Rabu, 19 Oktober 2016
Meneliti dan Memberi Perawatan Pada Ikan
semakin banyak dicari akhir-akhir ini. Banyak sekali usahawan muda yg melirik bidang usaha ini karena dipandang sebagai salah satu usaha yang menguntungkan. Tidak heran jika banyak sekali lulusan sarjana yang fokus dalam membesarkan usaha ternak lele padahal mereka bukan berasal dari jurusan peternakan. Selain karena untung besar yang didapatkan, usaha beternak ikan catfish ini semakin menggiurkan lantaran modal kecil yang dibutuhkannya. Ternak lele dari pembibitan hingga pembesaran juga terbilang mudah dilakukan. Agar tidak penasaran, berikut ini kami sajikan ulasan artikelnya untuk Anda.
Cara dan Waktu Memberi Pakan Ikan yang Tepat
Kandungan nutrisi pakan
Pakan lele yang baik harus memenuhi rasio pemberian pakan dengan penambahan bobot tubuh kurang dari satu (Feed Conversion Ratio/FCR>1). Artinya, setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan menambah bobot tubuh sebanyak 1 kg. Jadi semakin kecil rasio FCR-nya, semakin baik pakannya.
Penyediaan pakan lele untuk pakan utama harus memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Pakan tersebut harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Protein berfungsi sebagai sumber energi utama. Jenis ikan karnivora semacam lele membutuhkan protein yang tinggi yaitu lebih dari 35% dari berat pakan.
Lemak dibutuhkan sebagai sumber energi tambahan penting. Selain sebagai sumber energi, lemak sangat penting untuk kelangsungan hidup ikan, melarutkan beberapa jenis vitamin dan menjaga keseimbangan daya apung ikan dalam air. Penambahan lemak pada pakan juga mempengaruhi rasa dan mutu pakan. Lele membutuhkan lemak dengan kadar 4-5 persen dari berat pakan. Kadar lemak tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan penimbunan lemak pada usus dan hati ikan, sehingga ikan jadi kurang nafsu makannya.
Karbohidrat terdiri dari senyawa serat kasar dan bahan bebas tanpa nitrogen. Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Selain berfungsi sebagai nutrisi, karbohidrat juga bisa menjadi bahan perekat dalam pembuatan pakan lele. Kandungan karbohidrat pada pakan lele sebaiknya ada pada kisaran 4-6 persen.
Vitamin merupakan zat organik yang dibutuhkan ikan dalam jumlah kecil, namun peranannya sangat vital. Perannya untuk mempertahankan kondisi dan daya tahan tubuh. Vitamin umumnya tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan, jadi harus dipenuhi dari luar atau pakan. Kebutuhan vitamin akan menurun seiring dengan pertumbuhan besar ikan.
Satu lagi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun penting, yakni mineral. Mineral ini memainkan peran penting dalam membangun struktur tulang ikan dan dalam fungsi metabolisme. Mineral terdiri dari makromineral dan mikromineral. Makromineral yang terkandung dalam tubuh ikan diantaranya kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (K), klorida (Cl) dan sulfur (S). Sedangkan mikromineral antara lain besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni) fluor (F), krom (Cr), silikon (Si) dan selenium (Se).
Membuat pakan lele alternatif
Pakan alternatif pengganti pelet bisa kita buat dari berbagai bahan. Kandungan utama pelet yang paling dominan adalah tepung ikan. Tepung ikan digunakan karena kandungan proteinnya yang tinggi dan gizi lainnya. Namun harga tepung ikan ini mahal, oleh karena itu kita bisa mencampurnya dengan bahan-bahan lain yang lebih murah tanpa mengurangi kandungan protein yang ada.
Membuat dan Mengolah Pakan Organik
Pakan merupakan komponen terpenting dalam usaha budidaya ikan, termasuk ikan lele. Namun kabar buruknya pakan ikan semakin hari harganya semakin meroket (mahal) ini menyebabkan banyak para petani ikan mengeluh dan kedodora dipakan.
Hal tersebut membuat dampak baik jika ditanggapi dengan positif, dimana sekarang banyak para petani beralih untuk melakukan pembuatan pakan ternak alternatif yang bahan bakunya berasal dari lingkungan, merepotkan memang namun ini salah satu cara untuk menghemat anggaran untuk belanja pakan.
Bahan baku pembuatan pakan ikan lele yang sifatnya utama harus memenuhi bahan yang mengandung unsur nutrisi dan nilai gizi, yang dibutuhkan untuk ikan lele, dan ada juga bahan tambahan lainnya yang sifatnya penunjang dan dapat dibeli dengan harga murah bahkan gratis.
Pemilihan Bibit Ikan Lele Unggul Menetukan Hasil Panen
Pemilihan bibit unggul sangat menentukan hasil panen nantinya, karena dengan bibit yang unggul akan menghasilkan panen berlimpah seperti yang di harapkan.
Populasi ikan lele di Indonesia sangatlah beragam, dimana setiap daerah mempunyai nama masing-masing, seperti di daerah Aceh ikan lele bisa disebut dengan nama Ikan Maut, di Kalsel namanya Ikan Pintet, di daerah sumatra barat (Padang) Namanya Ikan Kalang, di makasar namanya Ikan Keling, sedangkan di Jawa sendiri umumnya disebut Ikan Lele atau Lindi, nama ilmiah nya sendiri untuk ikan lele adalah Clarias sp, dan dinegara luarpun beragan namanya.
Habitat aslinya ikan ini biasa dijumpai di perairan air tawar dan air payau, ikan jenis ini termasuk ikan yang tangguh, dimana dia dapat hidup dalam lumpur berbulan-bulan tanpa air, ikan ini biasa hidup di sungai, danau, kolam dan di tempat-tempat yang pergerakan airnya tidak begitu deras, di sungai ikan ini biasa menempati lubang-lubang di tepi sungai atau tempat yang ter lindung dari deras nya air.
Lele lebih menyukai aktivitas di malam hari, menyukai tempat yang gelap seperti lubang di pinggiran sungai, dan tempat-tempat yang teduh, hal ini dikarenakan lele adalah binatang nokturnal yang mempunyai kecenderungan ber aktivitas dan mencari makan pada malam hari.
Di siang hari lele lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlindung di dasar kolam atau di lubang-lubang pinggir sungai , namun jika ikan ini dipelihara secara intensf atau di budidaya kan. Untuk yang di budidaya biasa kan ikan ini diberi makan di pagi dan siang hari, walaupun nafsu makannya tidak sekuat dimalam hari.
Ikan lele termasuk ikan yang tahan akan kondisi lingkungan walau dengan kondisi air yang buruk, tidak hanya itu dengan kondisi kolam yang tinggi, padat tebal (100 ekor/m2) dengan minim oksigen ikan ini dapat bertahan hidup, karena ikan ini termasuk ikan yang kanibal maka dari itu jika dalam satu kolam dengan 1000 an ekor didalamnya asupan makanan haruslah teratur agar tidak saling kanibalisme.
Pertumbuhan dan perkembangan ikan lele akan lebih cepat dan sehat bila dipelihara dengan sumber air yang baik, dan PH air yang sesuai. untuk mendapatkan pertumbuhan ikan yang signifikan lebih bagus kondisi air dengan suhu 28-33 C, kondisi air yang hangat akan mempercepat pertumbuhan ikan lele, suhu air berpengaruh besar terhadap metabolisme ikan ini, dan bila metabolisme tubuh ikan lele terganggu maka lele akan mudah terserang penyakit.
Beberapa jenis ikan lele yang baik untuk dibudidayakan :
Lele Dumbo
Lele Phyton
Lele Masamo
Lele Mutiara
Lele Sangkuriang
Di Indonesia terdapat banyak jenis ilkan lele yang sudah dikembangkan. Namun pada awalnya jenis lele yang dibudidayakan adalah jenis ikan lele lokal. Seiring tingginya permintaan dan minat masyarakat akan ikan lele, muncul jenis ikan lele unggulan yang sekarang ini banyak dibududaya kan, seperi ikan lele dumbo, lele masamo, lele mutiara dan yang tengah hit ikan lele sangkuriang.
Secara umum ikan lele dumbo mirip dengan jenis ikan lele lokal, namun ukuran lele dumbo lebih besar dan cenderung lebih panjang dan gemuk dibandingkan dengan lele lokal. Beberapa penelitian menyebutkan ikan lele dumbo hasil dari perkawinan silang antara ikan lele betina jenis Clarias fuscus dari Taiwan dengan ikan lele jantan Clarias mossambicus dari Kenya, dari hasil perkawinan tersebut diduga sifat-sifat lele jantan lebih dominan.
Ikan lele dumbo memiliki keunikan, yaitu pada tubuhnya ada timbul bercak-bercak hitam dan putih bila terkejut atau stres. Kondisi ini bersifat sementara dan akan normal kembali jika kondisi linglungan atau kondisi air kolam stabil.
Jumlah sirip ikan lokal dan lele dumbo sama, akan tetapi sirip keras(patil) pada lele lokal sangat berbahaya dibandingkan ikan lele dumbo. Patil ikan lele dumbo tidak begitu beracun bila dibandingkan dengan lele lokal, dari ukuran pun lele dumbo lebih pendek dan tumpul, dari sungut/mulut ikan lele dumbo lebih panjang dibandingkan dengan lele lokal.
Ikan Lele Jenis Phayton
Ikan lele jenis ini dikembangkan dan diperkenalkan oleh Teja Suwarna, Sonar Raja Jati dan Wawan Stiawan dari Pandeglang Banten. Lele Phyton merupakan hasil kawin silang antara indukan betina lele thailand dengan indukan jantan lele dumbo F6.
Perkawinan silang tersebut menghasilkan lele yang mempunyai ciri warna dan bentuk kepala menyerupai ular Phyton, bukan hanya itu lele jenis ini juga memiliki mulut kecil dan kepala pipih memanjang dengan warna yang cerah, maka dari itu lele jenis ini dinalakan lele Phyton.
Ciri lain lele phyton memiliki punuk dibelakang kepala, ekor bulat, dan sungut lebih panjang dibandingkan dengan lele dumbo atau lele lainnya, keungguan dari jenis ikan lele phyton memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding ikan lele jenis lain, berukuran seragam, tingkat hidupnya tingg dan relatif lebih tahan terhadap penyakit.
Lele Jenis Masamo
Ikan lele masamo di produksi dan dikembangkan oleh PT.Matahari Salti (MS) Mojokerto, Jawa Timur, Ikan lele jenis masamo memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan ikan lele lainya, beberapa keunggulan ikan lele masamo:
Persiapan Pembuatan Kolam dengan Media Terpal
Dalam mempersiapkan pembuatan kolam ikan ada beberapa hal yang wajib di perhatikan, dimana unsur air lebih dominan untuk pembuatan kolam ikan, air yang jernih belum tentu sesuai dengan PH yang dibutuhkan untuk ternak ikan lele, jika jauh dengan sumber air sebaiknya membuat sumber air dengan cara membuat sumur bor atau gali, yang khusus untuk pengairan kolam jangan di campur dengan kegiatan rumah tangga, jauhkan dari paret,saluran pembuangan rumah tangga agar terhindar dari bahan berbahaya seperti air sabun yang kuran bagus untuk PH air,
Berikutnya adalah Lahan, lahan yang datar memudahkan untuk proses pembuatan kolam ikan, kalaupun lahan nya aga bergelombang sebai nya di ratakan terlebih dahulu.
Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk pembuatan kolam ikan dengan diameter disesuaikan dengan lahan, jumlah kolam ikan dan keinginan Anda, untuk bentuk dan diameter bisa berbentuk kotak persegi atau bulat juga bisa.
Pasir, semen, dan batu bata secukupnya
Bambu jika akan menggunakan media bambu
Yang lebih praktis dan tahan lama behel yang sudah dianyam seperti contoh gambar dibawah ini;
Terpal dengan ukuran tinggi dan lebar disesuaikan kebutuhan
Pelapis terpal agar air tidak menggelembung ke samping
Paralon ukuran 1/2 in untuk pembuangan Air dari dalam kolam
Paralon 1/4 untuk sirkulasi air
dan lain-lain masih banyak lagi bahan penunjang lainnya
Selasa, 18 Oktober 2016
Ide dan Perencanaan Usaha Budidaya Lele Organik
Ikan lele merupakan ikan air tawar yang mudah untuk di budidaya, selain itu ikan lele merupakan panganan yang digemari oleh masyarakat, dengan tekstur daging yang empuk dan lembut, harga ikan lele di pasaran juga cukup terjangkau, disamping itu ikan lele juga mengandung banyak gizi yang bermanfaat bagi kesehatan, ditambah lagi jika cara pemeliharaan nya menggunakan paka organik akan memperkaya kandungan gizi didalamnya.
IDE
Sangat tepat jika memulai usaha terlebih dahulu mengedepankan ide, karena dengan ide yang cemerlang akan melahirkan sebuah gagasan terbaik, ide untuk mulai berbudidaya / beternak ikan lele, apa lagi organik itu sangat baik, karena akan dapat nilai tambah dari pengelolaan dengan pola organik, apa lagi sekarang ini masyarakat lebih peka akan kesehatan, dan tengah digalakan juga yang namanya beck tou nautre (kembali ke alam), konsumsilah makan-makanan yang organik untuk mencegah dan menghindari penyakit yang timbul dari makanan.
PERENCANAAN
Rencanakan lah segala sesuatunya dengan baik dan benar, dimana ketika perencanaan itu di buat wajib meliputi seluruh aspek kegiatan, hal-hal yang menyangkut perencanaan budidaya ikan lele organik diantaranya :
Pilar Utama
Pilar utama yang harus dimiliki adalah ilmu pengetahuan mengenai budidaya ikan lele, jika ilmu belum memadai sebaiknya menggandeng orang yang sudah biasa menangani peternakan ikan lele, dan terus sambil belajar.
Permodalan :
Permodalan sangat diperlukan dalam hal ini, hitunglah terlebih dahulu anggaran yang akan dikeluarkan, sebaiknya di awal jangan langsung membuat kolam ikan dengan jumlah banyak, uji coba terlebih dahulu 2/5 kolam saja, karena dalam bidang usaha apapun ada yang namanya kegagalan, untuk meminimalisasi tingkat resiko mintalah selalu bimbingan dari ahlinya.
Riset & Penelitian Pasar
Sebelum memulai membuka usaha budidaya ikan lele sebaiknya mantapkan hati, karena ketika sudah terjun jangan sampai setengah hati dan mogok ditengah jalan, persoalan nya ikan lele adalah hewan bernyawa yang memerlukan penanganan yang serius, harus fokus dan telaten. Maka dari hal tersebut Riset dan Penelitian Pasar wajib dilakukan seperti :
Mencari Mentor/Tutor/ orang yang ahli mengenai budidaya ikan lele, khususnya yang organik
Mencari referensi bibit ikan jenis apa yang bagus untuk di ternakan
Mencari referensi penjual bibit ikan yang unggul dimana pemilihan jenis bibit 80 persen menetukan hasil panen nantinya.
Mencari informasi bahan baku untuk pembuatan kolam ikan, untuk menghemat biaya dan tempat baiknya menggunakan pola kolam terpal.
Mencari referensi pakan organik yang teat untuk ikan lele jenis yang ditentukan, jangan lupa berkonsultasi dengan dinas perikanan setempat atau orang yang sudah ahli dalam hal pakan ikan lele organik.
Mencari pembuangan/pengeful atau pemasaran langsung pada pedagang atau konsumen hasil dari panen ikan nantinya.
Produksi dan Distribusi
Setelah semua data di dapat dari hasil riset & penelitian pasar, mulailah dengan uji coba terlebih dahulu, setelah uji coba berhasil maka di perkenankan untuk memproduksi dengan jumlah besar, disesuaikan dengan modal yang ada tentunya. Pendistribusian yang baik adalah bukan yang sekali panen dengan jumlah besar, buatlah pola panen bertahap agar tidak ada jeda waktu yang terlalu panjang.
Mengakses Permodalan
Ketika sudah mantap dengan pilihan untuk membudidaya/beternak ikan dengan jumlah besar, akses permodalan sangat diperlukan, karena untuk membuat kolam dengan jumlah banyak tentunya modal pembuatan pun akan banyak pula, bagaimana cara mengakses permodalan :
Biasanya dari dinas pertanian, perikanan, dan peternakan terkait di wilayah setempat ada program bantuan permodalan secara lunak bagi para petani, cobalah dapatkan informasinya dari sana.
Gunakan lah modal dingin, artinya jangan pergunakan modal dari hasil pinjam Bank, Kartu Kredit, Apalagi Rentenir, kalaupun terpaksa pinjam dari bang sebaiknya cari bang yang mengadakan program untuk UMKM biasanya sistem pengembalian nya tidak terlalu ditekan.
Dapat juga menggandeng pengusaha atau pemodal dengan pola kerjasama bagi untung yang proposional, dimana pola ini lebih baik dari menggunakan modal dari bank, yang perlu disiapkan untuk menggandeng pemodal sebuah proposal kera, dimana isinya adalah portofolio hasil kegiatan yang sudah berjalan.
Jumat, 01 Januari 2016
Mengatasi Ongkos/Biaya Produksi yang "Tidak Masuk Akal" dalam Penanganan Penyakit
Ongkos produksi dalam budidaya lele sebenarnya sangat tinggi, ditambah dengan penanganan yang tidak bijak menjadikan ongkos produksi jadi semakin "Tidak Masuk Akal". Contok mengatasi penyakit. Ketika terserang penyakit, biasanya halpertama yang kita lakukan adalah membeli obat ini dan tiu, pada akhirnya mati juga .... (sudah keluar uang untuk obat, lelenya mati juga).
Bukan tidak boleh memberi obat, namun penanganan harus setepat mungkin. sedikit tips dari newbe nih tentang penanganan penyakit :)
- Kenali kolam yang menunjukan terkena/terjangkit penyakit
- Bau Kolam tidak seperti biasanya (Biasanya keluar bau amis yang menyengat, atau bau lainnya yang tajam)
- Lele ada yang mati, namun jumlahnya cenderung meningkat (Hari pertama 1, besoknya 2, dst). Jangan nunggu ada yang mati 100, ntar abis lelenya
- Lele menggantung terus menerus di permukaan air
- Dll, biasanya semakin lama semakin kenal sama kolam sendiri, silahkan di catatkan tanda-tandanya
- Lakukan Karantina dan Pengobatan
- Panen ikan segera
- pisahkan yang sakit (menggantung, borok, dll) dengan yang sehat
- yang sehat masukan ke kolam baru (tidak perlu di kompos, air jernih lebih bagus) kenapa karena lebih mudah bagi kita melihat kondisi ikan. kalau ada yang mau mati langsung bisa dipisahkan.
- yang sakit di obati di bak/baskom/kolam terpisah
- obatnya pakai yang alami juga manjur, kalau sudah dipisah seperti ini, karena pengobatan akan langsung ke sasaran (silahkan baca referensi pengobatan disini: Bahan Herbal dan Bahan Organik dalam Budidaya Ikan Lele)
- Lakukan "Suci Hama" atao pembersihan kolam yang terkena penyakit
- Bersihkan kolam menggunakan cairan pembasmi hama (desinfektan)
- keringkan selama 1-2 hari
- JIKA DIPERLUKAN masukan air, biarkan selama 1-2 hari, lalu buang.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Label:
Artikel,
Herbal,
Kendala/Penyakit,
Management Air,
Panduan,
Tips dan Trik,
Tutorial
Rabu, 16 Desember 2015
Beternak Cacing Sutra (Tubifex) pada lahan sempit
Cacing sutra merupakan salah satu komoditas yang sangan menetukan aktifitas pembibitan lele sangkuriang maupun jenis lele lainnya. Hal ini dikarenakan Cacing sutra memiliki keunggulan yang belum bisa di saingi oleh pakan alternative lainnya.
![]() |
| Cacing Sutra Siap Pakan |
Salah satu keunggulan cacing sutra sebagai pakan benih adalah:
- Memiliki nutrisi yang tinggi
- Tidak busuk jika tidak habis dimakan
- Tidak merusak kondisi air
- Ukuran sesuai dengan ukuran mulut larva
- Dll
Namun kadang kerersediaanya di lapangan sangat terbatas, terutama seiring dengan berkembangnya bisnis perikanan. Karena bukan hanya sector pembenihan ikan lele saja yang memerlukan cacing sutra, namun pembenihan ikan lainpun sangat memerlukan cacing sutra.
Untuk itu, diperlukan solusi untuk mengatasi hal ini agar pasokan cacing sutra dapat teratasi. Salah satunya dengan membudidayakannya. Namun karena ketersediaan lahan, memang tidak semua dari kita dapat mempraktekannya.
Berikut ini saya share pengalaman saya membudidayakan cacing sutra pada lahan sempit disela-sela kolam lele. Membuat kolam pemeliharaan cacing sutra tidak terlalu sulit, namun ada beberapa prasyarat yang harus di penuhi. Berikut diantaranya:
Memiliki aliran air, ada bagusnya aliran air ini langsung dari sungai atau dri sumber air lainnya tidak perlu besar, cukup mengalir saja, namun jika terbatas, bisa menggunakan sirkulasi tertutup.
Kolam sebaiknya dilapisi bahan anti air, seperti plastic atau terpal agar budidaya bisa maksimal.
Oke langsung saja.
Memiliki aliran air, ada bagusnya aliran air ini langsung dari sungai atau dri sumber air lainnya tidak perlu besar, cukup mengalir saja, namun jika terbatas, bisa menggunakan sirkulasi tertutup.
Kolam sebaiknya dilapisi bahan anti air, seperti plastic atau terpal agar budidaya bisa maksimal.
Oke langsung saja.
Persiapan lahan.
Siapkan lahan yang akan digunakan sebagai media pemeliharaan/budidaya cacing sutra.
![]() |
| Persiapan Kolam |
Gambar diatas saya rasa sudah dapat menjelaskan semuanya. Untuk dinding bisa menggunakan bambu atau bata.
Persiapan Media
Media yang dipergunakan sebetulnya beragam, bisa menggunakan lumpur sawah, lumpur bekas kolam lele, atau membuat lumpur yang kita fermentasikan. Untuk membuatnya, berikut cara yang bisa dilakukan:
- Lumpur (cari lumpur dari sumber yang terdekat) 7 Bagian
- Ampas tahu 1 Bagian
- Dedak 1 Bagian
- Kotoran ayam 3 Bagian
- Em4 untuk memfermentasi
Campurkan bahan bahan diatas nlalu simppan pada wadah tertutup untuk di fermentasi selama 5-7 hari. Jika media tidak bau busuk berarti fermentasi berhasil dan bisa digunakan. Pembuatan disuaikan dengan luas media/kolam budidaya cacicng sutra.
Persiapan Budidaya
Masukan air kedalam kolam sampai tergenang, untuk mengecek apakan kolam bocor atau siap digunakan. langkah ini bisa dilewat kalau sudah yakin kolam aman hehe.
Masukan lumpur/media yang telah di fermentasi, kemudian masukan bibit cacing sutra. Bibit bisa diambil sendiri dari alam maupun beli. Jumlah bibit di sesuaikan dengan luas lahan/media/kolam budidaya.
Bahannya:
Cara membuat
Campurkan molase dan probiotik, lalu tambahkan air sebanyak 5 liter. Lalu diamkan selam 2 jam.
Campurkan kotoran ayam, dedak, dan ampas tahu lalu masukan pula campuran probiotik tadi, masukan kedalam wadah tertutup untuk di fermentasikan.
Pemberian pakan bisa diberikan seperlunya saja. (Disesuaikan dengan kebutuhan cacing sutra). Hal ini bisa jadi berbeda antar satu tempat dengan tempat lainnya.
Yang simple, untuk memberikan pakan pada cacing sutra ini bisa di aliri air dari kolam lele setiap hari selama 1-2 jam. Dan jika ada lele yang mati bisa di masukan kedalam kolam Cacing Sutra ini sebagai pakan. Supaya tidak bau, benamkan bangkai lele kedalam lumpur media. Berdasarkan pengalaman, produktifitas cacing sutra akan meningkat jika di kasih pakan bangkai ikan lele yang mati di kolam.
Cara panen Dilanjut di postingan lain ya hehe, kepanjangan kalau di posting disini
Sebenarnya, tidak hanya di sela-sela kolam, di sela sela bangunanpun jadi. berikut contohnya:
Pokoknya asal ada tempat nganggur manfaatin, asal jangan di pinggir jalan, ntar kesenggol mobil hehe
![]() |
| Kolam yang telah diberikan lumpur media dan bibit Cacing Sutra |
Pemberian pakan
Untuk pakan cacing sutra sebenarnya bisa menggunakan air dari kolam lele. Namun untuk memacu pertumbuhannya, bisa menambahkan pakan yang kita buat sendiriBahannya:
- Kotoran ayam 6 Kg
- Ampas Tahu 2 Kg
- Dedak Halus 2 Kg
- Molase 200 ml
- Probiotik (EM4) 100ml
Cara membuat
Campurkan molase dan probiotik, lalu tambahkan air sebanyak 5 liter. Lalu diamkan selam 2 jam.
Campurkan kotoran ayam, dedak, dan ampas tahu lalu masukan pula campuran probiotik tadi, masukan kedalam wadah tertutup untuk di fermentasikan.
Pemberian pakan bisa diberikan seperlunya saja. (Disesuaikan dengan kebutuhan cacing sutra). Hal ini bisa jadi berbeda antar satu tempat dengan tempat lainnya.
![]() |
| Cacing Sutra Saat Pemeliharaan |
Yang simple, untuk memberikan pakan pada cacing sutra ini bisa di aliri air dari kolam lele setiap hari selama 1-2 jam. Dan jika ada lele yang mati bisa di masukan kedalam kolam Cacing Sutra ini sebagai pakan. Supaya tidak bau, benamkan bangkai lele kedalam lumpur media. Berdasarkan pengalaman, produktifitas cacing sutra akan meningkat jika di kasih pakan bangkai ikan lele yang mati di kolam.
Pemanenan.
Pemanenan bisa dilakukan setelah berusia 2 bulan, atau setelah cacing padat dan berwarna merah![]() |
| Cacing Sutra Siap Panen |
Cara panen Dilanjut di postingan lain ya hehe, kepanjangan kalau di posting disini
Sebenarnya, tidak hanya di sela-sela kolam, di sela sela bangunanpun jadi. berikut contohnya:
![]() |
| Budidaya Casut di samping Rumah/Saung |
![]() |
| Budidaya Casut di samping Rumah/Saung |
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Sabtu, 12 September 2015
Dilema Petani Lele - Menekan Ongkos Kerja Vs Menaikan Harga Jual
Kenapa banyak petani lele kurang sukses menggeluti bisnis yang satu ini? padahal berbagai hal sudah dilakukan. dari mulai memperbanyak kolam, perbaikan pakan, dll. tapi ujung-ujungnya rugi juga. Ditambah lagi berbagai macam persoalan yang masih juga belum ketemu solusia, misal: Ternak lele pake full pelet untungnya tipis, pake alternatif tidak bisa mencapai target produksi.
Kebanyakan petani mencari solusi pakan alternatif untuk menekan ongkos produksi untuk meningkatkan keuntungan. namun efeknya adalah lele menjadi makanan kelas dua yang selalu terpinggirikan oleh komoditas ikan-ikan lain, misah Ikan mas, nila, dan gurame. padahal dari segi rasa lele memiliki cita rasa yang tidak terlalu berbeda, malah mungkin memiliki cita rasa khas yang tidak bisa dibandingkan dengan ikan lain.
Ada yang pernah menjelaskan pada saya bahwasannya Harga pelet itu ditetapkan berdasarkan harga bahan baku pembuatan. Bahan baku pelet (jenis apapun biasanya) adalah berasal dari import. jadi secara tidak langsung harga pelet itu standarisasinya adalah import.
Jadi selama harga lele masih menggunakan harga lokal, maka keuntungan yang didapat akan selalu tipis. Nah lalu supaya bisa untung dalam bisnis lele dan bisa menjaga keberlangsungan bisnis ini seperti apa? solusinya adalah menggunakan standar harga import juga dalam menjual lele.
Intinya Usahakan:
Pakan Standar Import = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Lokal
Pakan Standar Import = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Lokal
Bagaimana????
- Bangun Komunitas/Jaringan yang kuat, pakai prinsip berjamaah jangan pake prinsip penjajah (tau lah yah kayak gimana)
- Jaga Kualitas, dan Stok. Smakin bagus stok tersedia, maka akan mudah mengendalikan harga, karena fluktuasi harga terjadi karena tidak terjaganya pasokan.
Bisa dipelajari dari sistem Ayam Broiler - Buat menjadi bentuk lain yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi
- Lain-lain (silahkan share solusi yang lain ya ...)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Kamis, 04 Juni 2015
Ternak Lele VS Bisnis Lele
Bagi Newbie (Pemula) seperti saya kadang dalam memulai budidaya masih mengalami kebingungan dalam mengambil langkah pertama terjun dalam dunia per-lele-an. terutama yang memiliki latar belakang yang jauh dari dunia budidaya/Ternak. Sebut saja ketika sudah ada niat untuk terjun ke dunia per-lele-an ini kita akan akan dipusingkan dengan mulai mencari kemana kita akan menjual hasil panen dan lain-lain.
Satu hal yang ingin saya utarakan adalah sebelum memulai terjun ke dunia per-lele-an, terlebih dahulu kita harus menetapkan tujuan kita terjun kedalam dunia per-lele-an ini. apakan kita ingin ternak lele?, atau kita ingin bisnis lele?
Nah lho emang apa bedanya? gak tau juga ya hehe, cuma kita coba lihat aja dari bebera analogi dibawah ini.
Lalau kita cuma mau ternak lele itu gampang, karena untuk ternak lele tidak perlu banyak parameter yag di perhatikan. kita cukup punya 1 kolam, tebar dengan kepadatan 100/m3, selesai, kasih pakan apa aja yang lele suka Insya Allah ampe panen idup dan berhasil. Karena yang kita kejar saat ternak lele adalah hasil panen lele. bisa berhasil atau tidak panen. Gak usah difikirin tu hasilnya nutup biaya produksi apa enggak ya kan.
Nah lain halnya jika kita akan bisnis lele, kita harus mengerti alur produksi lele dari hulu sampai ke hilir, sekaligus pemasarannya. karena yang kita kejar dalam bisnis lele adalah profit/keuntungan. banyak hal yang harus di rencanakan dengan baik. contoh:
jadi jangan terjebak dengan kata coba-coba. karena dijamin akan rugi, bisnis lele koq coba-coba hehe. walaupun cuma seratus ato dua ratus rebu tetep uang, kalo rugi ya nyesel juga bos. heheLalau kita cuma mau ternak lele itu gampang, karena untuk ternak lele tidak perlu banyak parameter yag di perhatikan. kita cukup punya 1 kolam, tebar dengan kepadatan 100/m3, selesai, kasih pakan apa aja yang lele suka Insya Allah ampe panen idup dan berhasil. Karena yang kita kejar saat ternak lele adalah hasil panen lele. bisa berhasil atau tidak panen. Gak usah difikirin tu hasilnya nutup biaya produksi apa enggak ya kan.
Nah lain halnya jika kita akan bisnis lele, kita harus mengerti alur produksi lele dari hulu sampai ke hilir, sekaligus pemasarannya. karena yang kita kejar dalam bisnis lele adalah profit/keuntungan. banyak hal yang harus di rencanakan dengan baik. contoh:
- Berapa banyak kolam yang harus dibuat agar bisa dengan cepat mengembalikan jumlah investasi kita
- berapa banyak tebar benih
- sistem budidaya apa yang efisien dan menghasilkan keuntungan paling banyak
- beli bibit dari mana yang bagus
- jual harus dengan harga berapa agar tidak rugi,
- dll lah pokonya
Oke dah ane gak mau kebanyakan nulis pegel juga, pokoknyamah gitu lah ya, tentukan tujuanmu supaya usahanya lancar.... Amiin.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Selasa, 31 Maret 2015
Kumpulan Video Budidaya dengan Sistem NWS
Bismillah, sekedar berbagi informasi dan menyebarkan semangat untuk para peternak lele. berikut ini saya tunjukan beberapa video budidaya lele sangkuriang yang saya lakukan dengan menggunakan sistem NWS (Natural water System). Semoga bisa menambah semangat dalam berbudidaya.
Sebagai catatan berikut detail perlakuan dan konsisi saat budidaya.
- Lokasi/Kolam: Di Daerah Tinggi dengan Suhu Malam 18-20 C Siang 24-28 C. Kolam Bulat dan Kotak (Tembok).
- Pakan: Pelet Apung sampai Panen
- Benih: Ukuran 5-7
- Padat Tebar: 300/m3
Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat.
Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Kotak Sudah Fase Merah.
Panen Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Senin, 30 Maret 2015
Memperhitungkan Jumlah Padat Tebar Ideal di Kolam Sendiri
Banyak diantara kita yang bingung mengenai jumlah tebar benih lele yang tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, dan ada pula yang bingung ketika mendapati data tebar yang berbeda antar peternak. Namun sebenarnya kita harus Bijak dalam menanggapi masalah padat tebar ini. banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ini.
Berikut beberapa diantaranya adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain
5. Lokasi
6. Ukuran Lele
7. Pengalaman, dan masih banyak lagi.
Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan bulat-bulat informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan.
Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3, 100/m3, 120/m3, 250/m3, 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, maka bukan berarti itu angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu think locally and act locally (Berfikir Global dan bertindak secara lokal).
Misal kita mendengar ada yang menebar lele dengan kepadatan 1000/m3, apakah mungkin? jawabannya mungkin, namun kita harus menyerap informasi secara menyeluruh. tanyakan apakah itu dipelihara sampai panen? panen ukuran berapa? ganti air berapa kali, apakah dibantu probiotik, dll. sehingga kita tidak salah kaprah mkenerapkannya di kolam kita sehingga malah menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Satu lagi contoh. Ketika mendengar ada yang menebar benih sebanyak 300/m3, sampai panen tidak ganti air, dll. telusuri lagi bagaimana keadaan kolam? jenis kolam yang di pakai apakah tembok atau terpal, bagaimana sistem pembuangan, sumber air, dll.
Nah jadi intinya, dalam menentukan padat tebar ideal untuk kolam kita, kita harus menyesuaikan lingkungan budidaya kita. Try and Error mutlak diperlukan. Oleh karena itu saya selalu menyarankan kepada newbie/pemula, agar tidak tergiur menebar lele dengan jumlah yang banyak. coba dulu dengan jumlah sedikit, misal 1000-2000 ekor per sekali tebar.
Semoga dapat menambah wawasan kita sebagai petani lele. Jaya terus petani Lele
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain
5. Lokasi
6. Ukuran Lele
7. Pengalaman, dan masih banyak lagi.
Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan bulat-bulat informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan.
Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3, 100/m3, 120/m3, 250/m3, 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, maka bukan berarti itu angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu think locally and act locally (Berfikir Global dan bertindak secara lokal).
Misal kita mendengar ada yang menebar lele dengan kepadatan 1000/m3, apakah mungkin? jawabannya mungkin, namun kita harus menyerap informasi secara menyeluruh. tanyakan apakah itu dipelihara sampai panen? panen ukuran berapa? ganti air berapa kali, apakah dibantu probiotik, dll. sehingga kita tidak salah kaprah mkenerapkannya di kolam kita sehingga malah menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Satu lagi contoh. Ketika mendengar ada yang menebar benih sebanyak 300/m3, sampai panen tidak ganti air, dll. telusuri lagi bagaimana keadaan kolam? jenis kolam yang di pakai apakah tembok atau terpal, bagaimana sistem pembuangan, sumber air, dll.
Nah jadi intinya, dalam menentukan padat tebar ideal untuk kolam kita, kita harus menyesuaikan lingkungan budidaya kita. Try and Error mutlak diperlukan. Oleh karena itu saya selalu menyarankan kepada newbie/pemula, agar tidak tergiur menebar lele dengan jumlah yang banyak. coba dulu dengan jumlah sedikit, misal 1000-2000 ekor per sekali tebar.
Semoga dapat menambah wawasan kita sebagai petani lele. Jaya terus petani Lele
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Kamis, 29 Januari 2015
Mengatasi Masalah Jamur pada Lele
Pada segment pembenihan, kita biasa mendapati terdapat bintik-bintik putih pada sekujur tubuh lele, maka kita harus waspada karena bintik putih ini akan menyebabkan lendir pada kulit lele hilang serta akan mengakibatkan kulit lele menjadi melepuh.
![]() |
| Image: alamtani |
Hal ini akan berakibat fatal pada lele bahkan menyebabkan kematian. Untuk mencegahnya kita bisa melakukan hal berikut:
- Lakukan Perawatan air secara rutin/intensif.
- Pelihara air kolam tambahkan dengan menggunakan probiotik atau herbal.
- Segera ganti air kolam bila kualitas air sudah mulai jelek
- Dalam pemberian pakan usahakan diseduh terlebih dahulu menggunakan air hangat serta dicampur dengan probiotic dan cacing lalu di fermentasikan.
Bila lele kita budidaya sudah terlanjur terserang oleh penyakit ini maka kita dapat meramu obat herbal seperti berikut:
Bahan:
- Siapkan 2 biji Bawang Putih,
- 10 Lembar Daun Sirih,
- 1/4 kg Kunir,
- dan 10 lembar Daun Pepaya.
- Bila tidak ada daun pepaya kita bisa menggunakan daun jambu biji atau daun kipahit.
Cara membuat dan menggunakannya
Haluskan semua di atas (bisa di blender).
Rebus bahan-bahan diatas dengan menggunakan 2 liter air bersih lalu biarkan sampai dingin.
Untuk penggunaannya kita dapat langsung menyiramkannya ke dalam kolam lele dengan dosis 1 gelas per hari (harus lakukan sampai ikan benar-benar sembuh). Tapi perlu diperhatian bahwa lele yang sudah terserang penyakit ini walaupun dapat diobati namun tetap saja akan ada yang mati.
Semoga masalah dan penyakitnya dapat terobati dan terselesaikan.
Sumber: Berbagai sumber (Komunitas Lele, http://benihikangunungkidul.blogspot.com)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Kamis, 18 Desember 2014
Penting, Bijak dalam memilih pakan Alternatif untuk Lele
Harga pelet akhir-akhir ini meingkat tajam (Update tanggal: 12/19/2014). Hal ini di perparah dengan naiknya harga BBM. Hal ini tentu saja membuat kalangan petani ikan, terutama lele yang menggunakan pelet sedikit mengelus dada. apalagi harga konsumsi lele yang merosot dan tidak dapat memenuhi target penghasilan yang diharapkan.
Sebagian besar petani/peternak lele beralih menggunakan pakan alternatif, dari mulai roti bs, sosis bs, ayam tiren, usus, dll. Hal ini tentu menjadi solusi bagi petani ditengah mahalnya harga pelet di tingkat petani/peternak. Namun terselip sedikit persoalan yang kadang jarang disadari saat menggunakan pakan alternatif, terutama bagi yang sebelumnya menggunakan pakan pelet.
Banyak diantara petani lele yang menggunakan pakan alternatif yang kurang memperhitungkan kandungan nutrisi dari pakan alternatif yang digunakan. kebanyakan menggunakannya hanya untuk menekan biaya produksi (istilahnya ASAL GEDE DAN UNTUNG). Akibatnya tentu akan mengakibatkan masalah lain saat budidaya, misal air cerpat bau, pertumbuhan yang kurang merata, timbulnya berbagai macam penyakit, dll.
Nah dalam menggunakan pakan alernatif, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, agar keuntungan yang diharapkan benar-benar terwujud, berikut analisis saya (pendapat saya pribadi).
- Perhatikan komponen bahan baku dari pakan alternatif.
Penggunaan pakan alternatif harus jeli dalam memilih pakan apa yang akan kita berikan. hal ini ditunjang dengan pengetahuan kita memilih pakan alternatif dengan bahan baku yang tepat. misalnya, ayam tiren bahan dasarnya daging kemungkinan protein dan lemak lebih tinggi dibanding yang lain (misal, karbohidrat, dll). Roti bs, bahan dasarnya terigu, jadi kemungkinan kandungan karbohidratnya lebih tinggi, dst.
Nah dengan mengetahui hal ini, maka kita akan tau kapan memberikan pakan alternatif a, kapan memberikan pakan alternatif b, dll. jadi istilahnya "Gak Asal Ngasih Pakan" - Perhatikan Ketersediaannya
Budidaya lele (pembesaran) berlangsung kurang lebih antara 2-4 bulan per siklus. tergantung taknik dan pakan yang digunakan. nah apakan pakan alternatif yang anda gunakan dapat tersedia untuk waktu tersebut? usahakan pilih yang selalu tersedia (tidak musiman) - Perhatikan Harga pakan alternatif anda
Ini penting, harga pakan alternatif sebaiknya harus sangat diperhitungkan. hal ini agar tidak menjadi bumerang bagi kita. istilahnya mau untung malah buntung. Kenapa? karena kandungan nutrisinya beda, proposrinya beda, dll. Harap ingat, pelet dihargai dalam bentuk kering. jadi gunakan standar itu dalam menilai harga pakan alternatif
Misal ayam tiren, 1 kilogram ayam tiren, jika di hancurkan dan dibuat tepung akan menjadi berapa kilogram? (saya belum meneliti secara khusus konversi ayam tiren, tapi beberapa teman sudah melakukannya, misal pa Edi Jalasena). misal 1 kg tiren jadi 200 gram tepung ayam. nah berarti untuk mendapat 1 kg pakan tiren kering kita membutuhkan 5kg ayam tiren. nah kalo kita beli ayam tiren seharga 1500, maka untuk mendapatkan 1 kilogram tepung ayam membutuhkan paling tidak 7500.
Namun hal ini berbeda cerita jika anda mendapatkan pakan alternatif yang GRATIISSSS. atau hanya memberi sekedar uang lelah tentu poin ini tidak jadi masalah - Perhatikan Komponen Pendukung Budidaya anda
Seperti dikatakan diatas, penggunaan pakan alternatif juga akan menambah residu/sampah pada kolam. hal ini dikarenakan beberapa komponen pada pakan alternatif tidak dimakan atau tidak sempurna dicernanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan pakan alternatif pastikan kolam anda mudah dibersihkan, mudah ganti air, dll
selain itu harap perhatikan faktor lingkungan. - Catat dengan baik rincian usaha anda
hal ini penting untuk mengetahui berapa besar efisiensi yang anda lakukan. Jadi nantiny bisa menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan. - dll
masih banyak sih tapi dah cape ngetiknya hehe.
Jika anda terpaksa menggunakan pelet seperti saya (karena komponen-komponen diatas tidak memenuhi), maka yang harus difikirkan adalah bagaimana cara meningkatkan nilai jual, selain memikirkan bagaimana menurunkan biaya produksi.
Ah susah kalo gitu, hehe kalo mau gampang jualnya jangan jual lele, jual bensin, gas, atau jual emas, harganya pasti, sorry becanda. Itulah tantangannya, yang bisa lulus jadi pengusaha sukses, yang males ya gitu deh. Ingat ada banyak pedagang, pedagang yang sukses? hanya ada beberapa. Ada banyak peternak, peternak yang sukses? ada beberapa saja, nah semoga kita salah satunya Amiiiin YRA.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Senin, 13 Oktober 2014
Langkah-langkah/Tata cara Pemijahan lele ala DELCATFISH
Sharing is caring, slogan ini sangat menarik dan sangat menggugah semangat untuk berbagi. nah berikut ini ada tips khusus yang diberikan oleh DELCATFISH
Persiapan :
Induk jantan :
- Kelamin penuh, ujung meruncing, warna ungu, bila disentuh keluar sperma (horny)
Induk betina :
- Kelamin warna ungu, test kanulasi: warna telur coklat (harus)
- Pasangan induk diberok (dipuasakan 1 hari) dengan tujuan untuk membersihkan lambung, sehingga pada saat dipijah tidak mengeluarkan kotoran yang mencemari perairan. Pada saat puasa resiko induk stress lebih rendah.
- Diusahakan warna induk sama, untuk mempercepat adaptasi dengan pasangan
![]() |
| Photo dari KLS |
Kolam pemijahan :
- Kolam sudah disuci hama (sterilisasi dengan disinfektan)
- Pengisian air kolam dengan treatment garam krosok 0.5kg/m3, ketinggian air 2/3 dari panjang tubuh induk.
- Aplikasikan ADS dekomposer
- Induk masuk kolam pijahan pukul 14.00-16.00, beri sedikit waktu untuk kenalan
- Tambahkan anti galau secukupnya dan sedikit unsur melow biar lebih romantic
- Matikan semua alat komunikasi agar tidak mengganggu proses pemijahan
- Setelah induk masuk, tutup kolam untuk menjaga suhu, dan memberi kenyamanan selama proses pemijahan. Pemberian kelambu disarankan untuk memberikan suasana melankolis
- Kakaban diusahakan dijemur panas matahari sebelum masuk kolam pemijahan, agar terbentuk gas ‘ampo’ yang merangsang pemijahan
Pengambilan induk dari kolam pijahan
- Ambil kakaban dan diletakkan di kolam penetasan yang diberi aerasi untuk meningkatkan DO air
- Pengambilan kakaban sebaiknya pagi, 06.00-07.00
- Setelah kakaban dipindah segera ambil induk untuk mengurangi gangguan terhadap penetasan telur yang tertinggal di kolam pemijahan, sebaiknya induk dikondisikan dulu dalam kolam penampungan, karena posisi induk masih letoy habis bercinta setelah kondisi pulih (sore) baru bisa dimasukkan kekolam induk (takutnya akan dikeroyok sama temen-temennya yang jelous)
- Setelah telur menetas segera tambahkan ADS dan tambahkan unsur C (molase atau gula pasir)
Perlakuan larva
- Setelah larva menetas, biarkan sampai kantung makanan (yolksolk) kempes
- Masukkan casut yang terlebih dulu dipotong-potong, pemberian sebaiknya disebar untuk pemerataan
- Casut sebaiknya dicuci dulu, lebih bagus di steril dg MB atau PK untuk mematikan bakteri cinta yang ada dalam tubuh cacing
- Pemberian casut sedikit demi sedikit. Tambahkan casut bila persediaan casut dikolam larva sudah habis.
- Diusahakan tidak ada casut tersisa dikolam pada saat malam hari, bila tertinggal sedikit masih bisa ditoleransi (M11)
- Pisahkan larva ke kolam baru yang sudah dikondisikan bila terlihat terlalu padat (dicek pada saat malam hari, ketika DO drop, pengecekan sebaiknya lewat sistim ABK. Sistim ini sangat disarankan sebab bila pengecekan langsung takutnya ada yang khawatirr duhh..
TIPS:
Pemberian casut disarankan sampai benih bisa naik turun untuk mengambil oksigen dipermukaan (aborescence terbentuk)
Bila ukuran larva sudah mencapai ukuran 1-2 (minimal 50%) segera lakukan grading.
Grading awal
Pemberian casut disarankan sampai benih bisa naik turun untuk mengambil oksigen dipermukaan (aborescence terbentuk)
Bila ukuran larva sudah mencapai ukuran 1-2 (minimal 50%) segera lakukan grading.
Grading awal
- Siapkan 2 kolam untuk grading dengan air yang sudah dikondisikan, untuk mempercepat adaptasi ikan sebaiknya campurkan sebagian air kolam lama (50% permukaan atas)
- Lakukan grading langsung dikolam baru, grading dilakukan sebaiknya saat suhu tidak terlalu terik (sore)
- Ukuran tt (yg lolos) sebaiknya diberi pakan casut lagi dan ukuran bb (yg nyangkut) mulai diajari pelet (bisa dari pf 500 yang dibuat bulatan kecil yang sudah dicampur dengan ADS)
- Diusahakan kolam larva selalu tertutup dan hanya dibuka pada pukul 07.00-11.30, untuk menghindari fluktuasi suhu dan mengurangi sinar matahari yang masuk. (untuk menghindari blooming bluegreen algae)
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Senin, 01 September 2014
Usaha Lele Kandas di Percobaan Pertama, Kenapa?
Sekedar share pengalaman saja, semoga menjadikan pelajaran yang bisa di ambil hikmahnya khususnya pemula seperti saya.
Banyak kasus pembudidaya pemula yang baru terjun di dunia perlelean yang kandas/gulung terpal/bangkrut pada percobaan pertama. lalu kemudian mengambil kesimpulan tergesa-gesa yang membuat orang lain jadi enggan merambah bisnis ini. mungkin anda pernah mendengan istilah ini "Jangan usaha lele gak ada untungnya", "usaha lele gak bakalan untung, pakan mahal harga jual rendah", dll
Lho koq bisa? saya mencoba memaparkan beberapa penyebabnya:
Kurang Pengetahuan dalam Budidaya
Budidaya lele, relatif lebih sulit bagi pemula sebenarnya. hal ini dikarenakan pola fikir calon pembudidaya lele yang salah. seperti misalnya anggapan bahwa lele adalah ikan yang superkuat yang dapat bertahan dalam kondisi perairan apapun, lele cepat dipanen, mudah pemeliharaanya, dll.
Akibatnya, sering kali pemula terkesan asal-asalan. bikin kolam asal ada airnya, ngasih pakan sekenanya, ya tentu saja amsiong hehe.
Kurangnya memikirkan faktor resiko
Saya sering liat postingan gini:Ane newbi nyoba tebar bibit 10.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 25.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 30.000
dst....
Ane newbi nyoba tebar bibit 25.000
Ane newbi nyoba tebar bibit 30.000
dst....
Coba bayangkan, untuk membesarkan lele sebanyak 10.000 ekor, modal untuk bibit dan pakan saja minimal harus mengantongi 11.500.000 (01/09/2014), bagaimana untuk membesarkan 20 ribu, 30 ribu, dst.
Kalau untung sih tidak mengapa, cuma masalahanya, jika rugi??? bukan menakut nakuti hanya saja kembali mengingatkan kenali faktor resiko sebelum memulai.
nah itu dalam budidaya, sekarang waktu panen, menjual lele diatas 1 ton untuk pertama kalinya bukanlah suatu hal yang mudah. Alangkah lebih baik jika kita mulai dari bawah/kecil dulu, 1 kuintal, lanjut panen berikutnya 2 kuintal, dst
Buruknya management keuangan
Hal hal ini terjadi hampir pada setiap pemula. bagi pemula biasanya karena dikit-dikit uang, ada masalah dikit uang, lele gantung uang, dll, lho koq?
contoh, biasanya bagi pemula, pas tebar liat lele tegak, panik nanya sana nanya sini, biasanya jawabanya harus pake ini, pake itu yang ujung-ujungnya harus di beli. bener gak? padahal biasanya solusinya gampang dan bisa di lakukan tanpa harus mengeluarkan uang tambahan.
nah akibatnya karena banyaknya pengeluaran diluar pengeluaran wajib, ongkos produksi membengkak, ya ujung-ujungnya rugi. hehe
Dst, silahkan tambahkan faktor lainya ya...
Sedikit saran dari saya:
jika temen-temen newbie seperti saya, ada baiknya hindari percobaan perdana tebar benih diatas 2000. kenapa?
jika temen-temen newbie seperti saya, ada baiknya hindari percobaan perdana tebar benih diatas 2000. kenapa?
- Saya modalnya, peluang keberhasilan tebar perdana/newbie apalagi belum pernah ada pengalaman sbelumnya < 50%, jika temen-temen spekulasi dengan nebar benih < 2000 coba bayangkan berapa besar modal yang korban
- jika temen-temen mampu tebar > 2000, mending dibuat beberapa tahap tebar, agar selain bisa menghemat modal di saat kritis, sekaligus kita jadikan setiap kali tebar menjadi.
- Hematlah penggunaan modal, jika terjadi masalah, jangan panik. jangan gampang tergiur dengan produk A, produk B. percayalah dalam budidaya lele banyak hal yang bisa di manfaatkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Kamis, 21 Agustus 2014
Panduan Membuat Kolam Bulat/Bundar dengan Rangka Wire-mesh
Postingan ini menjelaskan langklah-langkan membuat kolam bulat menggunakan rangka Wire-mesh. Kenama Wire-mesh? karena pembuatan kolam bulat menggunakan Wire-mesh dapat mempercepat pengerjaan dan memangkas biaya produksi.
Dengan menggunakan Wire-mesh juga dapat memperpanjang umur kolam. Karena dengan penanganan yang baik, rangka kolam menggunakan Wire-mesh dapat bertahan lama. Sudahlah cukup basa-basinya, mari kita mulai:
Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan kolam Bulat/Bundar
- Kolam Bulat (Bahan Terpal atau Terpoly)
- Besi Wire-mesh, minimal ukuran 7 mm, untuk kolam bulat dengan diameter 3 meter kebawah, cukup 1 buah Wire-mesh dengan panjang 5,4 meter dan lebar 2,1 meter

Wire-mesh - Bengkokan (Knee) paralon 2 buah
- Paralon (panjang dan besar sesuaikan)
- Kabel Ties / Tierap / Ripet
- Terpal Atap (Talang) (panjang dan besar sesuaikan)
- Las Listrik (Bisa juga sewa tukang las biayanya cukup murah)
Langkah-langkah pembuatan Rangka Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh
- Potong 2 bagian Wire-mesh sehingga menjadi 2 buah dengan ukuran panjang 5,4 dan lebar 1.05 meter. las Wire-mesh sehingga membentuk wiremesh sehingga menjadi satu buah Wire-mesh namun lebih panjang.
- Potong Wire-mesh sesuai ukuran keliling kolam bulat yang akan dibuat (hitung dengan rumus keliling lingkaran 3.14 x jari-jari x jari-jari)
- Las ujung-ujung Wire-mesh. secara langsung Wire-mesh akan membentuk lingkaran. sesuaikan dan rapikan sehingga mementuk bulatan/lingkaran sempurna
Langkah-langkah pembuatan Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh
- Buat tempat meletakan rangka, kalau ada bisa menggunakan tembok agar lebih kuat
- Usahakan bagian bawah dibuat melengkung seperti ketel/penggorengan
- buat lubang pembuangan pada bagian tengah mengunakan knee, usahakan di tembok agar kokoh
- buat saluran pembuangan seperti gambar dibawah:
- tempatkan rangka yang sudah dibuat tadi.
- pasang terpal atap sebagai pelapis, supaya terpal tidak mudah bocor
- Jangan Lupa Beri bantalan pada bagian atas supaya terpal tidak bocor tergores potongan wire-mesh
- Pasang tepal atau terpoly pada rangka
- Buat saluran pembuangan pada terpal. Dijelaskan secara rinci pada postingan: Cara Membuat Saluran Pembuangan Pada Terpal atau Terpoly (Segera)
- Selesai
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers
Langganan:
Postingan (Atom)



























