bawang putih
  3. 125 gr Garam
  4. 1 sdm Kapur sirih
  5. 1 ltr Minyak goreng
  6. 2 ltr Air

Cara Membuat Kerupuk Rambak Lele :
  1. Campurkan kapur sirih dan 1 liter air, kemudian aduk campuran sampai kapur sirih larut.
  2. Sisihkan.
  3. Rendam kulit lele dalm air kapur selama kurang lebih 5-10 menit.
  4. Lalu cuci kulit lele hingga bersih.
  5. Kemudian didihkan sisa air, lalu tuangkan kedalam kulit lele, tambahkan bawang putih dan garam, lalu aduk sampai rata.
  6. Diamkan kulit lele dalm rendaman dan biarkan terendam hingga bumbu meresap. proses ini biasanya memakan waktu -+ 2 mnt.
  7. Angkat dan tiriskan kulit lele.
  8. Jemur hingga kering sekitar 1 hari.
  9. Untuk menggoreng, Panaskan minyak, lalu goreng kulit lele yang sudah kering hingga mengembang dan matang.
  10. Angkat dan tiriskan.

Silahkan di coba, semoga bisa menjadi solusi ditengah harga lele yang semakin tak menentu

Sumber: Komunitas Lele Sangkuriang

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 31 Desember 2013

Standar Pelaksanaan (SOP) Natural Water System - Budidaya Lele

Dalam Postingan lalu, saya pernah memposting tentang  Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Red Water System. Nah pada artikel ini sudah secara gamblang dijelaskan tatacara pelaksanaannya, namun jika ada yang merasa kurang lengkap, berikut ada SOP dari Group Komunitas NWS (natural water system).

CATATAN: Saya hanya menyampaikan (meng-copy) artikel dari group yang bersangkutan, segala hal yang berkaitan dengan artikel ini sepenuhnya milik Komunitas NWS (natural water system). Maksud saya mengampaikan agar teknik ini bisa terarsipkan sehingga mudah untuk di temukan jika ada petani/peternak yang memerlukan panduan tentang bagaimana cara membuat/melakukan Natural Water Sistem.

SOP Pelaksanaan Natural Water System (NWS )

Artikel, NWS, Kolam Lele, Kolam Tanah, Kolam Tembok, Kolam Terpal, Lele Dumbo, Lele Masamo, Management Air, Probiotik, Penelitian, Red Water System

GWS => BWS/Biofloc => RWS

KONSEP BUDIDAYA: 

Metode kesetimbangan ekosistem perairan

Persiapan Media: Kolam Tanah:
  1. Lumpur dasar kolam dibersihkan.
  2. keringkan selama 3 hari
  3. kasih kapur/dolomit/kaptan dgn dosis 200-250gr/m2
  4. isi air di 100cm.
  5. tambakan dolomit 100gr/m2
  6. tambahkan probiotik 5ml/m3 +30gr dedak + 1 ragi tape/m3
  7. tunggu 5-7hari bibit masuk.

Kolam Beton/Terpal:
  1. isi air 70cm
  2. tambahkan dolomit/kapur/kaptan dosis 100-150 gr/m3
  3. tambahkan probiotik 5ml/m3
  4. tambahkan 30gr dedak+ragi tape 1/m3
  5. tambahkan air yg udah jadi 30cm
  6. tunggu 5-7 hari bibit tebar

APLIKASI DEDAK DI KOLAM DI SARING TERLEBIH DAHULU LALU AMPAS DI BUANG

Red Water System (RWS) Instan

  1. 30gr/m3 dedak halus+1butir ragi tape/m3+5gr/m3 ragi tempe +air secukupnya, tutup rapat selama 3 hari
  2. Isi air 50cm dan + kan bahan di atas 
  3. Masukkan mill/dolomit 100-150gr/m3
  4. Masukkan bakteri lacto 10ml/m3
  5. Molase 50gr/m3
  6. Aerasi jalankan selama 3 hari
  7. Tinggikan air sampai 100cm 
  8. Tunggu 7 hari baru tebar

 Jika Sudah ada Air Merah:
  1. Isi 50cm
  2. Aplikasi semua seperti di atas 
  3. Hidupkan aerasi 24 jam
  4. Hari ke 5 air naikkan di 70cm
  5. Hari ke 7 naikkan ke 100cm
  6. Hari ke 10 siap tebar 
Catatan: Kenapa tidak ada SOP BWS/Biofloc karena BWS merupakan masa transisi sehingga media tidak stabil.

MANAGEMEN PAKAN 

  • Pemberian pakan setelah bibit normal
  • Dosis 5% - 1,5% dari berat total
  • Umur 3 - 15 hari 5% sehari 4x 
  • umur 15- 25 hari 4% sehari 3x
  • umur 25 - 35 hari 3% sehari 3x
  • umur 35 - 45 hari 3% sehari 2x
  • umur 45-60 hari 2,5% sehari 2x
  • umur 60 - panen 1,5% sehari 2x
  • Pakan harus dicampur probiotik [10 menit]
  • Tebar pakan dg merata,
  • Dosis pakan yg diberikan 80% dr jatah.

APLIKASI DEDAK DI KOLAM DI SARING TERLEBIH DAHULU LALU AMPAS DI BUANG

MANAGEMEN AIR 

GWS
  • Tiap 7 hari air diganti 30cm
  • Penambahan air harus diikuti penambahan -. Probiotik 5ml/m2 -. Dolomit/kapur/kaptan.30-50gr/m3 Saat pergantian air ikan di puasakan 24 jam. 
RWS
  • Ganti air jika terpaksa 30cm (air bawah)
  • Aplikasi bakteri lactobacilus 3ml/m3 
  • Aplikasi mill/dolomit 30 -50gr/m3
  • Dijalani 7 hr sekali
  • Saat aplikasi ikan puasa 24 jam
  • Semua aplikasi pagi hari
  • Aplikasi ragi tape 1butir/m3
  • Aplikasi ragi tempe 3gr/m3

PEMAKAIAN PROBIOTIK 
  • Dicampurkan pakan dg dosis 10ml/kg 
  • Ditambahi air/ tetes/gula merah baru dicampur pakan
  • Diamkan sekitar 5-10 menit
  • Tiap pemberian pakan wajib ditambahkan probiotik
Sumber: Adi Sadewa, Komunitas NWS (natural water system)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 17 November 2013

Mengenal lebih jauh tentang Lele Masamo

Sekarang ini banyak beredar berita dan kabar tentang varian baru dengan nama Lele Masamo. Nah Apakah sebenarnya Lele Masamo Ini? Apakah ini bibit Unggul atau bagaimana? berikut keterangan yang saya dapat dari Trobos.

Lele Masamo, sebagian menduga nama tersebut adalah akronim dari PT Matahari Sakti Mojokerto. Tetapi Fauzul Mubin, Technical Support and Hatchery Manager PT Matahari Sakti membantah itu. “Bukan. Itu hanya nama yang mengandung hoky dan nama yang bagus saja,” terangnya sambil tersenyum lebar.

Lele Masamo produk dari PT Matahari Sakti (MS) Mojokerto, Jawa Timur ini memiliki keunggulan ketimbang jenis lain yang sudah beredar lebih dahulu. Saking santernya kabar tersebut, sampai-sampai belakangan muncul pihak-pihak yang mengaku-ngaku menyediakan induk dan benih lele Masamo. Padahal, hanya PT MS yang mendistribusikannya terbatas di jaringan mitra internal perusahaan mereka.

Mubin menyatakan, lele Masamo yang beredar sekarang masih generasi pertama, dan direncanakan November 2013 ini akan dirilis generasi kedua.

GENETIK MASAMO

Dijelaskan Mubin, lele Masamo merupakan hasil pengumpulan sifat berbagai plasma nutfah lele dari beberapa negara. Antara lain, lele asli Afrika, lele Afrika yang diadaptasi di Asia, Clarias macrocephalus/bighead catfish yang merupakan lele Afrika dan di kohabitasi di Thailand, dan lele dumbo (brown catfish). “Total ada 7 strain lele,” ungkapnya.

Lele Afrika, papar Mubin, terkenal kecepatan pertumbuhan dan ketahanan tubuh yang tinggi. Sedangkan lele Afrika yang telah mengalami kohabitasi domestik di Asia/Asia Tenggara memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan dan tahan terhadap penyakit lokal. Selain itu ada juga strain yang memiliki produktivitas telur tinggi (spawning rate) dan ada yang leboh efisien pakan.

Dipastikan Mubin, benih sebar yang diperuntukkan bagi budidaya pembesaran konsumsi – atau yang umum disebut Final Stock (FS) — dari breeding Masamo, memiliki sifat bertubuh besar, rakus makan tapi tetap efisien, keseragaman tinggi, stress tolerance tinggi, ketahanan penyakit tinggi, dan sifat kanibal rendah. Untuk sifat induk atau Parent Stock (PS) ditambah dengan spawning rate yang tinggi.

Hatchery (penetasan) Masamo di Pasuruan, sebut Mubin, mampu memproduksi induk PS Masamo 6.000 – 10.000 ekor per tahun. PS Masamo dilepas dengan harga Rp 100.000 – Rp 300.000 per ekor, tergantung jauh-dekatnya lokasi pembeli. Mubin mengakui harga calon induk lele Masamo 2 – 4 kali lebih mahal dibanding induk lele jenis Sangkuriang atau Phyton.

Sementara Final Stock, dikatakan Maylana Nurrma Diyanto, Technical Support and Marketing Supervisor PT Matahari Sakti, permintaan yang masuk ke hatchery PT MS mencapai 5 juta ekor per bulan. Pada April 2013, imbuh dia, benih size (ukuran) 4 cm diperdagangkan seharga Rp 70 per-ekornya, dan Rp 90 untuk yang ukuran 5 cm.

CIRI DAN SIFAT

Lele Masamo memiliki ciri khas fisik cukup berbeda dengan lele Dumbo, Sangkuriang dan Phyton yang lebih dulu beredar. Dijelaskan Maylana, kepala lele Masamo lebih lonjong, menyerupai sepatu pantofel model lama. Sirip (patil) lebih tajam, badan lebih panjang dan berwarna kehitaman. Ketika stres, muncul warna keputih-putihan atau keabu-abuan.

Lebih detil, Danang Setianto menggambarkan, terdapat bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuh masamo yang berukuran besar, memiliki tonjolan di tengkuk kepala, serta bentuk kepala lebih runcing. “Pada induk, tonjolan di tengkuk terlihat nyata. Sangat berbeda dengan induk jenis lain, sehingga jenis lele Masamo tak mungkin bisa dipalsukan,” ungkapnya.

Tetapi saat masih berukuran benih, secara fisik lele Masamo susah dibedakan dengan benih lele varietas lain. “Bedanya pada sifat. Masamo lebih agresif dan nafsu makan lebih kuat. Sehingga jika manajemen pakan tidak bagus bisa berakibat pada kanibalisme,” papar Danang. Karena itu Danang hanya memasarkan benih Masamo kepada pembudidaya pembesaran yang serius, bukan yang tradisional.

SIFAT KANIBAL

Mubin mengistilahkan era kanibalisme tinggi pada masamo sudah lewat. “Dulu, waktu generasi awal sekali, sebelum yang generasi I itu memang iya. Pada generasi 1 sudah jauh berkurang sifat kanibal itu,” tegasnya. Mubin telah melakukan uji keseragaman ukuran anakan di hari ke-40 pemeliharaan. Hasilnya, keseragaman akhir normal. Keseragaman akan njomplang jika kanibalisme tinggi, karena ada lele dominan yang memakan lele lain.

Sumber : www.trobos.com
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers