Jumat, 06 September 2013

Beberapa jenis penyakit lele sangkuriang dan penangananya secara alami

Untuk dapat mengatasi penyakit pada lele dapat dilakukan dengan berbagai cara, tapi sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam atau disekitar lingkungan kita (Alami), selain lebih murah dan mudah didapat, penggunaan bahan alami relatif lebih aman, baik untuk lele maupun untuk lingkungan sekitar.

Beberapa cara penanggulangan penyakit lele dengan bahan alami :

Radang usus.

Penyakit lele ini biasanya menunjukkan gejala lele akan terlihat berdiri tegak dan bagian kumisnya menyembul di permukaan air. Cara mengatasi/ penanggulangannya dapat dilakukan cara menggunakan buah mengkudu yang sudah masak, caranya buah mengkudu yang sudah masak lalu masukkan pada kolam lele yang sakit, untuk ukurannya serta banyaknya mengkudu disesuaikan saja dengan besaran kolam, misalnya untuk kolam ukuran 2×4 cukup dgn 1 atau 2 buah mengkudu.

Radang Insang.

Ciri-cirinya adalah insang lele yang memerah. Cara mengatasi/penanggulangan dilakukan dengan cara menggunakkan daun sirih dan daun pepaya. Caranya, ambil 10 lembar daun sirih dan 10 lembar daun pepaya segar, lalu rebus dengan 1 liter air (1 gayung) biarkan mendidih sampai  air susut menjadi tinggal 1 gelas. Setelah itu larutkan hasil rebusan air yang 1 gelas tadi dgn 10 gelas air bersih, hasil campuran inilah yang dapat digunakan, tebarkan larutan ini secukupnya pada permukaan air kolam yg terkena penyakit, dosis harus disesuaikan dengan luas kolam.

Asam lambung.

Tanda-tandanya adalah akan terlihat kembung karena berisi gas/angin dan cairan. Cara mengatasi/penanggulangannya seperti penanggulangan pada penyakit radang insang.

 Penyakit  jamur/radang kulit. 

Ciri-cirinya pada kulit lele akan terlihat bercak-bercak putih, atau jika yg sudah parah kulitnya seperti terkelupas. Cara mengatasi/ penanggulangannya bisa menggunakan ramuan seperti pada penanggulangan pada penyakit radang insang namun agar khasiat ramuan lebih efektif, sebaiknya ikan lele yg sakit direndam dlm baskom yg telah diisi dgn ramuan tersebut. jika jumlah ikan lele yang sakit banyak, penanggulangan penyakit lele dapat dilakukan dengan cara seperti di bawah ini :
  1. Kuras air kolam 50%
  2. Siapkan tempat untuk menampung ikan yang akan diobati, isi dengan ramuan daun pepaya dan sirih (yg telah dicampur dgn air bersih 10:1)
  3. Masukan ikan lele  ke dlm tempat penampungan. Waktunya disesuaikan saja, namun jangan terlalu lama, jika ikan lele terlihat sudah megap-megap, berarti sudah cukup.
  4. Kembalikan ikan lele ke dalam kolam. Kemudian tambahkan air kolam seperti volume awal, sebaiknya gunakan air yg berkualitas baik yaitu sudah dikompos atau air yang sudah melalui proses persiapan untuk air kolam.
  5. Untuk membantu proses penyembuhan, boleh menebar cairan ramuan tersebut ke dalam kolam, ditambah dengan memasukan buah mengkudu yang sudah masak.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kamis, 05 September 2013

Cara Menurunkan Tingkat Kanibalisme Pada Lele Sangkuriang dengan Mengkudu

Lele Sangkuriang merupakan slah satu hewan yang dikenal sebagai hewan kanibal. Karena jika kekurangan makanan, maka lele cenderung akan memangsa sesamanya untuk bertahan hidup. Nah namun sebenarnya hal ini jarang terjadi, jika pemeliharaan dilakukan dengan baik, dan pemberian pakan diberikan dengan baik.

Gambar dari Wikipedia
Namun usaha budidaya lele yang dilakukan secara intensif, akan memaksimalkan kapasitas produksi. Masalah yang sering muncul pada usaha budidaya secara intensif ikan lele ialah tingginya tingkat mortalitas benih ikan lele akibat sifat kanibalisme dalam kegiatan pembenihan. Hal ini terjadi karena sifat agresif yang tinggi akibat padat tebar pemeliharaan yang tinggi sehingga membatasi ruang gerak dan meningkatkan tingkat persaingan makanan dan oksigen.

Upaya yang dilakukan selama ini dalam mengendalikan sifat kanibalisme ini yaitu dengan melakukan penyortiran (grading) ukuran benih secara teratur atau penjarangan kepadatan pemeliharaan benih.

“Namun, upaya seperti ini dinilai masih kurang efisien karena mengurangi kepadatan pemeliharaan dalam kapasitas produksi yang tersedia dan juga memerlukan tambahan sarana produksi untuk menampung benih hasil sortiran atau penjarangan,” demikian kata Ikbal Hadi, mahasiswa Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, bersama Dosen Pendamping Ir. Harton Arfah, M.Si.

Alternatif upaya lain yang dapat dilakukan dalam mengendalikan kanibalisme benih ikan lele pada sistem budidaya intensif yaitu bisa melalui pendekatan secara hormonal. Riset yang dilakukan oleh Hseu J.R., pada juvenil ikan kerapu membuktikan bahwa kanibalisme dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi hormon serotonin pada otak.

Ikbal Hadi bersama empat rekannya Asep El Qusairi, Ruly Ratannanda, M. Hasyim Al Abror, dan Rezi Hidayat melakukan penelitian bertajuk “Efektivitas Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu Morinda cirtifolia L. Melalui Pakan Alami Terhadap Sifat Kanibalisme Benih Ikan Lele Clarias sp. Pada Sistem Budidaya Intensif”.

Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, mengkudu menunjukkan keunggulan luar biasa. Mengkudu mengandung zat scopoletin yang berguna dalam peningkatan kegiatan kelenjar peneal di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin.


Serotonin adalah salah satu zat terpenting di dalam butiran darah (trombosit) yang melapisi saluran pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin berperan sebagai neurotransmiter penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.  
Sumber : di lansir dari Pos Kota 

CARANYA:
Ada banyak cara mengimplementasikannya: silahkan pilih cara yang bisa di aplikasikan:
  1. Cara Pertama: Ambil Beberapa buah Mengkudu lalu di jus lalu di campur pakan.
  2. Cara Kedua: Ambil beberapa buah mengkudu yg sudah matang, belah jadi beberapa potong lalu masukan langsung kedalam Kolam.
  3. Bisa juga sebelum diberikan, mengkudu di fermentasi selama 12-24 jam
Atau jika mempunyai cara peng-aplikasian yang lain silahkan tambahkan saja di kolom komentar.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Rabu, 04 September 2013

Pembuatan Magot/Belatung secara sederhana sebagai Pakan Alternatif Lele Sangkuriang

Menurut beberapa teman yang sudah pernah mencoba, membudidayakan Maggot bukanlah hal yang sulit dilakukan. Anda hanya perlu menyediakan media tempat bertelur lalat. Hal ini ditunjang dengan beberapa fakta yang menyebutkan bahwa lalat akan dengan sangat mudah bertelur pada media yang telah disediakan dengan catatan medianya sesuai.

Nah berikut beberapa catatan yang saya dapat dari komunitas lele sebelah (saya lupa nama yang mempostkan ini, tapi mudah-mudahan jadi ladang amal buat yang mempostingkan ini, Amiin).



Pengalaman yg gampang bikin belatung yang pernah saya coba :
Bahan :
Ember/drum apa sajalah sesuai yg ada sj
Ampas tahu / kedelai 60 kg
Bubuk ikan asin 10 kg
Kotoran ayam 30 kg

Cara buat :
  1. Caranya masukkan ampas tahu sebagai bahan utama kedalam ember, lalu tambahkan air bersih dan aduk hingga rata.
  2. Kemudian tambahkan ikan asin dan kotoran ayam, lalu tutup permukaannya dengan daun pisang kering agar lalat black soldier fly mau bertelur.
  3. Tempatkan ember ditempat teduh dan terlindung dari air hujan
  4. Setelah kira-kira 2-3 minggu atau bisa saja kurang dari itu, belatung sudah siap dipanen.
  5. Caranya campurkan air pada media kultur, lalu saring untuk memisahkan media kultur dari belatung. Belatung siap diberikan sebagai pakan lele. Untuk bahan baku media kultur sebanyak 100 kg kira-kira akan dihasilkan belatung 60 -70 kg.
Perhatikan, jangan menyimpan belatung segar terlalu lama karena bisa berubah menjadi lalat. Malah jadi ternak lalat ntar hehehehe

Dalam budidaya lele, maggot akan lebih efektif jika dicampur dengan tepung ikan, dengan perbandingan 1:1. Pertumbuhan ikan lele bisa melambung sampai 2.9% per hari. Pakan maggot memberikan percepatan tumbuh 2.5% tiap harinya, kemudian tepung ikan memberikan percepatan pertumbuhan 2% per harinya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Pemberian Pakan - SOP/Panduan Pembesaran Lele Sangkuriang Organik

Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam budidaya lele sangkuriang diantaranya adalah pemberian pakan yang baik. Ada beberapa hal yang penting yang harus diperhatika dalam pemberian pakan kepada lele. berikut diantaranya:
  1. Memberikan PAKAN JANGAN SAMPAI TERSISA, dapat menimbulkan RACUN
  2. Jangan “GANGGU” lele sesaat setelah makan. Bisa menimbulkan stres, dan pakan bisa dimuntahkan kembali
  3. JANGAN BERIKAN PAKAN JIKA MAU TURUN HUJAN
  4. JANGAN BERIKAN PAKAN TERLALU PAGI, menimbulkan penyakit RADANG INSANG
Berikut Panduan pemberan pakan dengan teknik organik yang dianjurkan:

Management Pakan, Aturan pemberian Pakan dan Jenis-jenisnya

CATATAN PENTING:
Sebelum pakan diberikan kepada lele (Pakan Apung), terlebih dahulu pakan dibibis. Dibibis adalah proses penambahan air pada pakan, sehingga pakan menjadi lebih empuk dan mudah untuk dicerna oleh ikan. Berikut cara MEMBIBIS PAKAN:
  1. Ambil pelet yang akan diberikan dan masukan kedalam wadah
  2. Ambil air hangan secukupnya, 
  3. Aduk pakan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan air hangat kedalam pakan sampai pakan cukup basah.
  4. Jika pakan sudah cukup basah, hentikan pemberian air hangat, kemudian biarkan beberapa saat.
  5. Janganj sampai air yang diberikan terlalu basah, karena akan menyebabkan pakan menjadi hancur.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini Salam Patilers

Selasa, 03 September 2013

Pemilihan Benih - SOP/Panduan Pembesaran Lele Sangkuriang Organik

Benih merupakan komponen vital dalam budidaya lele Sangkuriang. Dengan benih/bibit yang berkualitas, maka Insya Allah hasil yang di dapatkan juga dapat maksimal.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenli ciri-ciri bibit lele sangkuriang yang bagus/baik. untuk mengetahui hal ini, bisa dilihat disini.

Mengenali dan Memilih benih lele Sangkuriang yang berkualitas

Selanjutnya adalah bagaimana mendapatkan bibit/benih lele sangkuriang yang baik. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bibit Ikan Lele Sangkuriang berkualitas bagus. Untuk mendapatkan bibit ikan lele berkualitas bagus sebaiknya memperhatikan beberapa hal :
  1. Jika memungkinkan, gunakan benih hasil pemijahan sendiri.
  2. Cari tempat membeli bibit/benih Ikan Lele Sangkuriangyang terpercaya.
  3. Pilih Jenis dan  Kualitas Indukan Bibit/benih Lele sangkuriang yang baik. Bibit lele yang  berkualitas biasanya dihasilkan dari indukan lele yang  jenis dan  kualitasnya terjamin. Selain pentingnya tata cara dan  perawatan ikan lele, faktor genetika juga sangat berpengaruh besar dlm pertumbuhan dan  daya tahan bibit ikan lele yang  akan dibudidayakan, sehingga  wajib bagi kita utk mengetahui jenis dan  kualitas indukan bibit lele yang  akan budidayakan.
  4. Perhatikan Kesehatan Bibit/Benih Lele Sangkuriang. Kesehatan bibit ikan lele merupakan faktor penting dlm memilih bibit lele yang berkualitas bagus. Meskipun bibit lele dihasilkan dari indukan ikan lele yang  berkualitas namun terkadang tata cara pemijahan dan  perawatan benih stlh penetasan yang  tidak baik mengakibatkan turunnya kualitas bibit lele. Bibit lele yang  kurus dan  hanya besar kepalanya saja  pertumbuhannya akan lambat, penyebabnya dpt karena penyakit atau ada yang  berpendapat ciri-ciri bibit lele tersebut biasanya berjenis jantan dan  pertumbuhannya lebih lama dari bibit lele betina.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Mengenali dan Memilih benih lele Sangkuriang yang berkualitas

Mengenali dan memilih bibit lele yang berkualitas, merupakan langkah awal yang baik saat memulai pembesaran lele sangkuriang. Bagaimana pun teknik yang digunakan, pakan yang diberikan, kolam yang disediakan, tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal jika bibit/benih yang digunakan kurang memenuhi syarat. Saat memilih benih Lele Sangkuriang, pilih Benih yang memiliki Pergerakan yang lincah, lele dapat berenang dengan aktif dan sangat responsive. Permukaan badan/kulitnya harus mulus dan sewarna (seragam),


Benih harus mampu bergerak melawan arus yang lembut, caranya adalah dengan memiringkan wadah bibit ikan lele secara perlahan, jika secara umum atau sebahagian besar bibit bergerak melawan arus yang tercipta maka dapat disimpulkan bibit tersebut dalam keadaan baik. Sebaliknya sebagian besar bibit ikan lele langsung terbawa arus maka sebaiknya bibit ini jangan dibeli.

Kondisi kulit dan tubuh benih harus sempurna dan tidak boleh ada cacat. Semakin sempurna bagian-bagian tubuh bibit lele maka semakin baik. Jangan membeli bibit lele sangkuriang yang cacat atau ada bagian dari tubuh yang tidak sempurna karena akan menjadi masalah dikemudian hari.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Minggu, 01 September 2013

Jangan ternak Lele Sangkuriang!, Benarkah?

Judulnya serem. Jangan ternak Lele Sangkuriang!, gak nguntungin, cuma buang-buang duit saja. Entah berapa banyak yang menyarankan seperti itu, baik yang serius atau sekedar sambil lalu . Apa benar ya? sebenarnya banyak alasan yang merka utarakan, dan gak ada salahnya direnungkan. beberapa alasan yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
  1. Ternak Lele Rugi
  2. Lele Harganya Murah
  3. Lele Itu Jorok, gak banyak yang suka
  4. Gak higienis.
  5. dll
Gambar zuberinsights.com
Wow, banyak juga ya, tapi kalo difikirikan dan kita renungkan sejenak, bener gak sih bisnis lele merugikan? hehe ini alasan yang cukup menggelikan buat saya. Kenapa? karena gak ada alasan yang menyebutkan kalo bisnis lain gak bakalan rugi, hehe. Rugi atau tidaknya suatu bisnis tergantung bagaimana cara kita mengelolanya. buktinya banyak orang yang sukses dan merapu puluhan bahkan ratusan juta rupiah perbulannya dari bisnis lele (salah satu contohnya: Fauzan, Sukses di Bisnis Lele Sangkuriang (Kisah Sukses)).

Lele itu murah? kata siapa? jangankan lele baju, motor, mobil semua barang ada yang mahal, ada yang murah. Tergantung bagaimana dan kepada siapa kita menjualnya. Kalau kemasannya bagus, promosinya oke, terus sasaran penjualannya pada orang-orang yang menenyukai lele harganya tentu saja akan tinggi. Apalagi jika hasil panen diolah telebih dahulu (misalnya: pecel lele, kerupuk, dll) pasti akan lebih menguntungkan dan bernilai tinggi.

Nah untuk yang satu ini, dulunya saya setuju, bahwa lele itu jorok, makanannya kotoran, dll. Namun dengan teknik yang sekarang dikembangkan pada Lele Sangkuriang (Teknik Budidaya Organik), saya rasa alasan ini sudah tidak relevan lagi. ditambah lagi pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan budidaya lele tidak lagi sembarangan. Bahkan untuk memberikan limbah sisa saja (misal: ayam tiren, sosis, telur, dll) harus di olah telebih dahulu supaya layak.

Lele gak higienis? Untuk masalah ini memang perlu waktu menyadarkan baik peternak maupun pencinta lele untuk merubah image ini. Perlahan tapi pasti harus dapat merubah pola perkembang biakan lele menjadi lebih baik dan sehat, baik dengan mengubah kolam, melakukan management air, melakukan proteksi benih, management pakan, dll.

Satu hal yang sering terjadi saat akan memulai ternak lele, orang sering berifikir beternak lele itu mudah, asal ada kolam, ada air (air comberan pun jadi, karena lele ikan yang kuat), asal ada bibit maka udah bisa bisnis lele. Saya bisa pastikan ini adalah KESALAHAN PERTAMA DAN SANGAT FATAL YANG ANDA BUAT. karena jika caranya seperti ini maka hasilnya pun akan asal.

Ada beberapa pondasi dalam beternak lele sangkuriang:
  1. Managemen Kolam
  2. Management Bibit
  3. Management Air
  4. Management Pakan
Keempat prinsip dasar ini kalo kata senior saya sih seperti roda mobil, jika salah ban meletus, maka laju mobil tidak akan baik, begitupun dengan prisnip ini, kalo salah satunya tidak di jalankan dengan baik maka hasilnyapun akan kurang baik.

Arikel ini saya buat dengan maksud untuk sedikit share supaya dalam usaha ternak lele ini benar-benar serius, tidak hanya sekedar coba-coba dan menyerah saat mengalami kerugian. Semoga peternak lele di Indonesia semakin Makmur, Adil, dan Sejahtera, Amiin.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers