Selasa, 31 Desember 2013

Standar Pelaksanaan (SOP) Natural Water System - Budidaya Lele

Dalam Postingan lalu, saya pernah memposting tentang  Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Red Water System. Nah pada artikel ini sudah secara gamblang dijelaskan tatacara pelaksanaannya, namun jika ada yang merasa kurang lengkap, berikut ada SOP dari Group Komunitas NWS (natural water system).

CATATAN: Saya hanya menyampaikan (meng-copy) artikel dari group yang bersangkutan, segala hal yang berkaitan dengan artikel ini sepenuhnya milik Komunitas NWS (natural water system). Maksud saya mengampaikan agar teknik ini bisa terarsipkan sehingga mudah untuk di temukan jika ada petani/peternak yang memerlukan panduan tentang bagaimana cara membuat/melakukan Natural Water Sistem.

SOP Pelaksanaan Natural Water System (NWS )

Artikel, NWS, Kolam Lele, Kolam Tanah, Kolam Tembok, Kolam Terpal, Lele Dumbo, Lele Masamo, Management Air, Probiotik, Penelitian, Red Water System

GWS => BWS/Biofloc => RWS

KONSEP BUDIDAYA: 

Metode kesetimbangan ekosistem perairan

Persiapan Media: Kolam Tanah:
  1. Lumpur dasar kolam dibersihkan.
  2. keringkan selama 3 hari
  3. kasih kapur/dolomit/kaptan dgn dosis 200-250gr/m2
  4. isi air di 100cm.
  5. tambakan dolomit 100gr/m2
  6. tambahkan probiotik 5ml/m3 +30gr dedak + 1 ragi tape/m3
  7. tunggu 5-7hari bibit masuk.

Kolam Beton/Terpal:
  1. isi air 70cm
  2. tambahkan dolomit/kapur/kaptan dosis 100-150 gr/m3
  3. tambahkan probiotik 5ml/m3
  4. tambahkan 30gr dedak+ragi tape 1/m3
  5. tambahkan air yg udah jadi 30cm
  6. tunggu 5-7 hari bibit tebar

APLIKASI DEDAK DI KOLAM DI SARING TERLEBIH DAHULU LALU AMPAS DI BUANG

Red Water System (RWS) Instan

  1. 30gr/m3 dedak halus+1butir ragi tape/m3+5gr/m3 ragi tempe +air secukupnya, tutup rapat selama 3 hari
  2. Isi air 50cm dan + kan bahan di atas 
  3. Masukkan mill/dolomit 100-150gr/m3
  4. Masukkan bakteri lacto 10ml/m3
  5. Molase 50gr/m3
  6. Aerasi jalankan selama 3 hari
  7. Tinggikan air sampai 100cm 
  8. Tunggu 7 hari baru tebar

 Jika Sudah ada Air Merah:
  1. Isi 50cm
  2. Aplikasi semua seperti di atas 
  3. Hidupkan aerasi 24 jam
  4. Hari ke 5 air naikkan di 70cm
  5. Hari ke 7 naikkan ke 100cm
  6. Hari ke 10 siap tebar 
Catatan: Kenapa tidak ada SOP BWS/Biofloc karena BWS merupakan masa transisi sehingga media tidak stabil.

MANAGEMEN PAKAN 

  • Pemberian pakan setelah bibit normal
  • Dosis 5% - 1,5% dari berat total
  • Umur 3 - 15 hari 5% sehari 4x 
  • umur 15- 25 hari 4% sehari 3x
  • umur 25 - 35 hari 3% sehari 3x
  • umur 35 - 45 hari 3% sehari 2x
  • umur 45-60 hari 2,5% sehari 2x
  • umur 60 - panen 1,5% sehari 2x
  • Pakan harus dicampur probiotik [10 menit]
  • Tebar pakan dg merata,
  • Dosis pakan yg diberikan 80% dr jatah.

APLIKASI DEDAK DI KOLAM DI SARING TERLEBIH DAHULU LALU AMPAS DI BUANG

MANAGEMEN AIR 

GWS
  • Tiap 7 hari air diganti 30cm
  • Penambahan air harus diikuti penambahan -. Probiotik 5ml/m2 -. Dolomit/kapur/kaptan.30-50gr/m3 Saat pergantian air ikan di puasakan 24 jam. 
RWS
  • Ganti air jika terpaksa 30cm (air bawah)
  • Aplikasi bakteri lactobacilus 3ml/m3 
  • Aplikasi mill/dolomit 30 -50gr/m3
  • Dijalani 7 hr sekali
  • Saat aplikasi ikan puasa 24 jam
  • Semua aplikasi pagi hari
  • Aplikasi ragi tape 1butir/m3
  • Aplikasi ragi tempe 3gr/m3

PEMAKAIAN PROBIOTIK 
  • Dicampurkan pakan dg dosis 10ml/kg 
  • Ditambahi air/ tetes/gula merah baru dicampur pakan
  • Diamkan sekitar 5-10 menit
  • Tiap pemberian pakan wajib ditambahkan probiotik
Sumber: Adi Sadewa, Komunitas NWS (natural water system)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 30 Desember 2013

DAPHNIA MAGNA - Pakan Larva Lele Sangkuriang

KULTUR "DAPHNIA MAGNA" UNTUK PAKAN LARVA BENIH LELE PENGGANTI CACING SUTRA

Daphnia, adalah jasad renik planktonik yang luar biasa cepat berkembang biak, sangat ideal sebagai pakan alami untuk larva dan benih ikan karena ukuran tubuhnya sesuai bukaan mulut larva dan benih ikan, memiliki kandungan gizi yang baik, dan mudah dicerna alat pencernaan benih ikan yang belum sempurna.

Daphnia Magna, diklaim hewan asal kawasan Amerika Utara yang berukuran lebih besar 10 X lipat dengan Daphnia lokal atau sering kita sebut kutu air raksasa, karena Daphnia mempunyai ukuran lebih besar, lebih cepat berkembangnya dan lebih mudah di budidayakan untuk keperluan pakan larva ikan, salah satunya larva ikan lele.

Artikel, Analisis, Fakta dan Data, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Pembenihan, Penelitian, Tutorial
Pada saat telur ikan baru menetas, kebutuhan nutrisinya akan dipenuhi oleh kantung kuning telur (egg yolcsacc) selama 2-3 hari. Setelah kuning telur tersebut habis, larva ikan mulai membutuhkan pakan yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.

Saat itulah pakan alami hidup diperlukan oleh larva ikan sebagai sumber nutrisinya. Kebutuhan pakan alami hidup untuk larva ikan sangat spesifik karena selain kandungan gizi yang lengkap dan mudah dicerna dalam usus benih ikan, ukuran tubuhnya yang relatif kecil sangat sesuai dengan lebar bukaan mulut larva/benih ikan.

Daphnia memiliki sifat yang selalu aktif bergerak akan merangsang larva ikan untuk memangsanya. Pakan alami hidup ini merupakan pakan bagi benih ikan yang dapat memberikan gizi secara lengkap sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Selama ini para pembudidaya ikan sering mengganti pakan alami hidup untuk larva ikan seperti Daphnia atau Artemia dengan memberikan kuning telur matang dan susu bubuk pada larva ikan, namun kandungan lemak yang tinggi dalam telur dan susu akan menyebabkan kematian larva dan benih ikan menjadi sangat tinggi (50–60%), serta berakibat pula pada air kolam yang cepat kotor, keruh dan berbau amis. Selain itu kandungan energi metabolis dalam kuning telur sekitar 4.810 kkal/kg, hal ini terlalu tinggi bagi larva ikan sehingga menurunkan tingkat konsumsinya.

CARA KULTUR DAPHNIA MAGNA

  1. Siapkan air baru yang telah di endapkan minimal dalam 1 hari.
  2. Jika teman-teman ingin mengkultur Daphnia Magna di Aquarium (in-door) gunakan pompa aerator aquarium. Tetapi jika ingin mengkultur terkna sinar matahari langsung (our-door), maka aerator tidak diperlukan.
  3. Pakan Daphnia Magna yang paling baik dan cepat perkembangannya adalah Alga (air hijau) dari kolam lele yang diberikan setiap 3 hari sekali.
  4. Masukan starter (bibit) Daphnia ke dalam air Aquarium yang telah di siapkan, dan nyalakan aerator.
  5. Masukan Alga (air hijau) dari kolam lele sebanyak 5% dari jumlah air yang sudah ada di dalam Aquarium setiap 3 hari sekali. Setelah hari ke 3-4 sejak memasukkan starter ke Aquarium, maka jumlahnya akan menjadi 100 X lipat banyaknya.
  6. Pada hari ke 4 Anda bisa panen Daphnia sebanyak 80% dengan cara menyaringnya dengan saringan kain halus, dan berikan kepada larva lele. Sedangkan sisa Daphnia 20% dalam Aquarium dapat anda jadikan starter baru untuk melanjutkan budidaya Daphnia pada Aquarium yang sama atau ingin Anda sebarkan lagi ke 5-8 Aquarium lainnya untuk memproduksi Daphnia dalam kapasitas yang lebih banyak.

CATATAN TAMBAHAN DARI PARA AHLI :


Habitat Daphnia adalah perairan air tawar yang kaya bahan organik yang atau “green water”, meliputi danau, sungai, dan waduk. Daphnia adalah jenis zooplankton yang dapat tumbuh optimum pada suhu perairan sekitar 21 °C dan pH antara 6,5 - 8,5. Jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan Daphnia adalah bakteri, fitoplankton (alga), dan detritus.

Perkembangbiakan Daphnia sangat cepat, dimana reproduksinya dimulai pada umur lima hari, dan selanjutnya setiap selang waktu satu setengah hari akan bereproduksi kembali dengan jumlah anak sekitar 39 ekor dari 1 induk. Sehingga bila dikalikan dengan umur hidup Daphnia 34 hari, maka selama hidupnya jasad renik ini mampu menghasilkan anak kurang lebih 558 ekor.

Daphnia sangat ideal sebagai pakan alami untuk larva dan benih ikan lele, karena ukuran tubuhnya yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan benih ikan, memiliki kandungan gizi yang baik, dan mudah dicerna dan diserap oleh alat pencernaan benih ikan yang masih belum terbentuk secara sempurna.

Kandungan protein Daphnia adalah 42,65%, nilai ini mencukupi syarat untuk memenuhi kebutuhan protein bagi larva dan benih ikan lele.
----

Sumber :
Prof. Ibnu Sahidhir, Peneliti Bidang Perikanan pada Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh.

Dirangkum dan ditulis kembali oleh :
Achmad Jauhari (Arie), Direktur Utama Radio KISS FM dan KISS TV Kabel Banda Aceh.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Sabtu, 28 Desember 2013

Hasil Penelitian Herbal Lele Sangkuriang Abah Nasrudin Bogor

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE CAIRAN "HERBAL LELE" ABAH NASARUDIN BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH

Seperti yang kami sebutkan pada artikel sebelumnya, bahwa sang Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin dari Bogor itu akan mengajarkan semua hal tentang Budidaya Ikan Lele yang baik kepada siapapun yang datang berguru padanya, kecuali satu hal yang ia rahasikan, yaitu Herbal Lele hasil produksi-nya yang diberikan kepada para Sarjana Lele Indonesia (SLI).
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data

Setiap orang yang datang belajar budidaya lele pada Farm milik Abah Nas di Bogor itu selalu diberi oleh-oleh saat pulang ke daerah masing-masing berupa 1 (satu) botol Herbal Lele tersebut. Penggunaan herbal itu sendiri kabarnya hanya sekali saja dilakukan pada saat mempersiapkan air kolam hingga air berubah warnanya menjadi hijau sebelum benih ikan ditebarkan. Selanjutnya untuk menghijaukan air kolam-kolam berikutnya cukup diberi pancingan air kolam yang sudah hijau karena herbal tersebut.

Apa sesungguhnya kandungan dari Herbal Lele yang dirahasiakan oleh si pembuatnya itu? Mas Mohamad Sholihin dari Kota Bogor juga mengirimkan sample cairan Herbal Lele produksi Abah Nas itu ke Kota Banda Aceh untuk di periksa juga oleh Prof Ibnu Sahidhir di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh.

Berikut hasil pemeriksaan sementara terhadap kandungan isi Herbal Lele itu :
  1. Cairan Herbal Lele Abah Nasarudin ber-bau Asam Laknat.
  2. Terdapat banyak Paramecium yang bergerak dengan menggetarkan silianya. Paramecium adalah salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350 um. Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi).
  3. Terdapat banyak bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria), adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat. Berdasarkan taksonomi, terdapat sekitar 20 genus bakteri yang termasuk bakteri asam laktat. Beberapa bakteri asam laktat yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.

    Bakteri asam laktat dapat melindungi dari pencemaran bakteri patogen, meningkatkan nutrisi, dan berpotensi memberikan dampa positif bagi kesehatan manusia.

    Kehadiran bakteri asam laktat yang sangat banyak dan padat pada cairan Herbal Abah Nas ini diduga dari hasil Fermentasi air seni dan kotoran hewan (kambing) beserta buah-buahan, dedaunan atau akar pohon tertentu.
  4. Terdapat unsur pelepah pohon pisang.
  5. Cairan herbal terdapat banyak kotoran.
  6. Kandungan herbal secara umum adalah amoniak hewan dan fosfat.

Kesimpulan sementara :

Isi herbal lele produksi Abah Nasarudin Bogor diduga terbuat dari hasil fermentasi air seni dan kotoran hewan (diduga kambing) dengan buah-buahan/pohon/akar tumbuhan tertentu sehingga menghasilkan banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria).

Dibutuhkan waktu dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komposisi bahan yang digunakan untuk produk herbal tersebut.

Penggunaan kotoran hewan sebagai pendukung budidaya ikan lele sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan dapat memicu kehadiran bakteri gram negatif seperti E-coli (Escherichia coli). Kini negara-negara di Eropa sangat mewapadai penyebaran bakteri E-Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor produk makanan dari sejumlah negara Asia yang dideteksi mengandung bakteri E-Coli.

Terlampir foto-foto hasil pemeriksaan Herbal Lele produksi Abah Nasarudin menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh:

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak Paramecium dan bakteri asam laktat (Lactic Acid Bacteria) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Terdapat banyak kotoran hewan (diduga potongan kotoran kambing) pada sample cairan
Herbal produksi Abah Nasaruddin Bogor


Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.


Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Penelitian Air Kolam Lele Sangkuriang Abah Nasrudin

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SAMPLE AIR KOLAM DARI FARM LELE ABAH NASARUDIN DI BOGOR PADA BBAP UJUNG BATEE ACEH 

(Air Kolam Usia 2 Tahun)

Kabar berita tentang keunggulan air kolam farm lele milik Maestro Lele Indonesia Abah Nasarudin di desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat semakin membahana ke seantero nusantara dan negara-negara tetangga setelah di ekspose oleh sejumlah media televisi swasta nasional yang juga diupload diYoutube.

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia,Fakta dan Data

Abah Nas yang tidak mengenyam pendidikan tinggi itu telah berhasil merintis usahanya dari nol hingga melahirkan ratusan pembudidaya lele hasil didikannya yang berasal dari Aceh hingga Papua dan negeri jiran yang lulusannya diberi gelar SLI (Sarjana Lele Indonesia). Semua hal dari pengalamannya selama ini melakukan budidaya ikan lele diajarkan kepada anak didiknya hanya dalam 3 (tiga) hari kuliah di Gadong Bogor, kecuali satu, yaitu tentang produk Herbal Ajaib-nya yang dirahasikannya itu.

Dalam diskusi singkat saya dengan Prof Ibnu tentang air kolam Abah Nas itu, memunculkan beberapa dugaan bahwa mungkin air kolam beliau mengandung Alga Spirulina Air Tawar yang Abah Nas sendiri tidak tau akan hal itu. Kehadiran Alga Spirulina dalam air kolam memang dapat membuat ikan lele semakin tahan banting dalam segala cuaca.

Untuk memastikannya, kami membutuhkan sedikit saja sample air kolam Abah Nas di Bogor itu untuk bisa kita periksa di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee Aceh agar rasa penasaran itu bisa segera terjawab.

Alhamdulillah, ada seorang teman baik kita, Mohamad Sholihin dari Kota Bogor yang siap membantu untuk mengambil langsung sample air kolam milik Abang Nas di Desa Gadong, Kec. Mega Mendung, Bogor - Jawa Barat untuk dikirimkan langsung ke Kota Banda Aceh yang akhirnya tiba pada hari Jum'at kemarin (27/12/2013) via JNE. Terima kasih banyak mas Sholihin atas perjuangannya.

Dibawah guyuran hujan lebat kami membawa 2 botol sample air kolam dan 1 botol sample Herbal Ajaib milik Abah Nas dari Kota Banda Aceh kepada Prof. Ibnu Sahidhir yang telah menunggu kedatangan kami di Laboratorium BBAP Ujung Batee di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Berikut ini kami paparkan hasil pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun dari farm lele milik Abah Nasarudin Bogor yang periksa menggunakan mikroskop digital di Laboratorium beliau sebagai berikut :
  1. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Alga Spirulina ukuran 83,07 um, terdapat juga Alga Chlorella ukuran 7,54 um, dan Alga Closterium Moniliferum.
  2. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung, banyak Bakteri Filamen.
  3. Air kolam usia 2 tahun milik Abah Nas mengandung Phytoplankton Coscinodiscus ukuran 27,16 um sebagai penyerap silikat.

Kesimpulan Sementara :

Kualitas air kolam 2 tahun itu sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele karena mengandung Alga Spirulina, Alga Chlorella, Bakteri Filamen dan Phytoplankton Coscinodiscus. Keadaan air kolam seperti itu diduga akibat pemberian Herbal Ajaib produksi Abah Nasarudin yang dirahasiakan komposisinya itu yang juga akan kami paparkan hasil pemeriksaan Laboratorium-nya untuk teman-temansemua pada tulisan artikel berikutnya.

Pemeriksaan sample air kolam usia 2 tahun itu akan dilakukan lebih lanjut oleh Prof Ibnu Sahidhir pada kesempatan selanjutnya.

Berikut Foto-foto hasil penelitian/pemeriksaan air kolam menggunakan mikroskop digital milik Laboratorium BBAP Ujung Batee Aceh.
Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Spirulina terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor

Analisis, Penelitian, Management Air, Herbal, Rahasia, Fakta dan Data
Alga Chlorella dan Alga Closterium Moniliferum
terdapat pada air kolam Abah Nasaruddin Bogor
Ucapan Terima Kasih kami kepada :
  1. Prof Ibnu Sahidhir, di Kota Banda Aceh
  2. Mohamad Sholihin, di Kota Bogor
  3. Seluruh teman-teman anggota group KLS yang telah memberikan dukungan moril-nya atas kelancaran kegiatanyang dimaksud serta terimakasih juga kepada Admin group KLS yang telah memberikan ruang untuk penyebarluasan informasi ini ke seluruh Indonesia.

Ane selaku admin mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya Kepada Achmad Jauhari Arie yang sudah mau meng-share hasil penelitian ini kepada kita semua.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Sabtu, 21 Desember 2013

Budidaya Lele Sangkuriang dengan Teknik Red Water System

Wah ada informasi menarik dari KLS (Komunitas Lele Sangkuriang), Bahasannya tentang Red Water System. Red Water System menjadi salah satu cara baru dalam kegiatan budidaya ikan lele di Indonesia dengan memanfaatkan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises dalam proses pembesaran benih ikan lele tanpa ganti air kolam hingga panen dengan cara fermentasi Yakult, Ragi Tape dan Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / GulaMerah).

Jika selama ini para pembudidaya lele sangat khawatir dengan tumpukan kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolamnya dapat mengganggu kesehatan ikan. Namun dalam Red Water System ini kotoran-kotoran ikan itu justru menjadi kebutuhan makanan bagi bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang akan diserap sebagai pakan utamanya.

Red Water System, Artikel, Kolam Lele, Management Air, Padat Tebar, Panduan, Tips dan Trik


Agar tidak terjadi booming kotoran ikan yang tak terserap semua oleh kedua bakteri itu, maka penting untuk menempatkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises di dalam air kolam lele.

Kolam Red Water System hanya ideal untuk penebaran benih ikan lele dalam jumlah 300 ekor/m3 (tanpa aerasi) dan 500 ekor/m3 (dengan bantuan aerasi) tanpa perlu ganti air hingga panen. Sistem ini sangat cocok bagi Anda yang terlalu sibuk dengan kegiatan lain ataupun yang malas berurusan dengan sedot-menyedot kotoran ikan lele di dasar kolam.

Proses Pembuatan Red Water System untuk Kolam Lele Sangkuriang

1. Bahan-Bahan :
  1. Air Bersih = 18 liter.
  2. Yakult = 4 botol.
  3. Ragi Tape = 2 butir
  4. Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / Gula Merah) = 1 liter.
  5. Air Kelapa Murni (dari 1 butir buah kelapa yang sudah tua)
  6. Jerigen 20 liter = 1 unit

2. Cara Mengolah Bahan :
Masukkan air bersih 18 liter ke dalam Jerigen bersih, kemudian tuangkan 4 botol Yakult, 1 liter Molasses, 2 butir Ragi Tape (yg sudah di tumbuk halus) dan Air Kelapa Murni ke dalam Jeringen yang telah berisi air bersih. Kocok jerigen selama 1-2menit agar semua bahan2 terlarut merata.

Simpan jerigen beserta bahan-bahan tersebut selama 6-7 hari agar terjadi proses fermentasi dengan sempurna yang akan di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat dan berbau alkohol.

3. Cara Aplikasi Bahan Pada Kolam Ikan Lele
Kolam yang telah berisi air bersih bebas kandungan logamberat beserta benih ikan lele diberi tetesan Fermentasi Yakult, Molasses, Ragi dan Air Kelapa yang sudah jadi di jerigen setiap hari secara merata ke seluruh permukaan kolam sebanyak :

Setiap 1 m3 (meter kubik) kolam, di teteskan 100 ml bahan fermentasi tersebut atau setara dengan 1/2 gelas Aqua.

Sisa bahan fermentasi tetap di simpan di dalam jerigen untuk digunakan lagi pada hari-hari berikutnya. Dan lakukan penetesan bahan fermentasi itu setiap hari dengan jarak waktu 24 jam hingga sampai saat panen.

Letakkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises di dalam air kolam lele.

Akibat penetesan bahan fermentasi diatas setiap hari, maka dari hari ke hari air kolam akan berubah perlahan-lahan menjadi berwarna Merah,

Anda jangan panik dengan air menjadi berwarna Merah, karena sesungguhnya air kolam seperti itu dalam keadaan sangat sehat bagi ikan dan minim kotoran ikan karena telah jadi makan bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises dan juga diserap oleh Arang yang anda letakkan di dasar kolam.

Disarankan untuk memasang 2 titik selang aerasi udara, tujuan pemberian aerasi ini adalah untuk mengaduk bakteri Lactobacillus dan bakteri Sakaromises yang berada di dasar kolam agar dapat terus berada merata di semua area kolam.

4. Pemberian Pakan Ikan Lele
Pemberian pakan pelet pada ikan lele disarankan untuk dibibis dulu dengan air hangat dan di angin-anginkan sebelum ditebar ke kolam. Pelet yang kurang lembut sering menjadi penyebab perut ikan kembung dan luka pada usus yang akhirnya menimbulkan kematian pada benih.

Kasus perut kembung pada benih lele sering juga terjadi saat peralihan pelet misalnya dari FF 999 menuju ke 781 (-1) dan seterusnya.
----

Sumber :
Prof. Ibnu Sahidhir, Peneliti Bidang Perikanan pada Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Acehuntuk disebarluaskan kepada seluruh pembudidaya ikan lele di seluruh Indonesia sebagai salah satu alternatif pilihan dalam pembesaran ikan lele yang mudah dan efesien.

Dirangkum dan ditulis oleh :
Achmad Jauhari (Arie), Direktur Utama Radio KISS FM dan KISS TV Kabel Banda Aceh.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 18 Desember 2013

Kenali Lingkungan Hidup yang Ideal untuk Lele Sangkuriang

Dari sekian banyak postingan, saya sampai lupa untuk mengulas Kondisi lingkungan ideal atau Syarat lingkungan ideal untuk budidaya lele. Berhubung banyak stigma yang terkesan lele dapat hidup dalam kondisi apapun, maka ada baiknya kita melihat/mempelajari kondisi ideal yang harus di capai agar lele dapat hidup dan tumbuh dengan optimal.

kolam ideal, syarat hidup lele, lele sangkuriang
gambar dari KLS
Komponen utama dalam budidaya Lele Sangkuriang adalah Air. Air merupakan media tempat hidup dalam budi daya ikan. Kondisi air harus disesuaikan dengan kebutuhan optimal bagi pertumbuhan ikan yang dipelihara. Keberhasilan budi daya perairan banyak ditentukan oleh keadaan kuantitas dan kualitas air. Kuantitas air merupakan jumlah air yang tersedia yang berasal dari sumber air, seperti sungai, saluran irigasi, dan sumur bor untuk mengairi kolam budidaya. Sementara itu, kualitas air berupa sifat fisika, kimia dan biologi air. Sifat fisika meliputi suhu, kecerahan air, kekeruhan, dan warna air. Sifat kimia air meliputi derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (O2), karbo dioksida (CO2), amonia, dan alkalinitas, sedangkan sifat biologi air meliputi plankton, benthos, dan tanaman air. Variabel-variabel dalam kualitas air tersebeut akan mempengaruhi pengelolaan, kelangsungan hidup, dan perkembangabiakan ikan.

Ikan lele tidak terlalu membutuhkan debit air yang besar, seperti ikan mas atau tawes. Hal ini disebabkan lele mempunyai alat pernapasan tambahan (labirin) sehingga dapat mengambil oksigen bebas dari udara. Sumber air untuk usaha pembenihan harus bersih dan jernih. Biasanya air tersebut berasal dari air sumur baik dari sumur bor dengan menggunakan  pompa isap maupun sumur galian biasa. Air yang tidak memenuhi syarat dari segi kualitas air akan berakibat buruk terhadap kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Adapun kualitas air yang dianggap baik untuk kehidupan lele dapat dilihat dibawah ini.

Parameter
Kandungan air yang dianjurkan
Suhu
25-30 derajat Celcius
PH
6,5-8,5
Oksigen terlarut (O2)
> 3 mg/l
Amonia total
Maksimum 1 (mg/l total amonia)
Kekeruhan
Maksimum 50 NTU
Karbon dioksida (CO2)
Maksimum 11 (mg/l)
Nitrit
Minimum 0,1 (mg/l)
Alkalinitas
Minimum 20 (mg/l CaCO3)
Kesadahan total
Minimum 20 (mg/l CaCO3)

Sumber: Rifianto, 2000

Pertumbuhan ikan lele akan bagus jika dipelihara pada suhu air dan lingkungan yang hangat. Oleh karena itu, ketinggian lokasi budi daya disarankan tidak boleh lebih dari 600 m dpl. Air dengan kandungan oksigen yang rendah sekalipun dapat digunakan dalam budidaya lele karena lele mempunyai alat bantu pernapasan berupa labirin yang memungkinkan lele mengambil oksigen langsung di udara. Selain itu lele tidak memerlukan kualitas air yang jernih atau air mengalir, seperti ikan-ikan lainnya. Pada budidaya lele di kolam air tergenang, lele masih dapat hidup dan berkembang selama air kolam tidak terpolusi oleh unsur polutan seperti amonia. Perubahan suhu yang terlalu ekstrim akan menyebabkan ikan stress yang akhirnya akan menyebabkan kematian ikan.

Sumber: Mahyuddin, Kholish,”Panduan Lengkap Agribisnis Lele”, Jakarta: Penebar Swadaya, 2011. 

Semoga Bermanfaat.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 17 Desember 2013

Tips - Cara mem-fillet Ikan Lele Sangkuriang

Dalam postingan lalu, (Cek disini tentang Harga jual Lele Sangkuriang Rendah? coba jadikan Fillet Ikan). nah sekarang kita akan bahas bagaimana cara mem-fillet ikan lele sangkuriang supaya siap dipasarkan di pasar-pasar tradisional maupun pasar swalayan untuk mendongkrak harga lele sangkuriang yang cenderung rendah.

Gambar dari google images
Caranya dalam bentuk gambar saja yah hehe (soalnya dari sumber yang saya dapatkan berupa gambar).

Hati hati, gambar mengandung material yang mungkin bagi sebagian orang menakutkan (gambar mengandung darah), harap bijaksana dalam membaca artikel ini hehe.

Disarankan jika ingin fillet ikan lele bisa tahan lama berada di lemari es ikan milik supermarket dan minimarket, sebelumnya fillet di kemas dulu dengan plastik dalam dan udaranya disedot menggunakan alat Vacum Udara agar di dalam plastik kemasan tidak terdapat udara lagi, Selanjutnya dapat dimasukkan pada plastik kedua yang sudah diber merek dagang (bila ada hehe).

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele

fillet ikan, lele sangkuriang, tips mengolah lele


Silahkan selamat mencoba.

Sumber: Achmad Jauhari Arie II (Komunitas Lele Sangkuriang)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers