Selasa, 31 Maret 2015

Kumpulan Video Budidaya dengan Sistem NWS

Bismillah, sekedar berbagi informasi dan menyebarkan semangat untuk para peternak lele. berikut ini saya tunjukan beberapa video budidaya lele sangkuriang yang saya lakukan dengan menggunakan sistem NWS (Natural water System). Semoga bisa menambah semangat dalam berbudidaya. 

Sebagai catatan berikut detail perlakuan dan konsisi saat budidaya.
  1. Lokasi/Kolam: Di Daerah Tinggi dengan Suhu Malam 18-20 C Siang 24-28 C. Kolam Bulat dan Kotak (Tembok).
  2. Pakan: Pelet Apung sampai Panen
  3. Benih: Ukuran 5-7
  4. Padat Tebar: 300/m3


Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat.



Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Kotak Sudah Fase Merah.



Panen Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat. 

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 30 Maret 2015

Memperhitungkan Jumlah Padat Tebar Ideal di Kolam Sendiri

Banyak diantara kita yang bingung mengenai jumlah tebar benih lele yang tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, dan ada pula yang bingung ketika mendapati data tebar yang berbeda antar peternak. Namun sebenarnya kita harus Bijak dalam menanggapi masalah padat tebar ini. banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ini. 

Artikel, Fakta dan Data, Panduan, Tips dan Trik, Padat Tebar,
Berikut beberapa diantaranya adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain
5. Lokasi
6. Ukuran Lele
7. Pengalaman, dan masih banyak lagi.

Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan bulat-bulat informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan.

Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3, 100/m3, 120/m3, 250/m3, 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, maka bukan berarti itu angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu think locally and act locally (Berfikir Global dan bertindak secara lokal).

Misal kita mendengar ada yang menebar lele dengan kepadatan 1000/m3, apakah mungkin? jawabannya mungkin, namun kita harus menyerap informasi secara menyeluruh. tanyakan apakah itu dipelihara sampai panen? panen ukuran berapa? ganti air berapa kali, apakah dibantu probiotik, dll. sehingga kita tidak salah kaprah mkenerapkannya di kolam kita sehingga malah menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Satu lagi contoh. Ketika mendengar ada yang menebar benih sebanyak 300/m3, sampai panen tidak ganti air, dll. telusuri lagi bagaimana keadaan kolam? jenis kolam yang di pakai apakah tembok atau terpal, bagaimana sistem pembuangan, sumber air, dll.

Nah jadi intinya, dalam menentukan padat tebar ideal untuk kolam kita, kita harus menyesuaikan lingkungan budidaya kita. Try and Error mutlak diperlukan. Oleh karena itu saya selalu menyarankan kepada newbie/pemula, agar tidak tergiur menebar lele dengan jumlah yang banyak. coba dulu dengan jumlah sedikit, misal 1000-2000 ekor per sekali tebar.

Semoga dapat menambah wawasan kita sebagai petani lele. Jaya terus petani Lele
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 29 Januari 2015

Mengatasi Masalah Jamur pada Lele

Pada segment pembenihan, kita biasa mendapati terdapat bintik-bintik putih pada sekujur tubuh lele, maka kita harus waspada karena bintik putih ini akan menyebabkan lendir pada kulit lele hilang serta akan mengakibatkan kulit lele menjadi melepuh. 
Artikel, Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Panduan, Pemasaran, Pembenihan, Probiotik, Tips dan Trik,
Image: alamtani
Hal ini akan berakibat fatal pada lele bahkan menyebabkan kematian. Untuk mencegahnya kita bisa melakukan hal berikut:
  • Lakukan Perawatan air secara rutin/intensif.
  • Pelihara air kolam tambahkan dengan menggunakan probiotik atau herbal.
  • Segera ganti air kolam bila kualitas air sudah mulai jelek
  • Dalam pemberian pakan usahakan diseduh terlebih dahulu menggunakan air hangat serta dicampur dengan probiotic dan cacing lalu di fermentasikan.

Bila lele kita budidaya sudah terlanjur terserang oleh penyakit ini maka kita dapat meramu obat herbal seperti berikut:
Bahan:
  • Siapkan 2 biji Bawang Putih,
  • 10 Lembar Daun Sirih,
  • 1/4 kg Kunir,
  • dan 10 lembar Daun Pepaya.
  • Bila tidak ada daun pepaya kita bisa menggunakan daun jambu biji atau daun kipahit.

Cara membuat dan menggunakannya
Haluskan semua di atas (bisa di blender).
Rebus bahan-bahan diatas dengan menggunakan 2 liter air bersih lalu biarkan sampai dingin.
Untuk penggunaannya kita dapat langsung menyiramkannya ke dalam kolam lele dengan dosis 1 gelas per hari (harus lakukan sampai ikan benar-benar sembuh). Tapi perlu diperhatian bahwa lele yang sudah terserang penyakit ini walaupun dapat diobati namun tetap saja akan ada yang mati.

Semoga masalah dan penyakitnya dapat terobati dan terselesaikan.

Sumber: Berbagai sumber (Komunitas Lele, http://benihikangunungkidul.blogspot.com)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 18 Desember 2014

Penting, Bijak dalam memilih pakan Alternatif untuk Lele

Harga pelet akhir-akhir ini meingkat tajam (Update tanggal: 12/19/2014). Hal ini di perparah dengan naiknya harga BBM. Hal ini tentu saja membuat kalangan petani ikan, terutama lele yang menggunakan pelet sedikit mengelus dada. apalagi harga konsumsi lele yang merosot dan tidak dapat memenuhi target penghasilan yang diharapkan.

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Rahasia, Panduan,
Sebagian besar petani/peternak lele beralih menggunakan pakan alternatif, dari mulai roti bs, sosis bs, ayam tiren, usus, dll. Hal ini tentu menjadi solusi bagi petani ditengah mahalnya harga pelet di tingkat petani/peternak. Namun terselip sedikit persoalan yang kadang jarang disadari saat menggunakan pakan alternatif, terutama bagi yang sebelumnya menggunakan pakan pelet. 

Banyak diantara petani lele yang menggunakan pakan alternatif yang kurang memperhitungkan kandungan nutrisi dari pakan alternatif yang digunakan. kebanyakan menggunakannya hanya untuk menekan biaya produksi (istilahnya ASAL GEDE DAN UNTUNG). Akibatnya tentu akan mengakibatkan masalah lain saat budidaya, misal air cerpat bau, pertumbuhan yang kurang merata, timbulnya berbagai macam penyakit, dll.

Nah dalam menggunakan pakan alernatif, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, agar keuntungan yang diharapkan benar-benar terwujud, berikut analisis saya (pendapat saya pribadi).
  1. Perhatikan komponen bahan baku dari pakan alternatif.
    Penggunaan pakan alternatif harus jeli dalam memilih pakan apa yang akan kita berikan. hal ini ditunjang dengan pengetahuan kita memilih pakan alternatif dengan bahan baku yang tepat. misalnya, ayam tiren bahan dasarnya daging kemungkinan protein dan lemak lebih tinggi dibanding yang lain (misal, karbohidrat, dll). Roti bs, bahan dasarnya terigu, jadi kemungkinan kandungan karbohidratnya lebih tinggi, dst.

    Nah dengan mengetahui hal ini, maka kita akan tau kapan memberikan pakan alternatif a, kapan memberikan pakan alternatif b, dll. jadi istilahnya "Gak Asal Ngasih Pakan"
  2. Perhatikan Ketersediaannya
    Budidaya lele (pembesaran) berlangsung kurang lebih antara 2-4 bulan per siklus. tergantung taknik dan pakan yang digunakan. nah apakan pakan alternatif yang anda gunakan dapat tersedia untuk waktu tersebut? usahakan pilih yang selalu tersedia (tidak musiman)
  3. Perhatikan Harga pakan alternatif anda
    Ini penting, harga pakan alternatif sebaiknya harus sangat diperhitungkan. hal ini agar tidak menjadi bumerang bagi kita. istilahnya mau untung malah buntung. Kenapa? karena kandungan nutrisinya beda, proposrinya beda, dll. Harap ingat, pelet dihargai dalam bentuk kering. jadi gunakan standar itu dalam menilai harga pakan alternatif

    Misal ayam tiren, 1 kilogram ayam tiren, jika di hancurkan dan dibuat tepung akan menjadi berapa kilogram? (saya belum meneliti secara khusus konversi ayam tiren, tapi beberapa teman sudah melakukannya, misal pa Edi Jalasena). misal 1 kg tiren jadi 200 gram tepung ayam. nah berarti untuk mendapat 1 kg pakan tiren kering kita membutuhkan 5kg ayam tiren. nah kalo kita beli ayam tiren seharga 1500, maka untuk mendapatkan 1 kilogram tepung ayam membutuhkan paling tidak 7500.

    Namun hal ini berbeda cerita jika anda mendapatkan pakan alternatif yang GRATIISSSS. atau hanya memberi sekedar uang lelah tentu poin ini tidak jadi masalah
  4. Perhatikan Komponen Pendukung Budidaya anda
    Seperti dikatakan diatas, penggunaan pakan alternatif juga akan menambah residu/sampah pada kolam. hal ini dikarenakan beberapa komponen pada pakan alternatif tidak dimakan atau tidak sempurna dicernanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan pakan alternatif pastikan kolam anda mudah dibersihkan, mudah ganti air, dll

    selain itu harap perhatikan faktor lingkungan.
  5. Catat dengan baik rincian usaha anda
    hal ini penting untuk mengetahui berapa besar efisiensi yang anda lakukan. Jadi nantiny bisa menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan.
  6. dll
    masih banyak sih tapi dah cape ngetiknya hehe.

Jika anda terpaksa menggunakan pelet seperti saya (karena komponen-komponen diatas tidak memenuhi), maka yang harus difikirkan adalah bagaimana cara meningkatkan nilai jual, selain memikirkan bagaimana menurunkan biaya produksi.

Ah susah kalo gitu, hehe kalo mau gampang jualnya jangan jual lele, jual bensin, gas, atau jual emas, harganya pasti, sorry becanda. Itulah tantangannya, yang bisa lulus jadi pengusaha sukses, yang males ya gitu deh. Ingat ada banyak pedagang, pedagang yang sukses? hanya ada beberapa. Ada banyak peternak, peternak yang sukses? ada beberapa saja, nah semoga kita salah satunya Amiiiin YRA.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 13 Oktober 2014

Langkah-langkah/Tata cara Pemijahan lele ala DELCATFISH

Sharing is caring, slogan ini sangat menarik dan sangat menggugah semangat untuk berbagi. nah berikut ini ada tips khusus yang diberikan oleh DELCATFISH

Persiapan :

Induk jantan :
  • Kelamin penuh, ujung meruncing, warna ungu, bila disentuh keluar sperma (horny)

Induk betina :
  • Kelamin warna ungu, test kanulasi: warna telur coklat (harus)
  • Pasangan induk diberok (dipuasakan 1 hari) dengan tujuan untuk membersihkan lambung, sehingga pada saat dipijah tidak mengeluarkan kotoran yang mencemari perairan. Pada saat puasa resiko induk stress lebih rendah.
  • Diusahakan warna induk sama, untuk mempercepat adaptasi dengan pasangan
Artikel, Cacing Sutra, Panduan, Pembenihan, Tips dan Trik,
Photo dari KLS

Kolam pemijahan :
  • Kolam sudah disuci hama (sterilisasi dengan disinfektan)
  • Pengisian air kolam dengan treatment garam krosok 0.5kg/m3, ketinggian air 2/3 dari panjang tubuh induk.
  • Aplikasikan ADS dekomposer
  • Induk masuk kolam pijahan pukul 14.00-16.00, beri sedikit waktu untuk kenalan
  • Tambahkan anti galau secukupnya dan sedikit unsur melow biar lebih romantic
  • Matikan semua alat komunikasi agar tidak mengganggu proses pemijahan
  • Setelah induk masuk, tutup kolam untuk menjaga suhu, dan memberi kenyamanan selama proses pemijahan. Pemberian kelambu disarankan untuk memberikan suasana melankolis
  • Kakaban diusahakan dijemur panas matahari sebelum masuk kolam pemijahan, agar terbentuk gas ‘ampo’ yang merangsang pemijahan

Pengambilan induk dari kolam pijahan
  • Ambil kakaban dan diletakkan di kolam penetasan yang diberi aerasi untuk meningkatkan DO air
  • Pengambilan kakaban sebaiknya pagi, 06.00-07.00
  • Setelah kakaban dipindah segera ambil induk untuk mengurangi gangguan terhadap penetasan telur yang tertinggal di kolam pemijahan, sebaiknya induk dikondisikan dulu dalam kolam penampungan, karena posisi induk masih letoy habis bercinta setelah kondisi pulih (sore) baru bisa dimasukkan kekolam induk (takutnya akan dikeroyok sama temen-temennya yang jelous)
  • Setelah telur menetas segera tambahkan ADS dan tambahkan unsur C (molase atau gula pasir)

Perlakuan larva
  • Setelah larva menetas, biarkan sampai kantung makanan (yolksolk) kempes
  • Masukkan casut yang terlebih dulu dipotong-potong, pemberian sebaiknya disebar untuk pemerataan
  • Casut sebaiknya dicuci dulu, lebih bagus di steril dg MB atau PK untuk mematikan bakteri cinta yang ada dalam tubuh cacing
  • Pemberian casut sedikit demi sedikit. Tambahkan casut bila persediaan casut dikolam larva sudah habis.
  • Diusahakan tidak ada casut tersisa dikolam pada saat malam hari, bila tertinggal sedikit masih bisa ditoleransi (M11)
  • Pisahkan larva ke kolam baru yang sudah dikondisikan bila terlihat terlalu padat (dicek pada saat malam hari, ketika DO drop, pengecekan sebaiknya lewat sistim ABK. Sistim ini sangat disarankan sebab bila pengecekan langsung takutnya ada yang khawatirr duhh..
TIPS:
Pemberian casut disarankan sampai benih bisa naik turun untuk mengambil oksigen dipermukaan (aborescence terbentuk)
Bila ukuran larva sudah mencapai ukuran 1-2 (minimal 50%) segera lakukan grading.

Grading awal
  • Siapkan 2 kolam untuk grading dengan air yang sudah dikondisikan, untuk mempercepat adaptasi ikan sebaiknya campurkan sebagian air kolam lama (50% permukaan atas)
  • Lakukan grading langsung dikolam baru, grading dilakukan sebaiknya saat suhu tidak terlalu terik (sore)
  • Ukuran tt (yg lolos) sebaiknya diberi pakan casut lagi dan ukuran bb (yg nyangkut) mulai diajari pelet (bisa dari pf 500 yang dibuat bulatan kecil yang sudah dicampur dengan ADS)
  • Diusahakan kolam larva selalu tertutup dan hanya dibuka pada pukul 07.00-11.30, untuk menghindari fluktuasi suhu dan mengurangi sinar matahari yang masuk. (untuk menghindari blooming bluegreen algae)
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 01 September 2014

Usaha Lele Kandas di Percobaan Pertama, Kenapa?

Sekedar share pengalaman saja, semoga menjadikan pelajaran yang bisa di ambil hikmahnya khususnya pemula seperti saya.

Banyak kasus pembudidaya pemula yang baru terjun di dunia perlelean yang kandas/gulung terpal/bangkrut pada percobaan pertama. lalu kemudian mengambil kesimpulan tergesa-gesa yang membuat orang lain jadi enggan merambah bisnis ini. mungkin anda pernah mendengan istilah ini "Jangan usaha lele gak ada untungnya", "usaha lele gak bakalan untung, pakan mahal harga jual rendah", dll

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Kisah Sukses, Rahasia, Tips dan Trik, Bisnis Lele
Lho koq bisa? saya mencoba memaparkan beberapa penyebabnya:

Kurang Pengetahuan dalam Budidaya

Budidaya lele, relatif lebih sulit bagi pemula sebenarnya. hal ini dikarenakan pola fikir calon pembudidaya lele yang salah. seperti misalnya anggapan bahwa lele adalah ikan yang superkuat yang dapat bertahan dalam kondisi perairan apapun, lele cepat dipanen, mudah pemeliharaanya, dll.

Akibatnya, sering kali pemula terkesan asal-asalan. bikin kolam asal ada airnya, ngasih pakan sekenanya, ya tentu saja amsiong hehe.

Kurangnya memikirkan faktor resiko

Saya sering liat postingan gini:
Ane newbi nyoba tebar bibit 10.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 25.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 30.000
dst....

Coba bayangkan, untuk membesarkan lele sebanyak 10.000 ekor, modal untuk bibit dan pakan saja minimal harus mengantongi 11.500.000 (01/09/2014), bagaimana untuk membesarkan 20 ribu, 30 ribu, dst. 
Kalau untung sih tidak mengapa, cuma masalahanya, jika rugi??? bukan menakut nakuti hanya saja kembali mengingatkan kenali faktor resiko sebelum memulai.

nah itu dalam budidaya, sekarang waktu panen, menjual lele diatas 1 ton untuk pertama kalinya bukanlah suatu hal yang mudah. Alangkah lebih baik jika kita mulai dari bawah/kecil dulu, 1 kuintal, lanjut panen berikutnya 2 kuintal, dst

Buruknya management keuangan

Hal hal ini terjadi hampir pada setiap pemula. bagi pemula biasanya karena dikit-dikit uang, ada masalah dikit uang, lele gantung uang, dll, lho koq?

contoh, biasanya bagi pemula, pas tebar liat lele tegak, panik nanya sana nanya sini, biasanya jawabanya harus pake ini, pake itu yang ujung-ujungnya harus di beli. bener gak? padahal biasanya solusinya gampang dan bisa di lakukan tanpa harus mengeluarkan uang tambahan.

nah akibatnya karena banyaknya pengeluaran diluar pengeluaran wajib, ongkos produksi membengkak, ya ujung-ujungnya rugi. hehe

Dst, silahkan tambahkan faktor lainya ya...

Sedikit saran dari saya:
jika temen-temen newbie seperti saya, ada baiknya hindari percobaan perdana tebar benih diatas 2000. kenapa?
  1. Saya modalnya, peluang keberhasilan tebar perdana/newbie apalagi belum pernah ada pengalaman sbelumnya < 50%, jika temen-temen spekulasi dengan nebar benih < 2000 coba bayangkan berapa besar modal yang korban
  2. jika temen-temen mampu tebar > 2000, mending dibuat beberapa tahap tebar, agar selain bisa menghemat modal di saat kritis, sekaligus kita jadikan setiap kali tebar menjadi.
  3. Hematlah penggunaan modal, jika terjadi masalah, jangan panik. jangan gampang tergiur dengan produk A, produk B. percayalah dalam budidaya lele banyak hal yang bisa di manfaatkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 21 Agustus 2014

Panduan Membuat Kolam Bulat/Bundar dengan Rangka Wire-mesh

Postingan ini menjelaskan langklah-langkan membuat kolam bulat menggunakan rangka Wire-mesh.  Kenama Wire-mesh? karena pembuatan kolam bulat menggunakan Wire-mesh dapat mempercepat pengerjaan dan memangkas biaya produksi.

Dengan menggunakan Wire-mesh juga dapat memperpanjang umur kolam. Karena dengan penanganan yang baik, rangka kolam menggunakan Wire-mesh dapat bertahan lama. Sudahlah cukup basa-basinya, mari kita mulai:

Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan kolam Bulat/Bundar

  •  Kolam Bulat (Bahan Terpal atau Terpoly)
  • Besi Wire-mesh, minimal ukuran 7 mm, untuk kolam bulat dengan diameter 3 meter kebawah, cukup 1 buah Wire-mesh dengan panjang 5,4 meter dan lebar 2,1 meter
    Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    Wire-mesh
  • Bengkokan (Knee) paralon 2 buah
  • Paralon (panjang dan besar sesuaikan)
  • Kabel Ties / Tierap / Ripet
    Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
  • Terpal Atap (Talang) (panjang dan besar sesuaikan)
  • Las Listrik (Bisa juga sewa tukang las biayanya cukup murah) 

 

Langkah-langkah pembuatan Rangka Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh

    1. Potong 2 bagian Wire-mesh sehingga menjadi 2 buah dengan ukuran panjang 5,4 dan lebar 1.05 meter. las Wire-mesh sehingga membentuk wiremesh sehingga menjadi satu buah Wire-mesh namun lebih panjang.

      Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    2. Potong Wire-mesh sesuai ukuran keliling kolam bulat yang akan dibuat (hitung dengan rumus keliling lingkaran 3.14 x jari-jari x jari-jari)
    3. Las ujung-ujung  Wire-mesh. secara langsung Wire-mesh akan membentuk lingkaran. sesuaikan dan rapikan sehingga mementuk bulatan/lingkaran sempurna

    Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,

    Langkah-langkah pembuatan Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh

    1. Buat tempat meletakan rangka, kalau ada bisa menggunakan tembok agar lebih kuat
    2. Usahakan bagian bawah dibuat melengkung seperti ketel/penggorengan
      Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    3. buat lubang pembuangan pada bagian tengah mengunakan knee, usahakan di tembok agar kokoh
      Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    4. buat saluran pembuangan seperti gambar dibawah:
      Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    5. tempatkan rangka yang sudah dibuat tadi.
    6. pasang terpal atap sebagai pelapis, supaya terpal tidak mudah bocor
    7. Jangan Lupa Beri bantalan pada bagian atas supaya terpal tidak bocor tergores potongan wire-mesh
      Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,
    8. Pasang tepal atau terpoly pada rangka
    9. Buat saluran pembuangan pada terpal. Dijelaskan secara rinci pada postingan: Cara Membuat Saluran Pembuangan Pada Terpal atau Terpoly (Segera)
    10. Selesai
    Kolam bulat siap diisi dan digunakan sebagai wadah budidaya

    Kolam Bulat, Panduan, Artikel, Fakta dan Data, NWS, Lele Sangkuriang, Kolam Terpal, Kolam Terpoly, Tutorial, Tips dan Trik,

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
      Salam Patilers