Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Penting, Bijak dalam memilih pakan Alternatif untuk Lele

Harga pelet akhir-akhir ini meingkat tajam (Update tanggal: 12/19/2014). Hal ini di perparah dengan naiknya harga BBM. Hal ini tentu saja membuat kalangan petani ikan, terutama lele yang menggunakan pelet sedikit mengelus dada. apalagi harga konsumsi lele yang merosot dan tidak dapat memenuhi target penghasilan yang diharapkan.

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Rahasia, Panduan,
Sebagian besar petani/peternak lele beralih menggunakan pakan alternatif, dari mulai roti bs, sosis bs, ayam tiren, usus, dll. Hal ini tentu menjadi solusi bagi petani ditengah mahalnya harga pelet di tingkat petani/peternak. Namun terselip sedikit persoalan yang kadang jarang disadari saat menggunakan pakan alternatif, terutama bagi yang sebelumnya menggunakan pakan pelet. 

Banyak diantara petani lele yang menggunakan pakan alternatif yang kurang memperhitungkan kandungan nutrisi dari pakan alternatif yang digunakan. kebanyakan menggunakannya hanya untuk menekan biaya produksi (istilahnya ASAL GEDE DAN UNTUNG). Akibatnya tentu akan mengakibatkan masalah lain saat budidaya, misal air cerpat bau, pertumbuhan yang kurang merata, timbulnya berbagai macam penyakit, dll.

Nah dalam menggunakan pakan alernatif, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, agar keuntungan yang diharapkan benar-benar terwujud, berikut analisis saya (pendapat saya pribadi).
  1. Perhatikan komponen bahan baku dari pakan alternatif.
    Penggunaan pakan alternatif harus jeli dalam memilih pakan apa yang akan kita berikan. hal ini ditunjang dengan pengetahuan kita memilih pakan alternatif dengan bahan baku yang tepat. misalnya, ayam tiren bahan dasarnya daging kemungkinan protein dan lemak lebih tinggi dibanding yang lain (misal, karbohidrat, dll). Roti bs, bahan dasarnya terigu, jadi kemungkinan kandungan karbohidratnya lebih tinggi, dst.

    Nah dengan mengetahui hal ini, maka kita akan tau kapan memberikan pakan alternatif a, kapan memberikan pakan alternatif b, dll. jadi istilahnya "Gak Asal Ngasih Pakan"
  2. Perhatikan Ketersediaannya
    Budidaya lele (pembesaran) berlangsung kurang lebih antara 2-4 bulan per siklus. tergantung taknik dan pakan yang digunakan. nah apakan pakan alternatif yang anda gunakan dapat tersedia untuk waktu tersebut? usahakan pilih yang selalu tersedia (tidak musiman)
  3. Perhatikan Harga pakan alternatif anda
    Ini penting, harga pakan alternatif sebaiknya harus sangat diperhitungkan. hal ini agar tidak menjadi bumerang bagi kita. istilahnya mau untung malah buntung. Kenapa? karena kandungan nutrisinya beda, proposrinya beda, dll. Harap ingat, pelet dihargai dalam bentuk kering. jadi gunakan standar itu dalam menilai harga pakan alternatif

    Misal ayam tiren, 1 kilogram ayam tiren, jika di hancurkan dan dibuat tepung akan menjadi berapa kilogram? (saya belum meneliti secara khusus konversi ayam tiren, tapi beberapa teman sudah melakukannya, misal pa Edi Jalasena). misal 1 kg tiren jadi 200 gram tepung ayam. nah berarti untuk mendapat 1 kg pakan tiren kering kita membutuhkan 5kg ayam tiren. nah kalo kita beli ayam tiren seharga 1500, maka untuk mendapatkan 1 kilogram tepung ayam membutuhkan paling tidak 7500.

    Namun hal ini berbeda cerita jika anda mendapatkan pakan alternatif yang GRATIISSSS. atau hanya memberi sekedar uang lelah tentu poin ini tidak jadi masalah
  4. Perhatikan Komponen Pendukung Budidaya anda
    Seperti dikatakan diatas, penggunaan pakan alternatif juga akan menambah residu/sampah pada kolam. hal ini dikarenakan beberapa komponen pada pakan alternatif tidak dimakan atau tidak sempurna dicernanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan pakan alternatif pastikan kolam anda mudah dibersihkan, mudah ganti air, dll

    selain itu harap perhatikan faktor lingkungan.
  5. Catat dengan baik rincian usaha anda
    hal ini penting untuk mengetahui berapa besar efisiensi yang anda lakukan. Jadi nantiny bisa menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan.
  6. dll
    masih banyak sih tapi dah cape ngetiknya hehe.

Jika anda terpaksa menggunakan pelet seperti saya (karena komponen-komponen diatas tidak memenuhi), maka yang harus difikirkan adalah bagaimana cara meningkatkan nilai jual, selain memikirkan bagaimana menurunkan biaya produksi.

Ah susah kalo gitu, hehe kalo mau gampang jualnya jangan jual lele, jual bensin, gas, atau jual emas, harganya pasti, sorry becanda. Itulah tantangannya, yang bisa lulus jadi pengusaha sukses, yang males ya gitu deh. Ingat ada banyak pedagang, pedagang yang sukses? hanya ada beberapa. Ada banyak peternak, peternak yang sukses? ada beberapa saja, nah semoga kita salah satunya Amiiiin YRA.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 01 September 2014

Usaha Lele Kandas di Percobaan Pertama, Kenapa?

Sekedar share pengalaman saja, semoga menjadikan pelajaran yang bisa di ambil hikmahnya khususnya pemula seperti saya.

Banyak kasus pembudidaya pemula yang baru terjun di dunia perlelean yang kandas/gulung terpal/bangkrut pada percobaan pertama. lalu kemudian mengambil kesimpulan tergesa-gesa yang membuat orang lain jadi enggan merambah bisnis ini. mungkin anda pernah mendengan istilah ini "Jangan usaha lele gak ada untungnya", "usaha lele gak bakalan untung, pakan mahal harga jual rendah", dll

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Kisah Sukses, Rahasia, Tips dan Trik, Bisnis Lele
Lho koq bisa? saya mencoba memaparkan beberapa penyebabnya:

Kurang Pengetahuan dalam Budidaya

Budidaya lele, relatif lebih sulit bagi pemula sebenarnya. hal ini dikarenakan pola fikir calon pembudidaya lele yang salah. seperti misalnya anggapan bahwa lele adalah ikan yang superkuat yang dapat bertahan dalam kondisi perairan apapun, lele cepat dipanen, mudah pemeliharaanya, dll.

Akibatnya, sering kali pemula terkesan asal-asalan. bikin kolam asal ada airnya, ngasih pakan sekenanya, ya tentu saja amsiong hehe.

Kurangnya memikirkan faktor resiko

Saya sering liat postingan gini:
Ane newbi nyoba tebar bibit 10.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 25.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 30.000
dst....

Coba bayangkan, untuk membesarkan lele sebanyak 10.000 ekor, modal untuk bibit dan pakan saja minimal harus mengantongi 11.500.000 (01/09/2014), bagaimana untuk membesarkan 20 ribu, 30 ribu, dst. 
Kalau untung sih tidak mengapa, cuma masalahanya, jika rugi??? bukan menakut nakuti hanya saja kembali mengingatkan kenali faktor resiko sebelum memulai.

nah itu dalam budidaya, sekarang waktu panen, menjual lele diatas 1 ton untuk pertama kalinya bukanlah suatu hal yang mudah. Alangkah lebih baik jika kita mulai dari bawah/kecil dulu, 1 kuintal, lanjut panen berikutnya 2 kuintal, dst

Buruknya management keuangan

Hal hal ini terjadi hampir pada setiap pemula. bagi pemula biasanya karena dikit-dikit uang, ada masalah dikit uang, lele gantung uang, dll, lho koq?

contoh, biasanya bagi pemula, pas tebar liat lele tegak, panik nanya sana nanya sini, biasanya jawabanya harus pake ini, pake itu yang ujung-ujungnya harus di beli. bener gak? padahal biasanya solusinya gampang dan bisa di lakukan tanpa harus mengeluarkan uang tambahan.

nah akibatnya karena banyaknya pengeluaran diluar pengeluaran wajib, ongkos produksi membengkak, ya ujung-ujungnya rugi. hehe

Dst, silahkan tambahkan faktor lainya ya...

Sedikit saran dari saya:
jika temen-temen newbie seperti saya, ada baiknya hindari percobaan perdana tebar benih diatas 2000. kenapa?
  1. Saya modalnya, peluang keberhasilan tebar perdana/newbie apalagi belum pernah ada pengalaman sbelumnya < 50%, jika temen-temen spekulasi dengan nebar benih < 2000 coba bayangkan berapa besar modal yang korban
  2. jika temen-temen mampu tebar > 2000, mending dibuat beberapa tahap tebar, agar selain bisa menghemat modal di saat kritis, sekaligus kita jadikan setiap kali tebar menjadi.
  3. Hematlah penggunaan modal, jika terjadi masalah, jangan panik. jangan gampang tergiur dengan produk A, produk B. percayalah dalam budidaya lele banyak hal yang bisa di manfaatkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 15 Juli 2014

Cara Membuat Probio Fish Versi Solusi Petani Organik (SPO)

Ada banyak formula probiotik yang beredar, dan semua probiotik ini sangat bermanfaat. Nah berikut adalah salah satunya yang bisa anda coba dirumah.

Probio Fish dari Bos Mustofa Kamal

Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Organik, Panduan, Probiotik, Rahasia, Tutorial, Jahe Merah
Fungsi:
Probiotik ini adalah untuk menciptakan planton, mencegah virus menyerang ikan

Bahan:
  1. Jahe merah 5 kg,
  2. kunyit putih 2 kg,
  3. temu lawak 5 kg semuanya di panaskan.
  4. Sirih merah 20 daun,
  5. lumut sawah 1 kg,
  6. nanas 1 kg,
  7. susu murni 2 lt.
  8. air kelapa 10 ltr.
  9. gula merah 5 kg dan tetes.

Cara Membuat:
  • Jahe, kunyit dan temulawak di parut lalu di panaskan
  • Itu semua di campur dalam drum plastik secara rapat dan buatlah aerator udara.

Setelah 1 bln bisa digunakan.

Cara Peenggunaan:

Aplikasi bisa melalui pakan dan siram ke kolam sebelum tebar bibit.
Dosis tidak ada anjuran resmi, krn ini bahan organik.

CATATAN:
Jgn lupa drum yg digunakan hrs plastik bukan logam. Juga hrs ada angin2nya biar tidak meledakkk !


Sumber: https://www.facebook.com/groups/403183829800395/permalink/593977974054312/

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 02 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 2)

Lanjutan dari bahasan tentang Bahan Herbal dan Bahan Organik yang biasa digunakan dalam Budidaya Ikan Lele.

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1) 

14. Nanas (Ananas comusus Merr)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,




Cara Penggunaan: Tanam nanas di tanggul kolam
Target patogen: Hama dan predator kepiting yang sering merusak tanggul kolam
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, vitA, vitC, kalsium, fosfor, sukrosa, enzim bromelin, kalsium, natrium, delestrosa, magnesium besi.
Dosis efektif: Nanas dicacah lembut dan di campur tanah kolam dan diletakkan pada radius 0,5 m di sekitar lubang kepiting

15. Orang-aring (Eclipta alba)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis), bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah, Edward siella tarda penyebab bisul dan luka-luka pada kulit.
Kandungan aktif: Isoflavon oid, phytosterol, briterpenoid saponins (nicoline, ecliptine, α-terthienyl, α- terthienyl methanol, α-formyl, α-therthienyl thiophene, wedeloluctone, tanin.
Dosis Efektif: Daun dan batang dicacah dan dicampur air, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Dosis belum diketahui.

17. Pegagan (Centela asiatica)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target Patogen: Bakteri Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah dan borok.
Kandungan aktif: asiaticos ide, thankunside, madecassoside, brqahmocide, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tanin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.
Dosis Efektif: Konsentrasi larutan pegagan dengan dosis sampai 10 mg dalam 10 ml air dengan cara perendaman dapat meningkatkan respon ketahanan tubuh ikan terutama sel darah putih Dosis untuk penyakit bercak merah adalah 250 mg dari ekstrak daun pegagan dalam 1 liter

18. Petai cina, Kemlandingan, Lamtoro (Fam. mimesacea)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan.
Target patogen: Parasit Helminthosis (Dactyrogiriasis, Cacingan, Gyrodactyliasis) pada catfish (lele dan patin)
Dosis Efektif: 2 g daun dicacah untuk diberikan per 1 kg ikan

19. Pisang (Musa paradisiaca)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Ditebarkan ke dalam kolam Target patogen: Menurunkan pH kolam Kandungan aktif:Saponan, alkaloid, tanin, polifenol Dosis efektif :30 kg batang pisang dicacah dan ditebarkan pada kolam ukuran 24 m2 Untuk menurunkan pH air, batang dan bonggol pisang dicacah ukuran 1-2 cm, ditebarkan ke kolam selama 24 jam - Dapat sebagai media pakan alami, dengan dipotong ukuran agak besar dan dimasukkan ke kolam sehingga akan tumbuh jasad renik/cacing untuk pakan ikan

20. Sente (Alocasia macrorrhiza schott)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan Target patogen: Sebagai imunostimulan pertumbuhan, meningkatkan fekunditas telur hingga 12,5%
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol, asam oksalat, alocasin, tripsin, kemotripsin
Dosis efektif: Bonggol sente sumber protein pakan, bonggol dicacah diberi ragi tempe, setelah 3 hari proses fermentasi diberikan ke ikan secara teratur Diberikan 30% bobot badan diberikan 3 kali sehari

21. Sirih (Piper betle L.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: daun sirih mengandung minyak atsiri
Dosis Efektif: 2 g ekstrak daun dalam 60 ml air untuk perendaman ikan yang sakit. Perendaman untuk ichthyopht thirius multifilis selama 12 jam

22. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk obat luar atau perendaman
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan borok
Kandungan aktif: Phenol demetoksikurkum in, kurkumin, minyak atsiri xanthorrhizol, trimeron
Dosis Efektif: Rimpang segar direbus, airnya untuk perendaman ikan yang sakit. Untuk obat luar, rimpang segar diparut, dioleskan pada luka atau borok.

23. Ubi Jalar (Ipomoea batatas poir)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen : Sebagai imunostimulan dan mencegah stres selama transportasi
Kandungan aktif: Saponin, flavonoid, polifenol
Dosis efektif: 30 kg daun diremas-remas untuk mengangkut total 100 kg bobot ikan Sebagai pakan ikan dan pencegah stres selama transportasi, di dalam jerigen untuk 300 ekor benih, masukkan 20 lembar daun diremas. jika memakai kantong plastik, ambil cairan berwarna hijau dan berlendir dimasukkan ke air dalam kantong plastik.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 01 Juni 2014

Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele (Bagian 1)

Bahan Hebal atau bahan Organik memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit yang ringan, sampai berbagai penyakit berat. Namun Bahan Bahan Hebal atau bahan Organik memerlukan ketekunan dan kesabaran dalam menggunakannya, karena biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Namun Bahan Hebal atau bahan Organik tentu lebih sehat dan aman untuk digunakan. selain itu, Bahan Hebal atau bahan Organik tersedia dilingkungan kita dan mudah untuk menggunakannya dengan harga yang relatif lebih murah.

Berikut Bahan Hebal atau bahan Organik yang bisa dan biasa digunakan dalam Budidaya Lele baik lele Sangkuriang Maupun Lele jenis lainnya.

1. Mengkudu

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat mengkudu bagi lele adalah dapat mengobati penyakit/gangguan yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophila. Mengkudu juga dapat mengurangi Kanibalisme pada Lele.
Caranya: Siapkan 1-2 buah mengkudu matang, 15 lembar daun pahit-pahitan, dan antibiotik enroflox acin sebanyak 1/3 sendok teh. Tumbuk buah mengkudu sampai halus kemudian rebuslah daun pahit- pahitan sampai mendidih, lalu ambil airnya. Campurlah bahan tersebut ke dalam 3 kg pakan, kemudian aduk hingga rata sekitar 3-5 menit. Herbal mengkudu siap diberikan pada lele yang sakit.

2. Daun Pepaya

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Stamina "sikumis" kerap menurun saat terkena air hujan yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan lele jadi malas makan dan malas bergerak. Untuk menghindari hal itu, berikan campuran 60 g garam dan cacahan 2-3 lembar daun pepaya setelah hujan turun.
Cara membuatnya, aduklah kedua bahan diatas pada 5 liter air, kemudian tuangkan ke kolam. Dengan cara seperti itu, stamina lele selalu prima.

3. Jahe

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Bibit lele yang berumur 3-4 minggu sering mendongak tanda terserang kembung, terutama saat musim hujan. Penyakit sering kali menjadi masalah yang cukup serius bagi pembenih karena dapat mengakibatkan kematian masal pada bibit hingga 80%. Nah, ekstrak jahe dapat diberikan kepada bibit lele agar bibit lele terhindar dari penyakit kembung.
Cara membuatnya, parut jahe sebanyak 10 gram dan campur dengan air. Lalu, tebarkan larutan di pada kolam seluas 1-2 m2. Dengan cara itu, bibit lele lebih tahan penyakit dan kematian pun dapat ditekan persentasenya.

4. Bawang Putih

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Khasiat bawang putih untuk lele adalah meningkatkan nafsu makan pada lele. Penggunaannya cukup mudah. Cukup siapkan 1 bonggol bawang putih. Kemudian bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu diambil airnya. Penggunaannya, cukup percikan air bawang putih tersebut ke kolam. Satu bonggol bawang putih bisa dipakai untuk kolam dengan luas 8 m2.

5. Ciplukan (Physalis angulata L)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perendaman
Target patogen: Bakteri penyebab radang, kemerahan atau borok dan bengkak. 
Kandungan aktif: elaidic acid, Asam klorogenat, physalin
Dosis Efektif: Daun dan buah Ciplukan basah sebanyak (15-30 g) direbus dalam 100 ml air atau Ciplukan kering sebanyak (5-10 g) dalam 100 ml air, lalu bisa digunakan untuk perendaman

6. Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Untuk menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan, jika populasi tanaman sudah padat.
Target patogen : Berfungsi untuk memperbaiki kualitas air.
Kandungan aktif : kalium, natrium, Si02, kalsium, magnesium, klorida, copper, mangan, carotene, polifenol, zat besi, saponin, delph inidin-diglucoside
Dosis efektif : Masukkan tanaman ini dengan populasi 20-25% bagian dari kolam

7. Gamal, Liridiyah (Glyriceridia sephium) atau kayu hujan

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Daun segar yang digunakan diremas dicampur air, disaring dan hasil saringannya yang dimasukkan ke kolam
Target patogen: Hama dan predator : ikan liar, ular, burung, kepiting, katak
Kandungan aktif: Saponin, flavonid, polifenol
Dosis efektif: 6 kg daun dicacah, kemudian dicampur dengan air, nah hasil saringannya kemudian dimasukkan ke kolam untuk luas 100m2, 2 hari kemudian bangkai predator mengapung, air dibuang dan air diganti 2-3 kali hingga air tidak terasa pahit lagi

8. Jambu Biji (Psidium guajava)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan dan perendaman
Target patogen: Bakteri : Aeromona shydrophila penyebab penyakit bercak merah
Kandungan aktif :Daun jambu biji kaya akan tanin, tripenoid, guaijavolic, oleanolic, asam ursolic, asam psidiolic dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol yang bersifat minyak esensial yang bekerja dengan menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas antioksidan.
Dosis Efektif : 4-5 g daun dicacah halus dicampur air 1 liter, dan selanjutnya dicampur dengan pakan. Dan 1-2 g daun dicacah halus dicampur air sebanyak 5 liter, digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam

9. Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman
Target patogen :Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan Streptococcus agalactiae penyakit dengan gejala berenang tak beraturan, mata menonjol, badan kehitaman
Kandungan aktif :minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1
Dosis Efektif :5 g daun dicacah halus dicampur air 100 ml, hasil saringannya dicampur air digunakan untuk perendaman.

10. Ketapang (Temmalia cattapa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman Daun ketapang dijemur selama 6 jam lalu masukkan ke kolam selama 2-3 hari untuk menurunkan pH air sebelum ikan dimasukkan ke kolam. PH air yang terlalu tinggi (8-9) akibat penumpukan bahan organik.
Target patogen: Bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan untuk menurunkan PH.
Kandungan aktif: Tanin bersifat astringen
Dosis Efektif: Sebanyak 60 g daun dicacah halus dicampur dalam 1 liter air digunakan untuk perendaman

11. Kunyit, Kunir Turmeric (Curcuma longa)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui pakan yang diberikan selama beberapa hari pada ikan yang sakit
Target patogen: Bakteri : Aeromonas hydrophilapenye bab penyakit bercak merah (borok)
Kandungan aktif: Curcomin, curcuminoid, desmethoxycurcu min, bidesmethoxycur cumin,pati, tanin, damar, sesgnitepen alkohol, borneol, phellandrene, turmerone, zingiberene, artormeroner Dosis Efektif : 1.0 g kunyit dihaluskan atau dibuat bubuk dan dicampurkan dalam 1 kg pakan

12. Lidah Buaya (Aloe vera)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Perend aman menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwana putih
Target patogen: Bakteri penyebab borok/luka, keradangan, bengkak dan kemerahan
Kandungan aktif : Alkaloid Dosis Efektif:Daging daun yang berwarna putih dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman. Dosis belum diketahui

13. Meniran (Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria Linn.)

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Herbal, Kendala/Penyakit, Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Masamo, Lele Phyton, Lele Sangkuriang, Probiotik, Rahasia,
Cara Penggunaan: Melalui perendaman selama 5 jam
Target patogen:Bakteri Aeromonas hydrophila, penyakit bercak merah dan borok, Edwarsiella tarda penyakit bisul dan luka pada kulit
Kandungan aktif:filantin, hipofilantin, hipotetralin, nirantin, nir tetrakin
Dosis Efektif : 5 g daun yang sudah dibuat bubuk dicampur air 1 liter untuk perendaman selama 5 jam Jika dicampur pakan dibutuhkan 20 g daun dicacah halus dan dicampur dalam 1 kg pakan

Sumber: Solusi Petani Organik (Facebook Group)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 06 Februari 2014

Cara Membuat Ramuan Organik Ternak (ROTER) untuk Lele Sangkuriang

Heboh tentang penggunaan rabal, sepertinya akan segera berganti dengan ramuan yang satu ini. Namanya Ramuan Organik Ternak atau lebih dikenal dengan Roter. Konon katanya menurut siempunya, ramuan ini dapat mempercepat pertumbuhan lele sangkuriang hingga 45 hari. Maksudnya lele sangkuriang dapat dipanen dalam 45 hari. wuih mantab kan? ayo kita lihat dan praktekan cara pembuatannya.

Fakta dan Data, Herbal, Kisah, Sukses, Lele, Sangkuriang, Organik, Pakan, Alternatif, Panduan, Panen, Rahasia, Tips dan Trik, Tutorial
Rumput Laut - Bahan pembuatan ROTER
Pembuatan ROTER by Manjel.Dech
bahan A:
Rumput laut: 1 kg, jika tidak ada bisa diganti dengan azzola
Pisang: 10 buah
Nanas: 1 Buah
Yoghurt: 1 liter, jika ga ada boleh di ganti dg susu murni / yakult
Usus kambing atau sapi: 500 gram
Gula merah: 1 kg
Ragi tape: 1 butir
Air kelapa: 5 liter

Cara membuat:
Rumput laut atau azolla, pisang dan nanas di blender sampai halus
Usus kambing atau sapi di cingcang halus (blender lebih baik)
Didihkan gula merah dengan air 1 liter, biarkan larutan gula merah dingin
Campurkan semua bahan, kemudian aduk-aduk bahan selama kurang lebih 3-5 menit
Fermentasikan campuran selama 10-12 hari dalam wadah tertutup (Jerigen atau ember tertutup).

CATATAN:
setiap 2-3 hari sekali larutan fermentasi ini dikocok selama kurang lebih 5 menit
Untuk pemakaian, dosis 10 ml dicampur air 20 liter untuk fermentasi pakan/pembuatan pelet dan untuk kolam 10 ml untuk luas 1 m2

Cara memperbanyak Ramuan Organik Ternak (ROTER):

Ambil 1 liter ramuan ROTER
Gula 2 kg
air leri beras 5 liter
air kelapa 5 liter
air (mata air/sumur) 10 liter (didihkan dulu)
susu murni 2 liter
dedak 1 kg
terasi matang 1/4 kg

Untuk memperbanyak, campurkan semua bahan diatas kemudian fermentasi larutan selama 7 hari

CATATAN: jika larutan berbau busuk artinya gagal silahkan buang saja, jika larutan berbau wangi tape artinya berhasil pembuaran Ramuan Organik Ternak, PEngambilan larutan bisa setiap minggu. ambil 2-3 liter tiap minggunya untuk keperluan ternak anda, kemudan ganti/tambah air kelapa dan gula 1 kg sebanyak yg diambil, larutan ini bisa bertahan sampai 1 tahun. Begitu seterusnya.

Sumber: Solusi Pertanian Organik
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik/cara-buat-roter/416657258453052

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 29 Januari 2014

Tips - Cara gampang dan murah membuat Ramuan Herbal untuk Kolam Lele

Rame-rame pembahasan tentang ramuan herbal atau rabal membuat saya jadi teringat saya belum mempostingkan cra untuk membuat ramuan herbal untuk mengompos air. Ramuan herbal ini saya gunakan dikolam dengan teknik organik, atau biasa orang bilang GWS atau apalah. pokoknya fungsinya untuk mengondisikan air supaya stabil, dan jika di tanami bibit lele, lele menjadi nyaman, tidak perlu ganti air kolam, tidak perlu sirkulasi, dan lain sebagainya.

Ramuan herbal ini saya dapatkan dari berbagai sumber. Silahkan coba dan amati. Ingat selalu bijak dalam menggunakan ramuan-ramuan herbal. Walaupun bahan yang dipakai adalah bahan alami, jika diberikan secra berlebihan atau tidak seimbang maka akan kurang maksimal khasiatnya.

Analisis, Fakta dan Data, GWS, Herbal, Kendala/Penyakit, Kolam Lele, Lele Sangkuriang, Organik, Panduan, Rahasia, Tips dan Trik,
Namun satu hal yang pasti, bahan-bahan yang digunakan membuat ramuan herbal ini sangat murah dan dapat dijumpai di lingkungan sekitar kita. Oke langsung saja.

Bahan-bahan
  1. 5 Liter Air Bersih
  2. 10 Lembar Daun Pepaya Jantan
  3. 10 Lembar Daun Sirih
  4. 10 Lembar Daun Ketapang
  5. 10 Lembar Daun Jawer Kotok
  6. 1 Kilogram Arang kayu
  7. 1 Kilogram Kotoran Kambing, disarankan kotoran kambing basah atau becek karena bercampur dengan air kencing (Jangan yang bulat-bulat).

Cara Pembuatan
Cara pembuatan ramuan herbal kolam lele ini, sangat mudah, anda tinggal merendam saja bahan-bahan tersebut di menjadi satu  pada wadah khusus, anda bisa menggunakan ember atau galon, lalu biarkan dan diendapkan selama dua minggu dan ramuan herbal kolam lele ini siap digunakan.

Cara penggunaan Ramuan Herbal pada Kolam:

Campurkan 4 (empat) tutup botol aqua (+ 20cc) ramuan herbal kolam lele dengan 5 (lima) liter air, tambahkan dengan 2 (dua) sendok makan garam dapur. Setelah tercampur dengan baik, ramuan herbal kolam lele tersebut bisa segera dimasukan pada kolam lele sangkuriang. komposisi ini adalah untuk kolam berukuran 10 m persegi. Jadi jika kolam anda lebih besar atau lebih kecil dari 10m persegi, tinggal disesuaikan saja.

Caranya memasukan ramuan herbal kolam lele ini adalah cairan yang sudah dicampur dengan garam dan air bersih tadi disebar merata pada permukaan air kolam. Waktu pemberiannya ramuan herbal ini harus bersamaan dengan proses pengomposan. 

Selamat mencoba membuat ramuan herbal untuk kolam lele

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Sabtu, 28 Desember 2013

Hasil Penelitian Herbal Lele Sangkuriang Abah Nasrudin Bogor

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE CAIRAN "HERBAL LELE" ABAH NASARUDIN BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH

Seperti yang kami sebutkan pada artikel sebelumnya, bahwa sang Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin dari Bogor itu akan mengajarkan semua hal tentang Budidaya Ikan Lele yang baik kepada siapapun yang datang berguru padanya, kecuali satu hal yang ia rahasikan, yaitu Herbal Lele hasil produksi-nya yang diberikan kepada para Sarjana Lele Indonesia (SLI).
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data

Setiap orang yang datang belajar budidaya lele pada Farm milik Abah Nas di Bogor itu selalu diberi oleh-oleh saat pulang ke daerah masing-masing berupa 1 (satu) botol Herbal Lele tersebut. Penggunaan herbal itu sendiri kabarnya hanya sekali saja dilakukan pada saat mempersiapkan air kolam hingga air berubah warnanya menjadi hijau sebelum benih ikan ditebarkan. Selanjutnya untuk menghijaukan air kolam-kolam berikutnya cukup diberi pancingan air kolam yang sudah hijau karena herbal tersebut.

Apa sesungguhnya kandungan dari Herbal Lele yang dirahasiakan oleh si pembuatnya itu? Mas Mohamad Sholihin dari Kota Bogor juga mengirimkan sample cairan Herbal Lele produksi Abah Nas itu ke Kota Banda Aceh untuk di periksa juga oleh Prof Ibnu Sahidhir di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh.

Berikut hasil pemeriksaan sementara terhadap kandungan isi Herbal Lele itu :
  1. Cairan Herbal Lele Abah Nasarudin ber-bau Asam Laknat.
  2. Terdapat banyak Paramecium yang bergerak dengan menggetarkan silianya. Paramecium adalah salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350 um. Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi).
  3. Terdapat banyak bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria), adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat. Berdasarkan taksonomi, terdapat sekitar 20 genus bakteri yang termasuk bakteri asam laktat. Beberapa bakteri asam laktat yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.

    Bakteri asam laktat dapat melindungi dari pencemaran bakteri patogen, meningkatkan nutrisi, dan berpotensi memberikan dampa positif bagi kesehatan manusia.

    Kehadiran bakteri asam laktat yang sangat banyak dan padat pada cairan Herbal Abah Nas ini diduga dari hasil Fermentasi air seni dan kotoran hewan (kambing) beserta buah-buahan, dedaunan atau akar pohon tertentu.
  4. Terdapat unsur pelepah pohon pisang.
  5. Cairan herbal terdapat banyak kotoran.
  6. Kandungan herbal secara umum adalah amoniak hewan dan fosfat.

Kesimpulan sementara :

Isi herbal lele produksi Abah Nasarudin Bogor diduga terbuat dari hasil fermentasi air seni dan kotoran hewan (diduga kambing) dengan buah-buahan/pohon/akar tumbuhan tertentu sehingga menghasilkan banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria).

Dibutuhkan waktu dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komposisi bahan yang digunakan untuk produk herbal tersebut.

Penggunaan kotoran hewan sebagai pendukung budidaya ikan lele sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan dapat memicu kehadiran bakteri gram negatif seperti E-coli (Escherichia coli). Kini negara-negara di Eropa sangat mewapadai penyebaran bakteri E-Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor produk makanan dari sejumlah negara Asia yang dideteksi mengandung bakteri E-Coli.

Terlampir foto-foto hasil pemeriksaan Herbal Lele produksi Abah Nasarudin menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh:

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor


Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.


Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Penelitian Air Kolam Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE AIR KOLAM DARI FARM LELE ABAH NASARUDIN DI BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH 

(Air Kolam Usia 2 Tahun)

Kabar berita tentang keunggulan air kolam farm lele milik Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin di desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat semakin membahana ke seantero nusantara dan negara-negara tetangga setelah di ekspose oleh sejumlah media televisi swasta nasional yang juga diupload diYoutube.

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia,Fakta dan Data

Abah Nas yang tidak mengenyam pendidikan tinggi itu telah berhasil merintis usahanya dari nol hingga melahirkan ratusan pembudidaya lele hasil didikannya yang berasal dari Aceh hingga Papua dan negeri jiran yang lulusannya diberi gelar SLI (Sarjana Lele Indonesia). Semua hal dari pengalamannya selama ini melakukan budidaya ikan lele diajarkan kepada anak didiknya hanya dalam 3 (tiga) hari kuliah di Gadong Bogor, kecuali satu, yaitu tentang produk Herbal Ajaib-nya yang dirahasikannya itu.

Dalam diskusi singkat saya dengan Prof Ibnu tentang air kolam Abah Nas itu, memunculkan beberapa dugaan bahwa mungkin air kolam beliau mengandung Alga Spirulina Air Tawar yang Abah Nas sendiri tidak tau akan hal itu. Kehadiran Alga Spirulina dalam air kolam memang dapat membuat ikan lele semakin tahan banting dalam segala cuaca.

Untuk memastikannya, kami membutuhkan sedikit saja sample air kolam Abah Nas di Bogor itu untuk bisa kita periksa di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee Aceh agar rasa penasaran itu bisa segera terjawab.

Alhamdulillah, ada seorang teman baik kita, Mohamad Sholihin dari Kota Bogor yang siap membantu untuk mengambil langsung sample air kolam milik Abang Nas di Desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat untuk dikirimkan langsung ke Kota Banda Aceh yang akhirnya tiba pada hari Jum'at kemarin (27/12/2013) via JNE. Terima kasih banyak mas Sholihin atas perjuangannya.

Dibawah guyuran hujan lebat kami membawa 2 botol sample air kolam dan 1 botol sample Herbal Ajaib milik Abah Nas dari Kota Banda Aceh kepada Prof. Ibnu Sahidhir yang telah menunggu kedatangan kami di Laboratorium BBAP Ujung Batee di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Berikut ini kami paparkan hasil pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun dari farm lele milik Abah Nasarudin Bogor yang periksa menggunakan mikroskop digital di Laboratorium beliau sebagai berikut :
  1. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Alga Spirulina ukuran 83,07 um, terdapat juga Alga Chlorella ukuran 7,54 um, dan Alga Closterium Moniliferum.
  2. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Bakteri Filamen.
  3. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung Phytoplankton Coscinodiscus ukuran 27,16 um sebagai penyerap silikat.

Kesimpulan Sementara :

Kualitas air kolam 2 tahun itu sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele karena mengandung Alga Spirulina, Alga Chlorella, Bakteri Filamen dan Phytoplankton Coscinodiscus. Keadaan air kolam seperti itu diduga akibat pemberian Herbal Ajaib produksi Abah Nasarudin yang dirahasiakan komposisinya itu yang juga akan kami paparkan hasil pemeriksaan Laboratorium-nya untuk teman-temansemua pada tulisan artikel berikutnya.

Pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun itu akan dilakukan lebih lanjut oleh Prof Ibnu Sahidhir pada kesempatan selanjutnya.

Berikut Foto-foto hasil penelitian/pemeriksaan air kolam menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh.
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Chlorella dan Alga Closterium Moniliferum
terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor
Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.

Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers