Sabtu, 14 September 2013

Download - MAKALAH PRODUKSI CALON INDUK UNGGUL IKAN LELE

Ilmu pengetahuan bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah artikel menarik yang saya dapatkan dari situs BBAT (Balai Budidaya Air Tawar). Isinya tentang artikel produksi calon indukan unggul ikan lele.



Ringkasan:
Perkembangan akuakultur diyakini bergantung pada beragam faktor, diantaranya kebutuhan pasar, pengembangan dan transfer teknologi terapan, ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, dorongan investasi serta penyediaan infrastruktur. Namun perkembangan tersebut masih jarang memanfaatkan program pemuliaan ikan yang efisien dan sistemamatik yang dapat mendukung peningkatan produksi. dengan target peningkatan produksi yang cukup tinggi tersebut memerlukan penyelarasan teknologi yang lebih inovatif agar usaha budidaya lele menjadi lebih efisien. Inovasi budidaya dapat dilakukan baik melalui mendekatan genetic, lingkungan maupun pakan


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Jumat, 13 September 2013

Cara Mengobati Penyakit Aeromonas Pada Lele Sangkuriang Menggunakan Daun Meniran dan Bawang Putih

Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang lele adalah penyakit aeromonas. Aeromonas merupakan masalah yang sering dihadapi para pembudidaya ikan lele. Tak hanya ikan lele, aeromonas juga kerap menyerang jenis ikan lainnya.

Tentu saja serangan bakteri aeromonas pada ikan akan menyebabkan produksi tidak maksimal. Bahkan tak jarang serangan aeromonas  mengakibatkan kematian masal pada ikan. Jika demikian bukan untung yang didapat namun malah buntung karena pembudidaya ikan mengalami kerugian.
Gambar dari Google Images

Serangan aeromonas pada ikan biasanya berhubungan dengan buruknya kualitas air kolam. Selain itu pemicu serangan aeromonas adalah perubahan suhu yang ekstrim serta kepadatan ikan yang terlalu tinggi.

Ikan yang terserang aeromonas akan ditandai dengan gejala sebagai berikut :
  1. Terdapat bercak merah pada bagian dada, perut, dan pangkal sirip,
  2. Berkurangnya selaput lendir (mucus),
  3. Sisik rusak dan rontok
  4. Sirip punggung, dada dan ekor rusak dan pecah-pecah, menyebabkan ikan lemah dan kehilangan keseimbangan.

Penanggulangan Penyakit Aeromonas

Untuk mengatasi aeromonas, kebanyakan pembudidaya ikan menggunakan obat kimiawi. Kelemahan obat kimiawi adalah apabila digunakan secara terus menerus dalam kurun waktu yang cukup lama dapat berdampak buruk pada lingkungan budidaya itu sendiri.

Selain itu penggunaan obat kimia dengan dosis yang tidak tepat akan menyebakan resistensi pada ikan. Selain obat kimia sebenarnya pembudidaya ikan dapat menggunakan tepung berbahan daun meniran (Phylanthus urinaria) dan bawang putih (Allium sativum).

Daun meniran dan bawang putih iketahui berkhasiat untuk mencegah infeksi virus dan bakteri, serta mendorong sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Dinamella, penggunaan daun meniran dan bawang putih pada ikan yang terkena penyakit Aeromonas dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga 25-30%.

Cara membuat obat dari tepung daun meniran dan bawang putih ini pun relatif mudah. Daun meniran dibersihkan lalu dikeringkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama 3 – 4 hari. Setelah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender.

Sedangkan untuk membuat tepung bawang putih diawali dengan mengupas bawang putih dan diiris tipis-tipis. Selanjutnya dikeringkan tanpa menggunakan sinar matahari langsung selama 3-4 hari dan dimasukkan ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 60 oC. Jika sudah kering kemudian dihaluskan degan cara diblender.

Adapun cara pengobatannya adalah dengan mencampur tepung daun meniran dan tepung bawang putih dengan pakan (pellet). Perbandingan daun meniran dengan bawang putih yang digunakan adalah 2 : 1.

Hasil dari pengujian Dinamella, penggunaan dosis 2,1% tepung meniran dan bawang putih yang dicampur pada pakan, efektif untuk pencegahan infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup 25-30% pada ikan yang terinfeksi.

Sumber: Berbagai Sumber

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 11 September 2013

Kenapa kolam saya terdapat banyak busa/buih?

Tak jarang pembudidaya ikan yang menjumpai air kolam ikannya terdapat banyak busa/buih. Kondisi air kolam yang berbusa perlu menjadi perhatian bagi pembudidaya ikan. Munculnya busa pada kolam ikan bisa menjadi tanda bahwa kondisi air kolam cenderung tidak sehat.

Air kolam yang tidak sehat tentunya akan menyebabkan ikan rentan terkena penyakit yang ujung-ujungnya ikan akan mati. Jika demikian pembudidaya ikan akan mengalami kerugian.

Ada beberapa kemungkinan penyebab air kolam ikan menjadi berbusa/berbuih.

Kemungkinan pertama air kolam menjadi berbusa karena terjadi peningkatan kadar gas CO2 dan banyak plankton yang mati. Selain air yang berbusa, kondisi ini biasanya juga menyebabkan air kolam menjadi keruh dan pekat.

Kemungkinan kedua munculnya busa pada kolam dikarenakan tingginya kadar organik terlarut dalam air. Bahan organik ini bisa berasal dari sisa kotoran ikan yang tidak terurai serta sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan.

Kemungkinan ketiga penyebab air kolam berbusa adalah fenomena ledakan alga atau biasa disebut algae blooming. Kondisi ini terjadi karena proses pemupukan yang berlebihan atau over dosis penggunaan katalis plankton.

Hal ini menyebabkan populasi alga menjadi tidak terkontrol. Selain munculnya busa, ledakan alga ini juga menyebabkan air kolam menjadi pekat.

Selain kemungkinan di atas, munculnya busa pada air kolam bisa jadi dikarenakan anda baru saja melakukan penggaraman pada kolam. Penggaraman biasa dilakukan pembudidaya ikan untuk menyetabilkan pH air setelah kolam terguyur air hujan. Selain itu penggaraman biasa dilakukan untuk terapi pengobatan maupun mencegah penyakit ikan. 

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Selasa, 10 September 2013

Video - Pemberian Pakan dan Mamagement Air pada Budidaya Lele sangkuriang dengan Teknik Organik

Mumpung lagi santai, bikin simulai pemberian pakan sekaligus management ketinggian air pada budidaya lele sangkuriang secara organik. Cara ini diadaptasi dari pelatihan yang diberikan oleh ALSI (Asosiasi Lele Sangkuriang Indonesia.)



Semoga video ini bisa membantu memahami pemberian pakan dan management air khususnya pada budidaya lele sangkuriang dengan teknik Organik.



Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Senin, 09 September 2013

Management Air - SOP/Panduan Pembesaran Lele Sangkuriang Organik

Pemeliharaan/management air adalah salah satu komponen penting dalam usaha pembesaran lele sangkuriang, tentu disamping faktor-faktor lainnya. Pada postingan ini saya menggunakan teknik organik yang diberikan oleh abah nasrudin sebagai panduan. Dengan teknik ini, kita tidak melakukan penggantian air selama budidaya, ini dapat menghemat sekaligus mempertahankan kualitas air. Kuncinya adalah perlakuan kolam sebelum penebaran benih, sebagaimana ditulis dalam posting sebelumnya yaitu penggunaan kompos dan herbal.

Pemeliharaan air ini memiliki beberapa tahapan diantaranya adalah:
  1. Pengelolaan/Management air saat persiapan kolam (sebelum tebar bibit)
  2. Pengelolaan/Management air setelah tebar bibit (saat pembesaran dilakukan)
  3. Pengelolaan/Management air setelah panen (pemanfaatan air bekas panen)

Pengelolaan/Management air saat persiapan kolam

Sebelum dilakukan penebaran bibit, air pada kolam perlu diberikan perlakuakn khusus agar air memiliki kondisi ideal untuk dijadikan media tumbuh bagi lele.
Untuk membuat kondisi Air pada kolam menjadi Ideal, kita bisa mengimplementasikan teknik "Teh celup lele". 

Silahkan klik pada link Berikut:

Catatan, anda juga bisa menambahkan probiotik atau garam gosok jika memang diperlukan.

Pengelolaan/Management air setelah tebar bibit 

Pada saat pembesaran, air harus di kelola agar tetap memenuhi standar kelaikan bagi lele sangkuriang. Pada saat pembesaran, air ditambahkan ketinggiannya (kedalamnnya) sesuai dengan perkembangannya, agar ruang lingkup hidup lele sangkuriang cukup memadai. Adapun caranya adalah sebagai berikut: 

Pada kegiatan Tata Guna Pakan disebutkan bahwa pemberian pakan terdiri dari 4 tahap: (L1, PL2, PL3, SNL) hal ini berhubungan dengan sistim penambahan air kolam, dimana disebutkan bahwa air kolam tidak diganti atau difilter tetapi hanya dilakukan penambahan (klik disini untuk membaca management pakan), tahapannya adalah:
  1. Pada saat pertama kali benih masuk tinggi air kolam adalah 50 cm, pakan yang digunakan yaitu L1.
  2. Setelah pakan L1 habis (sesuai dg jatah volume pakan) maka tinggi air ditambah menjadi 70 cm kemudian berikan pakan jenis PL2.
  3. Setelah pakan PL2 habis tinggi air ditambah lagi menjadi 90 cm dan pakan menggunakan pakan PL3.
  4. Terakhir setelah PL3 habis tinggi air naik lagi menjadi 120 cm, pertahankanlah volume air pada ketinggian ini hingga saatnya panen tiba dan pakan yang digunakan adalah pakan tenggelam (SNL).

 

Pengelolaan/Management air setelah panen

Setelah proses pembesaran dilakukan, dan lele sangkuriang sudah dapat dipanen pada ukuran yang dikehendaki,  air yang dipakai dalam proses pembesaran tidak perlu dibuang. Air ini bisa digunakan kembali sebagai media pembesaran lele sangkuriang. kita hanya perlu membersihkan air kolam dari lumpur, atau kotoran lainnya dengan cara menyaring menggunakan kain kasa atau yang sejenis.


Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 08 September 2013

Cara mudah membersihkan Kolam terpal

Membersihkan kolam dari sisa-sisa pakan, maupun kotoran ikan dengan cara menyedot/membuang kotoran yang mengendap di dasar kolam terpal, wajib dilakukan pembudidaya kolam terpal untuk mengurangi konsentrasi Amonia dan Nitrit yang ditimbulkan oleh penumpukan kotoran ikan dan sisa pakan di dasar kolam terpal.

Pembersihan kolam terpal harus dilakukan secara teratur. Pada pembesaran lele kolam terpal misalnya, pembersihan kolam harus dilakukan minimal 20-30 hari sekali. Untuk memudahkan kita dalam melakukan pembersihan kolam terpal, kita bisa membuat alat pembersih sederhana menggunakan selang air yang ujungnya disambung dengan pipa pralon berbentuk T yang telah dilubangi. Jadi nantinya cara kerjanya mirip dengan mesin penyedot debu. 



Bagian selangnya nanti disambungkan ke mesin pompa air untuk dilakukan penyedotan, kemudian penyaringan air, dan air bisa langsung dikembalikan kedalam kolam.

Cara Membersihkan Kolam Terpal Ukuran Kecil

Untuk kolam terpal yang berukuran kecil, pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan selang air. Pada ujung selang yang akan dimasukkan ke kolam disambung dengan pipa pralon berbentuk T yang sebelumnya telah dilubangi di banyak tempat. Masukkan ujung selang ini hingga mencapai dasar kolam.

Sedangkan ujung selang satunya diletakkan di tempat yang lebih rendah dibanding dasar kolam. Sedot ujung selang hingga air mengalir. Selanjutnya biarkan gravitasi yang akan membantu mengalirkan air keluar kolam.

Kemudian gerakkan ujung selang satunya yang sebelumnya telah anda masukkan ke dalam kolam. Gerakkan secara perlahan dan hati-hati ke seluruh bagian dasar kolam  hingga air yang keluar tidak lagi mengandung endapan kotoran. Persis sama ketika kita pake vacum cleaner dirumah (Coba tanya sama ibu, kakak, atau istrinya bagaimana cara menggunakan vacum cleaner kalo belum pernah hehe).

Setelah pembersihan selesai dilakukan, Lakukan penggaraman dengan dosis 1 ons/m3 untuk mencegah masuknya bibit penyakit melalui air baru.

Cara Membersihkan Kolam Terpal Ukuran Besar

Cara membersihkan kolam terpal berukuran besar pada dasarnya sama dengan cara pembersihan untuk kolam terpal kecil. Hanya saja untuk mempercepat proses, kita bisa menggunakan selang dan pralon yang berukuran lebih besar. Selain itu gunakan mesin pompa air atau mesin diesel untuk menyedot air keluar kolam.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat, Amiin

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Grading atau Penyortiran, langkah untuk Mengoptimalkan Produksi Lele

Sebagus apapun kita memperlakukan ikan dalam tahapan budidaya, pasti pertumbuhan ikan tidak akan sama semua. ada yang tumbuh bongsor, ada juga yang telat pertumbuhannya. untuk itu agar produksi lele sangkuriang yang hasilkan optimal. maka diperlukan grading atau penyortiran.  

Gambar dari youtube
Pada budidaya ikan lele terdapat tahapan seleksi bibit pada setiap interval waktu tertentu. Di kalangan para pembudidaya ikan, aktivitas ini dikenal dengan istilah grading up (penyortiran).

Caranya adalah dengan memisahkan bibit ikan leles ecara berkala menjadi beberapa kelompok berdasarkan ukurannya. Seleksi bibit ini pada dasarnya memang perlu dilakukan agar tercapai tingkat keseragaman ukuran (sesuai umur ikan).

Grading atau Penyortiran berpengaruh terhadap efisiensi pakan.dari hasil penyortiran diketahui jenis pakan yang paling tepat sesuai umur dan ukurannya sehingga bisa mempercepat pertumbuhan. Nah misalkan satu kolam diperkirakan ukurannya 2 – 3 cm, lalu hanya diberi pakan untuk ukuran ikan kecil saja. Atau kita juga bisa menentukan ukuran panen lele sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers