Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Mengatasi Ongkos/Biaya Produksi yang "Tidak Masuk Akal" dalam Penanganan Penyakit

Ongkos produksi dalam budidaya lele sebenarnya sangat tinggi, ditambah dengan penanganan yang tidak bijak menjadikan ongkos produksi jadi semakin "Tidak Masuk Akal". Contok mengatasi penyakit. Ketika terserang penyakit, biasanya halpertama yang kita lakukan adalah membeli obat ini dan tiu, pada akhirnya mati juga .... (sudah keluar uang untuk obat, lelenya mati juga).

Artikel, Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Panduan, Tutorial, Tips dan Trik,
Bukan tidak boleh memberi obat, namun penanganan harus setepat mungkin. sedikit tips dari newbe nih tentang penanganan penyakit :) 
  • Kenali kolam yang menunjukan terkena/terjangkit penyakit
  1. Bau Kolam tidak seperti biasanya (Biasanya keluar bau amis yang menyengat, atau bau lainnya yang tajam)
  2. Lele ada yang mati, namun jumlahnya cenderung meningkat (Hari pertama 1, besoknya 2, dst). Jangan nunggu ada yang mati 100, ntar abis lelenya
  3. Lele menggantung terus menerus di permukaan air
  4. Dll, biasanya semakin lama semakin kenal sama kolam sendiri, silahkan di catatkan tanda-tandanya
  • Lakukan Karantina dan Pengobatan
  1. Panen ikan segera
  2. pisahkan yang sakit (menggantung, borok, dll) dengan yang sehat
  3. yang sehat masukan ke kolam baru (tidak perlu di kompos, air jernih lebih bagus) kenapa karena lebih mudah bagi kita melihat kondisi ikan. kalau ada yang mau mati langsung bisa dipisahkan.
  4. yang sakit di obati di bak/baskom/kolam terpisah
  5. obatnya pakai yang alami juga manjur, kalau sudah dipisah seperti ini, karena pengobatan akan langsung ke sasaran (silahkan baca referensi pengobatan disini: Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele)
  • Lakukan "Suci Hama" atao pembersihan kolam yang terkena penyakit
  1. Bersihkan kolam menggunakan cairan pembasmi hama (desinfektan)
  2. keringkan selama 1-2 hari
  3. JIKA DIPERLUKAN masukan air, biarkan selama 1-2 hari, lalu buang. 
Dengan penanganan yang tepat, diharapkan kita tidak menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak perlu, dengan demikian kita dapat menekan oangkos produksi.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 29 Januari 2015

Mengatasi Masalah Jamur pada Lele

Pada segment pembenihan, kita biasa mendapati terdapat bintik-bintik putih pada sekujur tubuh lele, maka kita harus waspada karena bintik putih ini akan menyebabkan lendir pada kulit lele hilang serta akan mengakibatkan kulit lele menjadi melepuh. 
Artikel, Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Panduan, Pemasaran, Pembenihan, Probiotik, Tips dan Trik,
Image: alamtani
Hal ini akan berakibat fatal pada lele bahkan menyebabkan kematian. Untuk mencegahnya kita bisa melakukan hal berikut:
  • Lakukan Perawatan air secara rutin/intensif.
  • Pelihara air kolam tambahkan dengan menggunakan probiotik atau herbal.
  • Segera ganti air kolam bila kualitas air sudah mulai jelek
  • Dalam pemberian pakan usahakan diseduh terlebih dahulu menggunakan air hangat serta dicampur dengan probiotic dan cacing lalu di fermentasikan.

Bila lele kita budidaya sudah terlanjur terserang oleh penyakit ini maka kita dapat meramu obat herbal seperti berikut:
Bahan:
  • Siapkan 2 biji Bawang Putih,
  • 10 Lembar Daun Sirih,
  • 1/4 kg Kunir,
  • dan 10 lembar Daun Pepaya.
  • Bila tidak ada daun pepaya kita bisa menggunakan daun jambu biji atau daun kipahit.

Cara membuat dan menggunakannya
Haluskan semua di atas (bisa di blender).
Rebus bahan-bahan diatas dengan menggunakan 2 liter air bersih lalu biarkan sampai dingin.
Untuk penggunaannya kita dapat langsung menyiramkannya ke dalam kolam lele dengan dosis 1 gelas per hari (harus lakukan sampai ikan benar-benar sembuh). Tapi perlu diperhatian bahwa lele yang sudah terserang penyakit ini walaupun dapat diobati namun tetap saja akan ada yang mati.

Semoga masalah dan penyakitnya dapat terobati dan terselesaikan.

Sumber: Berbagai sumber (Komunitas Lele, http://benihikangunungkidul.blogspot.com)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 15 Juli 2014

Cara Membuat Probio Fish Versi Solusi Petani Organik (SPO)

Ada banyak formula probiotik yang beredar, dan semua probiotik ini sangat bermanfaat. Nah berikut adalah salah satunya yang bisa anda coba dirumah.

Probio Fish dari Bos Mustofa Kamal

Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Organik, Panduan, Probiotik, Rahasia, Tutorial, Jahe Merah
Fungsi:
Probiotik ini adalah untuk menciptakan planton, mencegah virus menyerang ikan

Bahan:
  1. Jahe merah 5 kg,
  2. kunyit putih 2 kg,
  3. temu lawak 5 kg semuanya di panaskan.
  4. Sirih merah 20 daun,
  5. lumut sawah 1 kg,
  6. nanas 1 kg,
  7. susu murni 2 lt.
  8. air kelapa 10 ltr.
  9. gula merah 5 kg dan tetes.

Cara Membuat:
  • Jahe, kunyit dan temulawak di parut lalu di panaskan
  • Itu semua di campur dalam drum plastik secara rapat dan buatlah aerator udara.

Setelah 1 bln bisa digunakan.

Cara Peenggunaan:

Aplikasi bisa melalui pakan dan siram ke kolam sebelum tebar bibit.
Dosis tidak ada anjuran resmi, krn ini bahan organik.

CATATAN:
Jgn lupa drum yg digunakan hrs plastik bukan logam. Juga hrs ada angin2nya biar tidak meledakkk !


Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/593977974054312/

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Sabtu, 21 Juni 2014

Penanganan/Pengobatan Penyakit Lele dengan Bahan Alami

Contoh penanggulangan penyakit lele dengan bahan alami yang sudah dilakukan oleh beberapa pembudidaya ikan lele :

1. Radang usus, 

Analisis, Fakta dan Data, Herbal, Jenis Lele, Kendala/Penyakit, Panduan, Tips dan Trik, Probiotik,
penyakit lele ini biasanya menunjukkan gejala lele akan terlihat berdiri tegak dan bagian kumisnya menyembul di permukaan air, beberapa pembudidaya menyebutnya seperti tiang listrik, jika ikan lele rekan-rekan pembudidaya mengalami penyakit lele seperti ini, penanggulangannya bisa dengan cara menggunakan buah mengkudu yang sudah masak/mateng, caranya mudah, ambil buah mengkudu yang sudah masak lalu masukkan pada kolam lele yang sakit, untuk ukurannya disesuaikan saja dengan besaran kolam, misalnya untuk kolam ukuran 2×4 cukup dengan 1 atau 2 buah mengkudu.

2. Radang Insang, 

penyakit lele seperti ini biasanya menunjukkan ciri insang lele yang memerah. Penanggulangan penyakit lele seperti ini bisa dengan cara menggunakkan daun sirih dan daun pepaya. Caranya, ambil 10 lembar daun sirih dan 10 lembar daun pepaya segar, lalu rebus dengan 1 liter air (1gayung) biarkan mendidih sampai air sat/susut menjadi tinggal 1 gelas. Setelah itu larutkan hasil rebusan air yang 1 gelas tadi dengan 10 gelas air bersih, hasil campuran inilah yang bisa digunakan, tebarkan larutan ini secukupnya pada permukaan air kolam yang terkena penyakit, dosis harus disesuaikan dengan luas kolam.

3. Asam lambung, 

lele yang terkena penyakit ini biasanya akan terlihat kembung karena berisi gas/angin dan cairan, untuk penyakit ini penanggulangannya bisa dengan cara seperti penanggulangan pada penyakit radang insang.

4. Penyakit jamur/radang kulit, 

biasanya pada kulit lele akan terlihat bercak-bercak putih, atau jika yang sudah parah kulitnya seperti terkelupas, untuk penyakit lele jenis ini, penanggulangannya bisa dengan ramuan seperti pada penanggulangan pada penyakit radang insang (no.2) hanya saja agar khasiat ramuan lebih efektif, sebaiknya ikan lele yang sakit direndam dalam baskom yang telah diisi dengan ramuan tersebut. jika jumlah ikan lele yang sakit banyak, penanggulangan penyakit lele bisa dengan cara seperti di bawah ini :
  1. Kuras air kolam 50%
  2. Siapkan baskom/wadah yang bisa menampung jumlah ikan yang akan diobati, isi dengan ramuan daun pepaya dan daun sirih (yang telah dicampur dengan air bersih 10:1)
  3. Masukan ikan lele kedalam baskom/wadah, waktunya disesuaikan saja, jangan terlalu lama, jika ikan lele terlihat sudah megap-megap, berarti sudah cukup.
  4. Kembalikan ikan lele ke dalam kolam, tambahkan air kolam seperti volume awal, sebaiknya gunakan air yang berkualitas baik (Sudah dikompos atau air yang sudah melalui proses persiapan untuk air kolam).
  5. Untuk membantu proses penyembuhan, boleh menebar cairan ramuan tersebut ke dalam kolam (cara no.2), ditambah dengan memasukan buah mengkudu yang sudah masak/mateng (cara no.1)

Ini hanyalah beberapa contoh cara penanggulangan penyakit lele dengan menggunakan bahan-bahan alami yang telah dilakukan oleh beberapa pembudidaya,

Sumber: Komunitas Lele Sangkuriang

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 02 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 2)

Lanjutan dari bahasan tentang Bahan Herbal dan Bahan Organik yang biasa digunakan dalam Budidaya Ikan Lele.

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1) 

14. Nanas (Ananas comusus Merr)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,




Cara Penggunaan: Tanam nanas di tanggul kolam
Target patogen: Hama dan predator kepiting yang sering merusak tanggul kolam
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, vitA, vitC, kalsium, fosfor, sukrosa, enzim bromelin, kalsium, natrium, delestrosa, magnesium besi.
Dosis efektif: Nanas dicacah lembut dan di campur tanah kolam dan diletakkan pada radius 0,5 m di sekitar lubang kepiting

15. Orang-aring (Eclipta alba)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis), bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah, Edward siella tarda penyebab bisul dan luka-luka pada kulit.
Kandungan aktif: Isoflavon oid, phytosterol, briterpenoid saponins (nicoline, ecliptine, α-terthienyl, α- terthienyl methanol, α-formyl, α-therthienyl thiophene, wedeloluctone, tanin.
Dosis Efektif: Daun dan batang dicacah dan dicampur air, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Dosis belum diketahui.

17. Pegagan (Centela asiatica)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target Patogen: Bakteri Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah dan borok.
Kandungan aktif: asiaticos ide, thankunside, madecassoside, brqahmocide, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tanin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.
Dosis Efektif: Konsentrasi larutan pegagan dengan dosis sampai 10 mg dalam 10 ml air dengan cara perendaman dapat meningkatkan respon ketahanan tubuh ikan terutama sel darah putih Dosis untuk penyakit bercak merah adalah 250 mg dari ekstrak daun pegagan dalam 1 liter

18. Petai cina, Kemlandingan, Lamtoro (Fam. mimesacea)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan.
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis) pada catfish (lele dan patin)
Dosis Efektif: 2 g daun dicacah untuk diberikan per 1 kg ikan

19. Pisang (Musa paradisiaca)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Ditebarkan ke dalam kolam Target patogen: Menurunkan pH kolam Kandungan aktif:Saponan, alkaloid, tanin, polifenol Dosis efektif :30 kg batang pisang dicacah dan ditebarkan pada kolam ukuran 24 m2 Untuk menurunkan pH air, batang dan bonggol pisang dicacah ukuran 1-2 cm, ditebarkan ke kolam selama 24 jam - Dapat sebagai media pakan alami, dengan dipotong ukuran agak besar dan dimasukkan ke kolam sehingga akan tumbuh jasad renik/cacing untuk pakan ikan

20. Sente (Alocasia macrorrhiza schott)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan Target patogen: Sebagai imunostimulan pertumbuhan, meningkatkan fekunditas telur hingga 12,5%
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, alocasin, tripsin, kemotripsin
Dosis efektif: Bonggol sente sumber protein pakan, bonggol dicacah diberi ragi tempe, setelah 3 hari proses fermentasi diberikan ke ikan secara teratur Diberikan 30% bobot badan diberikan 3 kali sehari

21. Sirih (Piper betle L.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: daun sirih mengandung minyak atsiri
Dosis Efektif: 2 g ekstrak daun dalam 60 ml air untuk perendaman ikan yang sakit. Perendaman untuk ichthyopht thirius multifilis selama 12 jam

22. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk obat luar atau perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: Phenol demetoksikurkum in, kurkumin, minyak atsiri xanthorrhizol, trimeron
Dosis Efektif: Rimpang segar direbus, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Untuk obat luar, rimpang segar diparut, dioleskan pada luka atau borok.

23. Ubi Jalar (Ipomoea batatas poir)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen : Sebagai imunostimulan dan mencegah stres selama transportasi
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol
Dosis efektif: 30 kg daun diremas-remas untuk mengangkut total 100 kg bobot ikan Sebagai pakan ikan dan pencegah stres selama transportasi, di dalam jerigen untuk 300 ekor benih, masukkan 20 lembar daun diremas. jika memakai kantong plastik, ambil cairan berwarna hijau dan berlendir dimasukkan ke air dalam kantong plastik.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 01 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1)

Bahan Hebal atau bahan Organik memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit yang ringan, sampai berbagai penyakit berat. Namun Bahan Bahan Hebal atau bahan Organik memerlukan ketekunan dan kesabaran dalam menggunakannya, karena biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Namun Bahan Hebal atau bahan Organik tentu lebih sehat dan aman untuk digunakan. selain itu, Bahan Hebal atau bahan Organik tersedia dilingkungan kita dan mudah untuk menggunakannya dengan harga yang relatif lebih murah.

Berikut Bahan Hebal atau bahan Organik yang bisa dan biasa digunakan dalam Budidaya Lele baik lele Sangkuriang Maupun Lele jenis lainnya.

1. Mengkudu

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat mengkudu bagi lele adalah dapat mengobati penyakit/gangguan yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophila. Mengkudu juga dapat mengurangi Kanibalisme pada Lele.
Caranya: Siapkan 1-2 buah mengkudu matang, 15 lembar daun pahit-pahitan, dan antibiotik enroflox acin sebanyak 1/3 sendok teh. Tumbuk buah mengkudu sampai halus kemudian rebuslah daun pahit- pahitan sampai mendidih, lalu ambil airnya. Campurlah bahan tersebut ke dalam 3 kg pakan, kemudian aduk hingga rata sekitar 3-5 menit. Herbal mengkudu siap diberikan pada lele yang sakit.

2. Daun Pepaya

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Stamina "sikumis" kerap menurun saat terkena air hujan yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan lele jadi malas makan dan malas bergerak. Untuk menghindari hal itu, berikan campuran 60 g garam dan cacahan 2-3 lembar daun pepaya setelah hujan turun.
Cara membuatnya, aduklah kedua bahan diatas pada 5 liter air, kemudian tuangkan ke kolam. Dengan cara seperti itu, stamina lele selalu prima.

3. Jahe

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Bibit lele yang berumur 3-4 minggu sering mendongak tanda terserang kembung, terutama saat musim hujan. Penyakit sering kali menjadi masalah yang cukup serius bagi pembenih karena dapat mengakibatkan kematian masal pada bibit hingga 80%. Nah, ekstrak jahe dapat diberikan kepada bibit lele agar bibit lele terhindar dari penyakit kembung.
Cara membuatnya, parut jahe sebanyak 10 gram dan campur dengan air. Lalu, tebarkan larutan di pada kolam seluas 1-2 m2. Dengan cara itu, bibit lele lebih tahan penyakit dan kematian pun dapat ditekan persentasenya.

4. Bawang Putih

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat bawang putih untuk lele adalah meningkatkan nafsu makan pada lele. Penggunaannya cukup mudah. Cukup siapkan 1 bonggol bawang putih. Kemudian bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu diambil airnya. Penggunaannya, cukup percikan air bawang putih tersebut ke kolam. Satu bonggol bawang putih bisa dipakai untuk kolam dengan luas 8 m2.

5. Ciplukan (Physalis angulata L)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Bakteri penyebab radang, kemerahan atau borok dan bengkak. 
Kandungan aktif: elaidic acid, Asam klorogenat, physalin
Dosis Efektif: Daun dan buah Ciplukan basah sebanyak (15-30 g) direbus dalam 100 ml air atau Ciplukan kering sebanyak (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu bisa digunakan untuk perendaman

6. Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan, jika populasi tanaman sudah padat.
Target patogen : Berfungsi untuk memperbaiki kualitas air.
Kandungan aktif : kalium, natrium, Si02, kalsium, magnesium, klorida, copper, mangan, carotene, polifenol, zat besi, saponin, delph inidin-diglucoside
Dosis efektif : Masukkan tanaman ini dengan populasi 20-25% bagian dari kolam

7. Gamal, Liridiyah (Glyriceridia sephium) atau kayu hujan

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Daun segar yang digunakan diremas dicampur air, disaring dan hasil saringannya yang dimasukkan ke kolam
Target patogen: Hama dan predator : ikan liar, ular, burung, kepiting, katak
Kandungan aktif: Saponin, flavonid, polifenol
Dosis efektif: 6 kg daun dicacah, kemudian dicampur dengan air, nah hasil saringannya kemudian dimasukkan ke kolam untuk luas 100m2, 2 hari kemudian bangkai predator mengapung, air dibuang dan air diganti 2-3 kali hingga air tidak terasa pahit lagi

8. Jambu Biji (Psidium guajava)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen: Bakteri : Aeromona shydrophila penyebab penyakit bercak merah
Kandungan aktif :Daun jambu biji kaya akan tanin, tripenoid, guaijavolic, oleanolic, asam ursolic, asam psidiolic dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol yang bersifat minyak esensial yang bekerja dengan menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas antioksidan.
Dosis Efektif : 4-5 g daun dicacah halus dicampur air 1 liter, dan selanjutnya dicampur dengan pakan. Dan 1-2 g daun dicacah halus dicampur air sebanyak 5 liter, digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam

9. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen :Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan Streptococcus agalactiae penyakit dengan gejala berenang tak beraturan, mata menonjol, badan kehitaman
Kandungan aktif :minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1
Dosis Efektif :5 g daun dicacah halus dicampur air 100 ml, hasil saringannya dicampur air digunakan untuk perendaman.

10. Ketapang (Temmalia cattapa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman Daun ketapang dijemur selama 6 jam lalu masukkan ke kolam selama 2-3 hari untuk menurunkan pH air sebelum ikan dimasukkan ke kolam. PH air yang terlalu tinggi (8-9) akibat penumpukan bahan organik.
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan untuk menurunkan PH.
Kandungan aktif: Tanin bersifat astringen
Dosis Efektif: Sebanyak 60 g daun dicacah halus dicampur dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman

11. Kunyit, Kunir Turmeric (Curcuma longa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan yang diberikan selama beberapa hari pada ikan yang sakit
Target patogen: Bakteri : Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah (borok)
Kandungan aktif: Curcomin, curcuminoid, desmethoxycurcu min, bidesmethoxycur cumin,pati, tanin, damar, sesgnitepen alkohol, borneol, phellandrene, turmerone, zingiberene, artormeroner Dosis Efektif : 1.0 g kunyit dihaluskan atau dibuat bubuk dan dicampurkan dalam 1 kg pakan

12. Lidah Buaya (Aloe vera)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perend aman menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwana putih
Target patogen: Bakteri penyebab borok/luka, keradangan, bengkak dan kemerahan
Kandungan aktif : Alkaloid Dosis Efektif:Daging daun yang berwarna putih dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman. Dosis belum diketahui

13. Meniran (Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria Linn.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman selama 5 jam
Target patogen:Bakteri Aeromonas hydrophila, penyakit bercak merah dan borok, Edwarsiella tarda penyakit bisul dan luka pada kulit
Kandungan aktif:filantin, hipofilantin, hipotetralin, nirantin, nir tetrakin
Dosis Efektif : 5 g daun yang sudah dibuat bubuk dicampur air 1 liter untuk perendaman selama 5 jam Jika dicampur pakan dibutuhkan 20 g daun dicacah halus dan dicampur dalam 1 kg pakan

Sumber: Solusi Petani Organik (Facebook Group)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 18 Februari 2014

Cegah dan Basmi E-Coli dan Salmonella dengan Bakteri Asam Laktat (BAL)

Pernahkan ada yang bilang kepada anda jangan menggunakan Kohe karena takut ada bakteri jahat yang terkandung didalamnya, salah satunya Kohe kambing karena ditakutkan mengandung bakteri e coli. Ya memang bisa jadi demikian adanya, salah satu resiko menggunakan bahan Kohe ini adalah "Ada Kemungkinan" tidak selalu karena setau ane sangat kecil kemungkinannya. Nah karena hal ini kemudian berkembang menjadi ke arah jorok dan tidak higienis. Tapi ah sudah lah sudah berlalu ane tidak ingin membahas kearah ini supaya tidak terjadi debat kusir.

Analisis, Artikel, GWS, Herbal, Lele Sangkuriang, NWS, Organik, Probiotik, Red Water System, Lactobacilus
Berikut Definisi tentang 2 bakteri ini.
Escherichia coli, merupakan jenis E. coli yang patogen terhadap manusia dan banyak menyebarkan penyakit pada manusia.

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne.

Sumber: id.wikipedia.org

Yang pengen ane bahas adalah, kalaupun memang dalam kohe yang kita gunakan untuk "MEMUPUK/MENGOMPOS KOLAM" ada bakteri e. colinya, tidak perlu panik. Caranya adalah melakukan pencegahan dengan menggunakan BAL (Bakteri Asam Laktat). Sebagian BAL (Salah satunya adalah Lactobacillus) dapat mengurangi jumlah bakteri patogen (E. coli O157 dan Salmonella.) secara efektif pada hewan ternak.

Dalam budidaya lele sangkuriang, implementasi/penerapannya bisa dilakukan menggunakan 2 cara yaitu:
1. Lewat Pakan
Pengaplikasianya adalah dengan cara membibis pakan menggunakan campuran air yang mengandung bakteri asam laktat.

2. Lewat air Kolam
pengaplikasian metode ini adalah dengan cara mencampurnya kedalam air kolam, salah satu teknik yang menerapkan teknik ini adalah sistem RWS (http://komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/2014/01/standar-pelaksanaan-sop-natural-water-system-budidaya-lele.html).

Nah gampang kan ternyata, so gak usah terlalu panik dan khawatir, namun tetap waspada dan bijak.

Pelajari cara membuat BAL:
http://komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-ramuan-organik-ternak-roter-untuk-lele-sangkuriang.html

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 13 Februari 2014

Tips - Cara Memperbanyak EM4

Harga EM4 dipasaran memang tidak bisa dikatakan murah ataupun mahal, harganya relatif tentu. Namun untuk penggunaan dalam porsi banyak, tentu akan sangat menguras modal dan pembiayaan kita kan. EM4 adalah probiotik yang digunakan untuk mengurangi polusi pada kolam ikan lele. Cara penggunaannya bisa dengan memasukan EM4, yang dicampur air, ke kolam. Atau bisa juga sebagai campuran makanan lele.

Tips dan Trik, Tutorial, Herbal, Panduan, EM4
Nah apakan ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak EM4? agar bisa digunakan sesering mungkin dan sebanyak mungkin? ada dong. Adapun cara memperbanyak EM4 ini adalah:

Resep/Cara 1

Alat dan Bahan :
  1. Em 4 = 1 liter
  2. Air gula merah = ½ kg + 1 liter air
  3. Sari buah nenas (4 buah) + 38 liter
  4. Jerigen isi 40 liter

Cara Pembuatan
Campur semua bahan dalam wadah tertutup/jeregen, lalu tutup rapat wadah selama seminggu, em4 siap pakai.

Resep/Cara 2
Alat dan Bahan :
  1. 3 liter cairan EM 4 ( 3 botol @ 1 liter)
  2. Drum plastic 200 liter
  3. 500 gr gula merah / putih
  4. 180 liter air
  5. 0,5 kg terasi yang sudah dicairkan dengan air secukupnya (opsional untuk hasil yang lebih baik)

Cara Pembuatan
Campur semua bahan dalam wadah tertutup/jeregen, lalu tutup rapat wadah selama seminggu, em4 siap pakai.

Resep/Cara 3
Alat dan Bahan
  1. Tetes tebu 3 liter
  2. Em-4 2 liter
  3. Air 95 liter
  4. Kantung plastik/drum (ada tutup)
  5. Tali

Cara Pembuatan :
  1. Dicampur air, tetes tebu dan em-4
  2. Diikat atau ditutup
  3. Dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 06 Februari 2014

Cara Membuat Ramuan Organik Ternak (ROTER) untuk Lele Sangkuriang

Heboh tentang penggunaan rabal, sepertinya akan segera berganti dengan ramuan yang satu ini. Namanya Ramuan Organik Ternak atau lebih dikenal dengan Roter. Konon katanya menurut siempunya, ramuan ini dapat mempercepat pertumbuhan lele sangkuriang hingga 45 hari. Maksudnya lele sangkuriang dapat dipanen dalam 45 hari. wuih mantab kan? ayo kita lihat dan praktekan cara pembuatannya.

Fakta dan Data, Herbal, Kisah, Sukses, Lele, Sangkuriang, Organik, Pakan, Alternatif, Panduan, Panen, Rahasia, Tips dan Trik, Tutorial
Rumput Laut - Bahan pembuatan ROTER
Pembuatan ROTER by Manjel.Dech
bahan A:
Rumput laut: 1 kg, jika tidak ada bisa diganti dengan azzola
Pisang: 10 buah
Nanas: 1 Buah
Yoghurt: 1 liter, jika ga ada boleh di ganti dg susu murni / yakult
Usus kambing atau sapi: 500 gram
Gula merah: 1 kg
Ragi tape: 1 butir
Air kelapa: 5 liter

Cara membuat:
Rumput laut atau azolla, pisang dan nanas di blender sampai halus
Usus kambing atau sapi di cingcang halus (blender lebih baik)
Didihkan gula merah dengan air 1 liter, biarkan larutan gula merah dingin
Campurkan semua bahan, kemudian aduk-aduk bahan selama kurang lebih 3-5 menit
Fermentasikan campuran selama 10-12 hari dalam wadah tertutup (Jerigen atau ember tertutup).

CATATAN:
setiap 2-3 hari sekali larutan fermentasi ini dikocok selama kurang lebih 5 menit
Untuk pemakaian, dosis 10 ml dicampur air 20 liter untuk fermentasi pakan/pembuatan pelet dan untuk kolam 10 ml untuk luas 1 m2

Cara memperbanyak Ramuan Organik Ternak (ROTER):

Ambil 1 liter ramuan ROTER
Gula 2 kg
air leri beras 5 liter
air kelapa 5 liter
air (mata air/sumur) 10 liter (didihkan dulu)
susu murni 2 liter
dedak 1 kg
terasi matang 1/4 kg

Untuk memperbanyak, campurkan semua bahan diatas kemudian fermentasi larutan selama 7 hari

CATATAN: jika larutan berbau busuk artinya gagal silahkan buang saja, jika larutan berbau wangi tape artinya berhasil pembuaran Ramuan Organik Ternak, PEngambilan larutan bisa setiap minggu. ambil 2-3 liter tiap minggunya untuk keperluan ternak anda, kemudan ganti/tambah air kelapa dan gula 1 kg sebanyak yg diambil, larutan ini bisa bertahan sampai 1 tahun. Begitu seterusnya.

Sumber: Solusi Pertanian Organik
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik/cara-buat-roter/416657258453052

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 02 Februari 2014

Ramuan Herbal untuk mengatasi Lele yang Kembung

Sharing is Caring, slogan ini memang ajib, terbukti dengan selalu bertambahnya ilmu saat kita berbagi ilmu dengan yang lain. hehe. Nah salah satu Ilmu yang bisa dipelajari adalah pembuat Ramuan herbal (lagi-lagi ramuan herbal haha) yang kata siempunya postinngan dapat mengatasi Lele Yang mengalami kembung. Oke dah langsung di comot dari TKP:

Fakta dan Data, Herbal, Kendala, Penyakit, Tips dan Trik,
Browsing di internet nemu ramuan herbal ini dan setelah saya praktekkan ternyata ampuh juga buat nyembuhin lele yang kembung. bagi master2 lele yg ingin menyempurnakan silahkan.

Bahan-bahannya:
  1. Batang serai 3
  2. Bawang putih 100 gram.
  3. Kunyit 250 gram.
  4. Lada 100 gram.
  5. Kencur 200 gram.
  6. Temulawak 200 gram.
  7. Gula merah 500 gram
  8. Air 5 liter.

Cara membuat
  1. Bawang putih, kunyit, lada, kencur, temulawak dihaluskan bersama gula merah.
  2. Rebus hingga mendidih, lalu masukkan batang serai ke dalamnya. Tunggu hingga aroma batang serai meruap. Kemudian semua bahan-bahan yang telah dihaluskan dimasukkan. Panaskan dan aduk hingga merata semua bahan tercampur.
  3. Kurang lebih 30 menit direbus dan sudah didapat aroma jamu meruap bahan bisa didinginkan terlebih dahulu. Air rebusan bisa ditambahkan 2-3 liter air. Saring air rebusan dan masukkan kedalam wadah, botol atau galon untuk menampung jamu.

Dosis pemakaian
100 ml + 1 liter air untuk kolam ukuran 4 x 2 meter..Diberikan 3-4 hari sekali.
Selamat mencoba...
(dalam prakteknya saya menambahkan 3 genggam garam dalam kolam)

Sumber: https://www.facebook.com/wongso.gank

Diambil dari Group Komunitas Lele Sangkuriang

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 29 Januari 2014

Tips - Cara gampang dan murah membuat Ramuan Herbal untuk Kolam Lele

Rame-rame pembahasan tentang ramuan herbal atau rabal membuat saya jadi teringat saya belum mempostingkan cra untuk membuat ramuan herbal untuk mengompos air. Ramuan herbal ini saya gunakan dikolam dengan teknik organik, atau biasa orang bilang GWS atau apalah. pokoknya fungsinya untuk mengondisikan air supaya stabil, dan jika di tanami bibit lele, lele menjadi nyaman, tidak perlu ganti air kolam, tidak perlu sirkulasi, dan lain sebagainya.

Ramuan herbal ini saya dapatkan dari berbagai sumber. Silahkan coba dan amati. Ingat selalu bijak dalam menggunakan ramuan-ramuan herbal. Walaupun bahan yang dipakai adalah bahan alami, jika diberikan secra berlebihan atau tidak seimbang maka akan kurang maksimal khasiatnya.

Analisis, Fakta dan Data, GWS, Herbal, Kendala/Penyakit, Kolam Lele, Lele Sangkuriang, Organik, Panduan, Rahasia, Tips dan Trik,
Namun satu hal yang pasti, bahan-bahan yang digunakan membuat ramuan herbal ini sangat murah dan dapat dijumpai di lingkungan sekitar kita. Oke langsung saja.

Bahan-bahan
  1. 5 Liter Air Bersih
  2. 10 Lembar Daun Pepaya Jantan
  3. 10 Lembar Daun Sirih
  4. 10 Lembar Daun Ketapang
  5. 10 Lembar Daun Jawer Kotok
  6. 1 Kilogram Arang kayu
  7. 1 Kilogram Kotoran Kambing, disarankan kotoran kambing basah atau becek karena bercampur dengan air kencing (Jangan yang bulat-bulat).

Cara Pembuatan
Cara pembuatan ramuan herbal kolam lele ini, sangat mudah, anda tinggal merendam saja bahan-bahan tersebut di menjadi satu  pada wadah khusus, anda bisa menggunakan ember atau galon, lalu biarkan dan diendapkan selama dua minggu dan ramuan herbal kolam lele ini siap digunakan.

Cara penggunaan Ramuan Herbal pada Kolam:

Campurkan 4 (empat) tutup botol aqua (+ 20cc) ramuan herbal kolam lele dengan 5 (lima) liter air, tambahkan dengan 2 (dua) sendok makan garam dapur. Setelah tercampur dengan baik, ramuan herbal kolam lele tersebut bisa segera dimasukan pada kolam lele sangkuriang. komposisi ini adalah untuk kolam berukuran 10 m persegi. Jadi jika kolam anda lebih besar atau lebih kecil dari 10m persegi, tinggal disesuaikan saja.

Caranya memasukan ramuan herbal kolam lele ini adalah cairan yang sudah dicampur dengan garam dan air bersih tadi disebar merata pada permukaan air kolam. Waktu pemberiannya ramuan herbal ini harus bersamaan dengan proses pengomposan. 

Selamat mencoba membuat ramuan herbal untuk kolam lele

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 15 Januari 2014

Mengenal Lebih Jauh Alga Hijau (Chlorella Pyrenoidosa)

Chlorella Pyrenoidosa adalah alga hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, air laut, dan pada tempat-tempat yang basah. Alga ini memiliki tubuh seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat kloroplas yang berbentuk mangkuk. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dengan membelah diri. Setiap selnya mampu membelah diri dan menghasilkan empat sel baru yang tidak mempunyai flagel. Alga ini digunakan di laboratorium untuk penyelidikan fotosintesis.

Artikel, Analisis, Fakta dan Data, Herbal, GWS,Management Air,
Chlorella adalah whole food, sumber paling bagus bagi protein, karbohidrat, seluruh jenis vitamin B, C, E, dan mineral langka (dengan zat besi dan zat seng dalam jumlah yang cukup untuk dianggap sebagai suplemen). Hampir-hampir chlorella merupakan makanan yang paling lengkap dan mengandung vitamin B12 yang tinggi. Chlorella lebih banyak mengandung klorofil per-gramnya dari pada tumbuhan manapun di dunia.

PERBEDAAN ALGA SPIRULINA DENGAN ALGA CHLORELLA

Kandungan pigmen/zat warna Alga Spirulina adalah klorofil (hijau), Karotenoid (jingga), Betakatoten (jingga kemerahan), dan Phycocianin (biru). Secara garis besar kandungan nutrisi pada Alga Spirulina adalah sebagai berikut:
  • Protein 60-70%,
  • Karbohidrat 15-25%,
  • Lemak 6-8%,
  • Mineral dan vitamin 7-13%,
  • Serat 8-10%.
Sementara, Alga Chlorella hanya mengandung pigmen klorofil (hijau) dan kandungan nutrisinya secara umum adalah:
  • Protein 45%,
  • Karbohidrat 20%
  • Lemak 20%
  • Mineral dan vitamin 10%.
  • Serat 5%

Alga Chlorella Pyrenoidosa juga digunakan untuk menghilangkan nutrient dan logam berat pada air limbah. Mikroalga ini dapat diaplikasikan dalam bidang budidaya terutama untuk menjaga kualitas air terhadap kandungan amonia, nitrat dan meningkatkan kandungan oksigen dalam air, khususnya pada kolam ikan.

CIRI ALGA CHLORELLA

Bentuk sel Chlorella bulat atau bulat telur, merupakan alga bersel tunggal (uniseluler), dan kadang-kadang bergerombol. Chlorella memiliki diameter sel berkisar antara 2 − 8 mikron, berwarna hijau karena klorofil merupakan pigmen yang dominan. Dinding selnya keras terdiri dari selulosa dan pektin. Sel ini mempunyai protoplasma yang berbentuk cawan. Chlorella dapat bergerak tetapi sangat lambat sehingga pada pengamatan seakan-akan tidak bergerak.

HABITAT ALGA CHLORELLA

Menurut habitat hidupnya, ada dua macam Chlorella yaitu Chlorella yang hidup di air tawar dan Chlorella yang hidup di air laut. Chlorella bersifat kosmopolit yang dapat tumbuh dimana-mana, kecuali pada tempat yang sangat kritis bagi kehidupan.

CARA BUDIDAYA ALGA CHLORELLA DALAM KOLAM TERPAL

Chlorella sp merupakan salah satu phytoplankton yang dapat menjadi media untuk budidaya Budidaya Moina sp. Kegiatan kultur massal Chlorella sp dapat dilakukan dalam bak fiber, bak beton ataupun bak kayu yang dilapisi terpal bagi skala rumah tangga. Dalam usaha rumah tangga kultivasinya dilakukan baik sebagai media utama produksi moina ataupun pakan alami bagi larva ikan, penggunaan kolam terpal dapat dilakukan dengan ukuran 1 X 2,5 X 1 m dengan volume air sebagai media yang digunakan sebanyak 1 ton.

Bahan yang digunakan adalah Klorin, TSP, Urea, Dedak, Tepung kedelai, dan tepung ikan.

Adapun prosedur kultur Alga Chlorella sp. skala rumah tangga adalah sebagai berikut :
  1. Media pemeliharaan disaring dengan filter, kemudian air disterilkan dengan klorin 10 ppm dan di aerasi kuat selama 24 jam.
  2. Air media sebanyak 1.000 liter dimasukkan kedalam kolam pemeliharaan.
  3. Inokulan Chlorella sp. sebanyak 10 liter dimasukkan kedalam air media sehingga total volume yang terisi dalam kolam pemeliharaan adalah 4.000 liter.
  4. Pupuk teknis yang terdiri dari : Urea 300 gram, TSP 300 gram, tepung ikan 150 gram, tepung kedelai 150 gram, dan dedak 300 gram dimasukkan kedalam air media kemudian diaduk dan di aerasi.
  5. Chlorella sp dapat dipanen setelah 4-5 hari pemeliharaan.
  6. Untuk kultur Alga Chlorella sp tahap selanjutnya dilakukan dengan memindahkan inokulan sebanyak 10 liter yang disaring dengan filter kolam kedalam kolam budidaya yang sudah disterilkan
  7. Kultur selanjutnya dilakukan dengan tahapan seperti tersebut diatas dan dilakukan secara berkesinambungan dengan tetap menjaga tingkat kemurnian Alga Chlorella sp.

BEBERAPA MANFAAT ALGA CHLORELLA UNTUK KESEHATAN MANUSIA :

  1. Kandungan klorofil yang tinggi menjadikan Alga Chlorella sebagai alat detoksifikasi yang hebat yang dengan izin Allah Ta’ala dapat membuang logam berat (merkuri, kadmium, timah, dsb) dan pestisida dari dalam tubuh. Detoksifikasi logam berat dan racun kimia lain dalam tubuh akan membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk memulai proses ini tergantung berapa banyak chlorella yang dikonsumsi. Aksi pembersihan chlorella pada sistem pencernaan dan sistem pembuangan yang lain membantu darah tetap bersih. Darah yang bersih dapat memastikan bahwa sampah hasil metabolisme akan terbuang dari jaringan secara efisien.
  2. Kandungan klorofil yang tinggi dari chlorella dapat membantu menghilangkan bau mulut dan bau badan kronis hanya dalam beberapa hari.
  3. Chlorella dapat membantu mengatasi konstipasi/sembelit, memperbaiki sistem imunitas pencernaan, menawarkan racun dari tubuh, mempercepat penyembuhan, melindungi tubuh dari radiasi, membantu mencegah penyakit degeneratif, membantu penanganan infeksi jamur Candida albicans, menangani penyakit radang sendi, dan membantu program penurunan berat badan.
  4. Klorofil dalam chlorella efektif melawan penyakit Anemia dan menstimulasi produksi sel darah merah dalam tubuh. Chlorella juga membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh dan otak. Karena hal inilah maka mengapa chlorella sering disebut sebagai makanan otak.
  5. Membantu melawan kanker yang meliputi kemampuan memperbaiki kerusakan DNA dan mempengaruhi ekspresi gen.
  6. Chlorella bersifat basa, sehingga membantu menyeimbangkan pH tubuh. Penting bagi kita untuk menyeimbangkan pH tubuh sekitar 7,2 – 7,4 pH netral. Diet atau pola makan yang terdiri dari makanan yang bersifat asam seperti junk food, makanan olahan, daging merah olahan, dan soft drink yang memiliki pH 2,7 adalah awal dari kebanyakan penyakit. Pada umumnya bakteri dan virus tidak dapat hidup dengan baik dalam kondisi basa.
  7. Chlorella melindungi tubuh dari radiasi sinar ultraviolet, menormalkan gula darah dan tensi.
  8. Chlorella yang mengandung Chlorella Growth Factor (CGF) dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan berpotensi sebagai nutrisi anti kanker. Chlorella juga membantu memperbaiki jaringan saraf dalam tubuh dan sangat bernilai dalam mengatasi penyakit otak dan kelainan saraf.
  9. Chlorella membantu proses pencernaan makan menjadi lebih baik, dan memberikan energi bagi tubuh.
  10. Chlorella membantu meningkatkan regenerasi sel, sehingga hal ini dapat memperlambat proses penuaan.
  11. Chlorella dapat membuat tulang dan pembuluh darah menjadi kuat.

EFEK SAMPING :

Beberapa efek samping dari alga chlorella telah dilaporkan dalam bentuk gangguan lambung dan usus. Apabila anda telah mendapatkan reaksi alergi, maka berhenti dulu mengonsumsinya sampai gejala alergi telah hilang, kemudian mulailah lagi dengan dosis yang lebih rendah.

Sumber: Achmad Jauhari (Arie), Direktur Utama Radio KISS FM dan KISS TV Kabel Banda Aceh.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Sabtu, 28 Desember 2013

Hasil Penelitian Herbal Lele Sangkuriang Abah Nasrudin Bogor

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE CAIRAN "HERBAL LELE" ABAH NASARUDIN BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH

Seperti yang kami sebutkan pada artikel sebelumnya, bahwa sang Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin dari Bogor itu akan mengajarkan semua hal tentang Budidaya Ikan Lele yang baik kepada siapapun yang datang berguru padanya, kecuali satu hal yang ia rahasikan, yaitu Herbal Lele hasil produksi-nya yang diberikan kepada para Sarjana Lele Indonesia (SLI).
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data

Setiap orang yang datang belajar budidaya lele pada Farm milik Abah Nas di Bogor itu selalu diberi oleh-oleh saat pulang ke daerah masing-masing berupa 1 (satu) botol Herbal Lele tersebut. Penggunaan herbal itu sendiri kabarnya hanya sekali saja dilakukan pada saat mempersiapkan air kolam hingga air berubah warnanya menjadi hijau sebelum benih ikan ditebarkan. Selanjutnya untuk menghijaukan air kolam-kolam berikutnya cukup diberi pancingan air kolam yang sudah hijau karena herbal tersebut.

Apa sesungguhnya kandungan dari Herbal Lele yang dirahasiakan oleh si pembuatnya itu? Mas Mohamad Sholihin dari Kota Bogor juga mengirimkan sample cairan Herbal Lele produksi Abah Nas itu ke Kota Banda Aceh untuk di periksa juga oleh Prof Ibnu Sahidhir di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh.

Berikut hasil pemeriksaan sementara terhadap kandungan isi Herbal Lele itu :
  1. Cairan Herbal Lele Abah Nasarudin ber-bau Asam Laknat.
  2. Terdapat banyak Paramecium yang bergerak dengan menggetarkan silianya. Paramecium adalah salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350 um. Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi).
  3. Terdapat banyak bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria), adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat. Berdasarkan taksonomi, terdapat sekitar 20 genus bakteri yang termasuk bakteri asam laktat. Beberapa bakteri asam laktat yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.

    Bakteri asam laktat dapat melindungi dari pencemaran bakteri patogen, meningkatkan nutrisi, dan berpotensi memberikan dampa positif bagi kesehatan manusia.

    Kehadiran bakteri asam laktat yang sangat banyak dan padat pada cairan Herbal Abah Nas ini diduga dari hasil Fermentasi air seni dan kotoran hewan (kambing) beserta buah-buahan, dedaunan atau akar pohon tertentu.
  4. Terdapat unsur pelepah pohon pisang.
  5. Cairan herbal terdapat banyak kotoran.
  6. Kandungan herbal secara umum adalah amoniak hewan dan fosfat.

Kesimpulan sementara :

Isi herbal lele produksi Abah Nasarudin Bogor diduga terbuat dari hasil fermentasi air seni dan kotoran hewan (diduga kambing) dengan buah-buahan/pohon/akar tumbuhan tertentu sehingga menghasilkan banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria).

Dibutuhkan waktu dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komposisi bahan yang digunakan untuk produk herbal tersebut.

Penggunaan kotoran hewan sebagai pendukung budidaya ikan lele sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan dapat memicu kehadiran bakteri gram negatif seperti E-coli (Escherichia coli). Kini negara-negara di Eropa sangat mewapadai penyebaran bakteri E-Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor produk makanan dari sejumlah negara Asia yang dideteksi mengandung bakteri E-Coli.

Terlampir foto-foto hasil pemeriksaan Herbal Lele produksi Abah Nasarudin menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh:

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor


Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.


Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Penelitian Air Kolam Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE AIR KOLAM DARI FARM LELE ABAH NASARUDIN DI BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH 

(Air Kolam Usia 2 Tahun)

Kabar berita tentang keunggulan air kolam farm lele milik Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin di desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat semakin membahana ke seantero nusantara dan negara-negara tetangga setelah di ekspose oleh sejumlah media televisi swasta nasional yang juga diupload diYoutube.

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia,Fakta dan Data

Abah Nas yang tidak mengenyam pendidikan tinggi itu telah berhasil merintis usahanya dari nol hingga melahirkan ratusan pembudidaya lele hasil didikannya yang berasal dari Aceh hingga Papua dan negeri jiran yang lulusannya diberi gelar SLI (Sarjana Lele Indonesia). Semua hal dari pengalamannya selama ini melakukan budidaya ikan lele diajarkan kepada anak didiknya hanya dalam 3 (tiga) hari kuliah di Gadong Bogor, kecuali satu, yaitu tentang produk Herbal Ajaib-nya yang dirahasikannya itu.

Dalam diskusi singkat saya dengan Prof Ibnu tentang air kolam Abah Nas itu, memunculkan beberapa dugaan bahwa mungkin air kolam beliau mengandung Alga Spirulina Air Tawar yang Abah Nas sendiri tidak tau akan hal itu. Kehadiran Alga Spirulina dalam air kolam memang dapat membuat ikan lele semakin tahan banting dalam segala cuaca.

Untuk memastikannya, kami membutuhkan sedikit saja sample air kolam Abah Nas di Bogor itu untuk bisa kita periksa di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee Aceh agar rasa penasaran itu bisa segera terjawab.

Alhamdulillah, ada seorang teman baik kita, Mohamad Sholihin dari Kota Bogor yang siap membantu untuk mengambil langsung sample air kolam milik Abang Nas di Desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat untuk dikirimkan langsung ke Kota Banda Aceh yang akhirnya tiba pada hari Jum'at kemarin (27/12/2013) via JNE. Terima kasih banyak mas Sholihin atas perjuangannya.

Dibawah guyuran hujan lebat kami membawa 2 botol sample air kolam dan 1 botol sample Herbal Ajaib milik Abah Nas dari Kota Banda Aceh kepada Prof. Ibnu Sahidhir yang telah menunggu kedatangan kami di Laboratorium BBAP Ujung Batee di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Berikut ini kami paparkan hasil pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun dari farm lele milik Abah Nasarudin Bogor yang periksa menggunakan mikroskop digital di Laboratorium beliau sebagai berikut :
  1. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Alga Spirulina ukuran 83,07 um, terdapat juga Alga Chlorella ukuran 7,54 um, dan Alga Closterium Moniliferum.
  2. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Bakteri Filamen.
  3. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung Phytoplankton Coscinodiscus ukuran 27,16 um sebagai penyerap silikat.

Kesimpulan Sementara :

Kualitas air kolam 2 tahun itu sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele karena mengandung Alga Spirulina, Alga Chlorella, Bakteri Filamen dan Phytoplankton Coscinodiscus. Keadaan air kolam seperti itu diduga akibat pemberian Herbal Ajaib produksi Abah Nasarudin yang dirahasiakan komposisinya itu yang juga akan kami paparkan hasil pemeriksaan Laboratorium-nya untuk teman-temansemua pada tulisan artikel berikutnya.

Pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun itu akan dilakukan lebih lanjut oleh Prof Ibnu Sahidhir pada kesempatan selanjutnya.

Berikut Foto-foto hasil penelitian/pemeriksaan air kolam menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh.
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Chlorella dan Alga Closterium Moniliferum
terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor
Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.

Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 12 Desember 2013

Penggunaan Pupuk Kandang untuk Menumbuhkan Plankton

Pupuk kandang ialah olahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. pupuk kandang adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau.

Selain menjadi salah satu dari masukan dalam bercocok tanam, pupuk kandang merupakan bahan baku bagi berbagai resep pupuk organik cair.

pupuk kandang, kolam lele, lele sangkuriang
Pupuk kandang (wikipedia.org)
Zat hara yang dikandung pupuk kandang tergantung dari sumber kotoran bahan bakunya. pupuk kandang ternak besar kaya akan nitrogen, dan mineral logam, seperti magnesium, kalium, dan kalsium. pupuk kandang ayam memiliki kandungan fosfor lebih tinggi. Namun demikian, manfaat utama pupuk kandang adalah mempertahankan struktur fisik tanah sehingga akar dapat tumbuh secara baik.
Ppupuk kandang yang berasal dari Kotoran Hewan untuk menumbuhkan plankton pada budidaya ikan lele (baik lele sangkuriang ataupun lele jenis lainnya) lebih aman digunakan karena :
  • berasal dari bahan organik (bukan kimia)
  • tidak akan meningkatkan COD (yang menyebabkan kadar oksigen terlarut berkurang)
  • tidak meracuni ikan akibat akumulasi NH3 dan NO2
  • tidak terikat dengan lumpur didasar kolam yang dapat meningkatkan keasaman tanah

Penggunaan pupuk kandang memang terkadang akan menyebabkan tumbuhnya bakteri patogen di kolam, untuk itu 1-2 hari sebelum bibit masuk perlu dilakukan sterilisasi pada air kolam untuk membunuh virus bakteri dan jamur pada kolam.

Dan menumbuhkan bakteri positif pada kolam dengan probiotik yang disiramkan ke kolam. Untuk sterilisasi air kolam dapat menggunakan EM4, sedangkan untuk mengisi bakteri positif pada air kolam dapat menggunakan bahan bahan herbal untuk meminimalkan amoniak dan bahan beracun lainnya.

Catatan:  pupuk kandang dan Kotoran hewan secara fungsi itu berbeda, pupuk kandang adalah kotoran hewan yang sudah melalui proses fermentasi terlebih dahulu (bakteri patogen sudah mati).

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 26 November 2013

Mengenal Green Water System

Guna mengkultur mikro-alga dalam pembuatan Green Water pada skala besar, komponen terpenting yang paling dibutuhkan adalah mikro-alga murni. Ada beberapa spesies mikro-alga yang dimanfaatkan dalam pembuatan Green Water secara umum, diantaranya Scenedesmus sp. dan Botryococcus sp.

Kedua spesies tersebut, memiliki kepekatan warna hijau yang cukup tinggi, tetapi dengan warna hijau yang menarik dan laju pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi sehingga 'blooming algae' yang sangat mengganggu bisa dihindari dan dapat diketahui juga waktu dimana alga tersebut harus dipanen dan mati. Dengan kelebihan khusus itu, aplikasi dari teknik Green Water ini kolam akan tetap berwarna hijau cerah.

Membentuk sistem Green Water itu sebenarnya sangat mudah, cukup dengan mengkultur mikro-alga spesies murni yang diinginkan (bisa Scenedesmus sp, Botryococcus sp, ataupun Spirulina sp yang terkenal paling kuat kemampuannya mencerahkan warna ikan).

Dengan menggunakan perbandingan 1/3 bibt mikro-alga murni dan 2/3 media air tawar, serta penambahan pupuk khusus modifikasi TSP ZA dan UREA yang dibuat dalam bentuk konsentrat, dan juga bantuan aerasi dari pompa kolam Venturi, maka mikro-alga yang diinginkan sudah bisa dikultur dengan baik. Prinsip dasar dari pertumbuhan mikro-alga ini adalah dengan memanfaatkan nutrisi pupuk serta kotoran ikan dan sinar matahari yang biasa disebut dengan proses foto sintesis.

Pemakaian mikro-alga ini dapat menghemat penggunaan filter karena kotoran ikan secara menyeluruh akan diserap dan dimanfaatkan alga untuk pertumbuhannya. Pertumbuhan mikro-alga dilakukan secara aseksual dengan pembelahan sel. Dengan bertumbuahnya alga tersebut, maka kadar ammonia (NH3) dan CO2 di dalam air dapat ditekan dan kadar Oksigen akan meningkat melalui proses foto sintesis.

Sangat bagus sekali jika ingin menggunakan alga yang mengandung Beta Karoten tinggi seperti Scenedesmus sp. yang sangat cocok diterapkan untuk kolam-kolam pembesaran burayak/benih ikan. Nutrisi benih ikan akan terpenuhi dan nafsu makannya jadi bertambah.Semakin tinggi kadar Oksigen terlarut di dalam air kolam, maka nafsu makan ikan pun akan bertambah. Dan ini akan bagus untuk pertumbuhan ikan.

Satu-satunya kekurangan dari teknik Green Water ini adalah pada malam hari alga akan melakukan proses respirasi yang menghasilkan CO2 sehingga kadar Oksigen dalam air kolam akan berkurang, oleh karena itu dalam teknik Green Water ini kepadatan ikan harus dibatasi, dan pada malam hari kadar oksigen bisa ditingkatkan dengan menggunakan "Venturi Air System" yang berperan melarutkan oksigen dengan air kolam, dengan teknik ini kita akan dapat mewujudkan lingkungan yang sangat kondusif bagi pemeliharaan ikan di kolam.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengaplikasikan teknik Green Water pada kolam terpal dan beton agar air cepat menjadi Hijau adalah :
  1. Isi kolam dengan air bersih yang terbebas dari kadar besi (Fe) dan Mangan (Mn) dengan ketinggian air 30-40 cm. Bila menggunakan air dari sumber mata air atau sumur, maka kehadiran spesies mikro-alga perlu dipancing dengan cara pemupukan menggunakan pupuk Urea sebanyak 8 gram/m3 dan Kapur Dolomit sebanyak 200 gram/m3, keduanya ditebar secara merata pada permukaan kolam pada saat pagi hari setelah matahari mulai terbit.
  2. Dibolehkan memberi perlakuan probiotik sebanyak 10 ml/m3 air dan ditebar merata pada permukaan air kolam.
  3. Melakukan pemberian kapur Dolomit dan pupuk Urea selama 3 – 5 hari berturut-turut sampai diperoleh warna air yang hijau cerah.
  4. Jika telah diperoleh warna air yang hijau, maka berarti air kolam sudah siap untuk ditebar benih ikan, tetapi secara berkala masih perlu dilakukannya maintenance (perawatan) pada air kolam, agar warna hijau tetap terus stabil.

Sumber: Member Komunitas Lele Sangkuriang

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers